Info IndoInfo IndoInfo Indo
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Bacaan : Profesionalisme TNI dalam Bedah UU TNI: Dialog Publik Tegaskan Supremasi Sipil
Bagikan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Info IndoInfo Indo
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
Search
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Ikuti Kami
© 2025 Facesia.com
Info Indo > Prov. Kaltara > Tarakan > Profesionalisme TNI dalam Bedah UU TNI: Dialog Publik Tegaskan Supremasi Sipil

Profesionalisme TNI dalam Bedah UU TNI: Dialog Publik Tegaskan Supremasi Sipil

Redaksi
Redaksi
Published: 16 April 2025
Bagikan
3 Minimal Baca
Bagikan

TARAKAN – Revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi sorotan dalam diskusi publik yang digelar Komunitas Rumah Inspirasi Perbatasan di Ballroom Hotel Monaco, Tarakan, Kalimantan Utara, pada Selasa, 15 April 2025.

Bertajuk “Menilik UU TNI: Menjaga Prinsip Demokratis dan Profesionalitas TNI”, forum ini menghadirkan perwakilan TNI, akademisi, mahasiswa, dan organisasi kepemudaan untuk menggali implikasi revisi UU tersebut.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Diskusi ini mencuatkan sejumlah isu krusial: potensi dampak UU terhadap kebebasan berpendapat, perpanjangan usia pensiun prajurit, hingga kekhawatiran atas keterlibatan TNI di sektor non-militer, seperti Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dualisme fungsi TNI dalam dinamika demokrasi Indonesia juga menjadi perhatian utama.

Komandan Lantamal XIII Tarakan, Laksamana Pertama TNI Ferry Supriady, menyambut baik inisiatif dialog ini.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Diskusi ini membuka wawasan, dari latar belakang revisi hingga substansi perubahan,” ujarnya, seraya memuji riset yang mendasari acara tersebut.

Menurut Ferry, revisi UU TNI, yang mulai dibahas sejak Prolegnas 2010 dan disahkan pada 2024, telah menghilangkan pasal-pasal yang dulu memicu kontroversi.

“TNI kini mengusung semangat ‘we will fight, we will serve’, menuju profesionalisme dan keterbukaan,” tegasnya.

Ferry juga menyinggung soal kebebasan berekspresi. Ia menegaskan TNI tidak anti-kritik dan mendukung aspirasi masyarakat, asalkan disampaikan secara tertib.

“Silakan berdemonstrasi, tapi jangan merusak fasilitas umum. Kami terbuka berdiskusi,” katanya, menyebut telah mendapat restu dari pimpinan untuk menyampaikan materi secara transparan.

Namun, tidak semua peserta sependapat dengan proses revisi UU TNI. Tajudin Nor, perwakilan mahasiswa dan organisasi kepemudaan, menyayangkan minimnya keterlibatan publik dalam pengesahan UU.

“Prosesnya terasa tertutup. Keterlibatan TNI di BUMN, misalnya, memicu dualisme fungsi,” kritiknya. Meski begitu, ia mengakui keterbukaan TNI dalam dialog ini sebagai langkah maju.

Pandangan akademis disampaikan Dekan Fakultas Hukum Universitas Borneo Tarakan, Syafruddin. Ia menjelaskan bahwa sistem peradilan di Indonesia telah mengatur mekanisme penanganan pelanggaran yang melibatkan militer.

“Jika tindakan bersifat sipil, peradilan umum berlaku. Jika militer, peradilan militer,” ujarnya.

Syafruddin menilai revisi UU TNI justru memperkuat demokrasi dengan menyeimbangkan peran militer dan kepentingan sipil, meski edukasi publik tetap diperlukan untuk mencegah miskonsepsi.

Ketua DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kalimantan Utara, Ainulyansyah, menyoroti kurangnya transparansi dalam proses legislasi. Ia mempertanyakan rapat DPR di hotel yang bertepatan dengan isu efisiensi anggaran, serta sulitnya publik mengakses draf RUU.

“Rapat tertutup memicu kecurigaan. Kami harap ke depan prosesnya lebih inklusif,” katanya.

Ainulyansyah berharap TNI tidak hanya profesional, tetapi juga akuntabel dan dekat dengan rakyat.

Forum ini ditutup dengan komitmen untuk menjaga komunikasi terbuka antara TNI, masyarakat, dan akademisi.

Peserta berharap dialog serupa dapat rutin digelar guna menampung aspirasi sekaligus memperjelas peran TNI dalam demokrasi dan keamanan nasional. Sebagai kota perbatasan, Tarakan menunjukkan semangatnya berkontribusi dalam diskursus nasional yang konstruktif. (*)

Anda Mungkin Juga Menyukai

DPRD Tarakan Dorong Kepastian Status Lahan di WKP
Komisi I DPRD Tarakan Minta BPN Atensi Pengajuan Sertifikat Lahan Warga Mamburungan
Soroti Pelayanan BPN Tarakan, DPRD Tekan Pentingnya Kepastian Hukum Hak Tanah Warga
Pengurusan Sertifikat Lahan Warga Mamburungan Tertahan Sumur Tua, DPRD Tarakan Gelar RDP
Ketua DPRD Tarakan Hadiri Pengukuhan DPC IWAPI, Tegaskan Komitmen Dukung Pengusaha Perempuan
Bagikan Artikel ini
Facebook Copy Link Print

Berita Terbaru

Baru Terbentuk, Markoni Domino Club Langsung Gelar Turnamen Eksklusif
Kaltara
8 Agustus 2026
DPRD Tarakan Apresiasi Komitmen Pemkot Realisasikan Pembangunan Sirkuit Balap dan Proyek Strategis
Tarakan
7 Agustus 2026
Buka Safari Gotong Royong Bareng Demokrat, Ketua DPRD Tarakan Muhammad Yunus Tekankan Pentingnya Keharmonisan dan Lingkungan Clean
Tarakan
7 Agustus 2026
Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Gelar Simulasi OKD Level 1 di Fuel Terminal Tarakan
Energi
6 Agustus 2026

Berita Terhangat

Tarakan

Pemasangan PJU Jalan Poros Tanjung Pasir Tembus 85 Persen, DPRD Tarakan Dorong Penuntasan di APBD-P

11 Agustus 2026
Tarakan

Ketua DPRD Tarakan Hadiri Kenal Pamit Kapolres, Perkuat Sinergi dengan  Polri

11 Agustus 2026
Tarakan

Tuntas Kerjakan Seminisasi dan Ulinisasi, Asrin R. Saleh Buka Akses Jalan Nelayan Pesisir Tarakan

11 Agustus 2026
Tarakan

Lima Dapur Makanan Bergizi di Tarakan Masih Di-suspend, DPRD Kota Tarakan Segera Menyurat ke BGN

11 Agustus 2026
Sebelumnya Berikutnya
Info IndoInfo Indo
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Kehilangan Password ?