TARAKAN – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tarakan, Evon Meternik, menyoroti masih adanya warga binaan di lembaga pemasyarakatan (lapas) yang kembali dinyatakan positif narkotika. Kondisi tersebut dinilai menjadi alarm serius bahwa pengawasan internal masih perlu diperkuat.
Menurut Evon, lapas seharusnya menjadi tempat pembinaan dan pemulihan bagi para penyalahguna narkotika, bukan justru ruang yang membuka peluang terjadinya penyalahgunaan kembali. Karena itu, setiap temuan hasil tes urine positif di dalam lapas harus ditindaklanjuti melalui evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan.
“Sudah terkendali, sudah bisa dideteksi dini oleh kawan-kawan di Lapas. Tapi informasi yang saya terima, masih ada kejadian seperti itu,” ujarnya.
Ia menegaskan, temuan warga binaan yang positif narkotika tidak bisa hanya dibebankan kepada individu yang bersangkutan, melainkan harus dilihat sebagai indikator adanya celah pengawasan yang perlu segera ditutup.
“Kalau ada yang positif di dalam, itu bukan semata kesalahan orangnya. Ini bahan evaluasi. Bagaimana orang bisa positif di dalam? Bagaimana barang bisa masuk? Itu yang harus dijawab,” tegasnya.
Evon mengungkapkan, persoalan tersebut juga berdampak langsung pada keluarga warga binaan yang berharap anggota keluarganya dapat pulih selama menjalani masa pembinaan. Ia menceritakan pengalamannya menerima kedatangan seorang ibu yang menangis karena anaknya, yang masuk lapas akibat penyalahgunaan narkotika, justru beberapa kali kembali dinyatakan positif saat berada di dalam.
Menurutnya, kisah itu menunjukkan bahwa penyalahgunaan narkotika di dalam lapas bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga menyangkut harapan keluarga yang ingin melihat perubahan.
“Orang tua berharap anaknya sembuh di dalam. Tapi ketika dipanggil dan diberi tahu hasilnya positif lagi, tentu itu sangat berat bagi keluarga,” katanya.
BNN Tarakan mendorong penguatan penjagaan, pemeriksaan terhadap barang bawaan, pengawasan akses keluar masuk, serta pelaksanaan tes urine acak secara berkala terhadap warga binaan maupun pihak terkait di lingkungan lapas.
Evon menegaskan, barang terlarang tidak mungkin masuk tanpa adanya celah. Karena itu, ia meminta seluruh unsur pengamanan melakukan evaluasi serius agar lapas benar-benar steril dari peredaran narkotika.
“Barang itu tidak datang sendiri. Maka pengawasan harus diperketat,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Lapas Kelas IIA Tarakan guna memperoleh keterangan resmi dan berimbang atas informasi yang berkembang. (*)

