Info IndoInfo IndoInfo Indo
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Bacaan : DPRD Tarakan Bahas THR Petugas Kebersihan, DLH Beri Penjelasan
Bagikan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Info IndoInfo Indo
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
Search
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Ikuti Kami
© 2025 Facesia.com
Info Indo > Prov. Kaltara > Tarakan > DPRD Tarakan Bahas THR Petugas Kebersihan, DLH Beri Penjelasan

DPRD Tarakan Bahas THR Petugas Kebersihan, DLH Beri Penjelasan

Redaksi
Redaksi
Published: 2 Maret 2026
Bagikan
5 Minimal Baca
Bagikan

TARAKAN – Komisi III DPRD Kota Tarakan baru saja menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan, Senin (2/3/2026). Agenda utamanya Membahas polemik Tunjangan Hari Raya (THR) bagi tenaga non-ASN, seperti penyapu jalan dan petugas kebersihan yang biasanya jadi andalan. Ternyata, tahun ini mereka tidak dapat THR dan ini jadi sorotan besar menjelang hari raya.

Rapat ini digelar setelah muncul keluhan dari para petugas kebersihan yang merasa kehilangan tradisi tahunan mereka. Redaksi infoindo merangkum poin-poin penting dari rapat tersebut, termasuk statemen dari Ketua Komisi III dan Kepala DLH Tarakan.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Menurut Ketua Komisi III DPRD Tarakan, Randy Ramadhana Erdian, pemanggilan DLH ini dilakukan karena banyak keluhan dari petugas kebersihan.

“Kan beberapa hari ini kita nih mendengar ada teman-teman kita dari Petugas Kebersihan yang di Kota Tarakan. Karena menjelang hari raya, ya kan mereka tuh ada tradisi seperti mendapatkan THR untuk hari raya, tapi ternyata di tahun ini mereka tidak dapat. Makanya perlu bagi saya untuk memanggil Kepala Dinas Lingkungan Hidup untuk mendengarkan penjelasan,” ujar Randy.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Ia menjelaskan bahwa THR ini sebenarnya berawal dari era Wali Kota sebelumnya, Udin Hianggio. Saat itu, Tarakan meraih penghargaan Adipura, dan THR diberikan sebagai reward.

“Nah memang ternyata setelah kita dengar penjelasan dari Kepala DLH itu bahwa memang ternyata pemberian THR ini pada dasarnya merupakan kebijakan pada saat zaman Pak Udin (Wali Kota) dulu ketika beliau menjadi wali kota dan pada saat itu kota kita mendapatkan penghargaan Adipura. Jadi mungkin beliau memberikan reward kepada teman-teman Petugas Kebersihan. Tapi ternyata itu berlanjut, tradisi itu berlanjut sampai pada 2025,” tambahnya.

Meski Tarakan tidak lagi dapat Adipura, tradisi ini tetap berjalan. Tapi tahun ini, THR tidak dianggarkan. Alasannya Pemangkasan Tambahan Penghasilan Pegawai (TKD) dari pusat karena kebijakan efisiensi.

“Walaupun kita tidak mendapatkan Adipura tapi itu tetap terus berlanjut mendapatkan insentif sebenarnya. Tahun ini ternyata tidak dianggarkan karena penjelasan dari Kepala DLH tadi. Kita tahu bahwa ada pemangkasan TKD dari pusat. Mungkin karena kebijakan efisiensi sehingga itu tidak dianggarkan,” jelas Randy.

Randy juga mengungkap bahwa tahun lalu THR ini sudah jadi masalah internal di DLH. tidak semua pegawai honorer dapat, sehingga timbul keributan.

“Tahun lalu itu memang ternyata ada dapat dan jadi polemik sendiri di DLH karena tidak semua dapat, tidak semua pegawai honor di DLH dapat. Jadi akhirnya di DLH itu sendiri ribut. Ketika diminta diajukan untuk penambahan, Kepala Daerah tidak mau. Akhirnya kan ribut di internal OPD sendiri,” ceritanya.

Jumlah petugas kebersihan di DLH hanya 361 orang, tapi total tenaga non-ASN di Tarakan hampir mencapai 1.000 orang. Randy khawatir kalau THR ini diberikan, bisa jadi preseden buruk untuk OPD lain.

“Tahun ini kan hanya 361 jumlahnya. Sedangkan kita tahu hampir 1000an lagi tenaga non ASN yang ada di kota Tarakan. Nah kalau dikhawatirkan kita ketika mereka di OPD lain juga mengharapkan tunjangan yang sama. Ini bakal menjadi ribut. Nah oleh karena itu mungkin kebijakannya Pak Wali dengan hitung-hitungan beliau memang tidak memungkinkan sehingga tidak dianggarkan,” tukas Randy.

Sementara itu, Kepala DLH Tarakan, Andry Rawung, membenarkan bahwa ini adalah kebijakan daerah yang terpengaruh efisiensi anggaran.

“Mungkin pada saat saya rapat tadi bahwa ini sebuah kebijakan ya. Kebijakan dari daerah dan juga kebetulan di belakangan juga untuk masalah efisiensi juga, dan juga mungkin tidak diakomodasi di tahun ini dan sebelumnya juga,” katanya.

Andry menegaskan bahwa yang diberikan bukan THR, melainkan tunjangan khusus.

“Seperti kami sampaikan tadi, bahwa yang diberikan ini, kalau nomenklatur yang berada di kami ini bukan THR tapi ini adalah tunjangan khusus. Tunjangan khusus, dimana di tahun-tahun dulu asal muasalnya diberikan ketika Tarakan memperoleh Adipura. Namun hal ini berkelanjutan sampai dengan di tahun 2025,” terangnya.

Ia juga menyebut jumlah penerima saat ini 361 orang. Besarannya tahun lalu bervariasi, maksimal Rp 1 juta, tergantung masa kerja.

“Yang ada di kami saat ini 361 orang. Kalau tunjangan khusus, besarannya kalau berkaca di tahun lalu, rata-rata maksimalnya kurang lebih satu juta, ada yang 500, ada yang 250, mengikuti masa kerja mereka lah,”tuturnya. (*)

Reporter : Arif Rusman

Anda Mungkin Juga Menyukai

Atasi Krisis Air Baku Tarakan, Dari Pengadaan Pompa sampai Pipanisasi Bulungan-Tarakan Sudah Dibahas
Jalan di Selumit Pantai Disemenisasi, Warga Apresiasi Kinerja Hj Jamaliah
Tarakan Kekurangan Tenaga Guru, Pemkot Koordinasi ke Pusat
Herman Tegaskan Bantuan PIP Harus Tepat Saran, Tanpa Potongan Dalam Bentuk Apapun
Pekan Kebudayaan Daerah VI Ditutup, Ketua DPRD Tarakan Muhammad Yunus : Kebudayaan dan Keharmonisan Masyarakat Harus Dirawat Bersama
Bagikan Artikel ini
Facebook Copy Link Print

Berita Terbaru

Program Pusling Lapas Tarakan Dukung Literasi Warga Binaan
Literasi
25 September 2026
HLM BI Kaltara Dorong Money Changer Berizin di Kalimantan Utara
Ekonomi
25 September 2026
Tarakan Juara TPID Award 2026, Inflasi Terkendali lewat Inovasi Lokal
Ekonomi
25 September 2026
Pengamat: Stop Hoaks dan Persekusi Digital Anak Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Hukum
25 September 2026

Berita Terhangat

Advetorial

Kecamatan Tarakan Timur Perkuat Kader Dasawisma demi Program Prioritas Pemkot Tarakan

16 Agustus 2026
Tarakan

DPRD Tarakan Dorong Kepastian Status Lahan di WKP

11 Agustus 2026
Tarakan

Komisi I DPRD Tarakan Minta BPN Atensi Pengajuan Sertifikat Lahan Warga Mamburungan

11 Agustus 2026
Tarakan

Soroti Pelayanan BPN Tarakan, DPRD Tekan Pentingnya Kepastian Hukum Hak Tanah Warga

11 Agustus 2026
Sebelumnya Berikutnya
Info IndoInfo Indo
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Kehilangan Password ?