Info IndoInfo IndoInfo Indo
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Bacaan : Pasokan Cabai Terbatas, Inflasi Kaltara Naik ke 0,57%
Bagikan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Info IndoInfo Indo
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
Search
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Ikuti Kami
© 2025 Facesia.com
Info Indo > Ekonomi > Pasokan Cabai Terbatas, Inflasi Kaltara Naik ke 0,57%

Pasokan Cabai Terbatas, Inflasi Kaltara Naik ke 0,57%

Arif Rusman
Arif Rusman
Published: 15 Mei 2026
Bagikan
4 Minimal Baca
Bagikan

TARAKAN – Bedasarkan data Badan Pusat Statisktik (BPS), gabungan tiga kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Kalimantan Utara mencatat inflasi month-to-month (mtm) sebesar 0,57% pada Maret 2026. Angka ini lebih tinggi dibandingkan realisasi Februari yang tercatat 0,47%. Meski demikian, inflasi tahunan (year-on-year/yoy) Provinsi Kaltara masih terkendali di level 3,12%, lebih rendah dari inflasi nasional.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Kalimantan Utara, Hasiando G. Manik, menyampaikan kenaikan inflasi bulanan didorong oleh dua kelompok utama, yaitu Makanan, Minuman, Tembakau serta Transportasi.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Komoditas yang memberikan andil terbesar adalah Cabai Rawit dengan andil 0,24%, diikuti Daging Ayam Ras 0,13%, Angkutan Udara 0,10%, Ikan Bandeng 0,05%, dan Telur Ayam Ras 0,05%,” jelas Hasiando dalam keterangan resminya.

Lanjut Hasiando, lonjakan harga Cabai Rawit dipicu oleh meningkatnya permintaan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri serta terbatasnya pasokan di beberapa sentra produksi. Sementara kenaikan Daging Ayam Ras dipengaruhi penyesuaian harga di tingkat pedagang seiring ekspektasi permintaan Lebaran. Kenaikan tarif Angkutan Udara terjadi akibat tingginya mobilitas masyarakat pada puncak arus mudik.

Di sisi lain, tekanan inflasi berhasil diredam oleh deflasi pada Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya, terutama penurunan harga Emas Perhiasan yang memberikan andil minus 0,06%. Penurunan ini sejalan dengan koreksi harga emas global di tengah dinamika ketegangan geopolitik yang masih berlangsung.

Deflasi juga terjadi pada beberapa komoditas hortikultura seperti Sawi Hijau (-0,03%), Kangkung (-0,03%), dan Bayam (-0,01%) akibat pasokan lokal yang melimpah selama masa panen serta cuaca yang kondusif. Angkutan Laut juga mengalami penurunan harga (-0,03%) seiring bergesernya preferensi masyarakat ke transportasi udara.

Hasiando menerangkan, meski inflasi Kaltara saat ini terjaga, terdapat beberapa risiko yang perlu diwaspadai. Dari sisi global, ketegangan geopolitik di Timur Tengah berpotensi menimbulkan shock supply jika terjadi pembatasan lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Sementara dari domestik, gangguan pasokan komoditas strategis seperti cabai dan bawang merah, serta potensi kenaikan tarif Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi perhatian utama.

Untuk menjaga inflasi tetap dalam kisaran target sepanjang 2026, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Kaltara terus memperkuat sinergi melalui strategi 4K. Yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.

Beberapa langkah konkret yang telah dilakukan antara lain pelaksanaan 220 kegiatan pasar murah di berbagai wilayah, penerapan Good Agriculture Practices (GAP) melalui irigasi tetes pada komoditas cabai merah, serta penyediaan sarana pendukung peningkatan produktivitas petani. TPID juga aktif melakukan High Level Meeting, sidak pasar, dan mendorong diversifikasi konsumsi produk olahan.

Sepanjang tahun ini, KPw BI Kaltara juga mendorong program Fasilitasi Distribusi Pangan melalui Mini Distribution Center (MDC) atau Kios Tarakan Hibot. Program ini diharapkan dapat menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan pangan strategis di tengah fluktuasi kebutuhan masyarakat.

“Dengan sinergi yang solid antara BI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, kami optimis inflasi Kaltara dapat terus terkendali mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkas Hasiando. (*)

Reporter : Arif Rusman

Anda Mungkin Juga Menyukai

Senam Sehat Pasar Ikan Higienis
Bandara Juwata Siap Tindak Lanjuti Aspirasi Mahasiswa Perbatasan
Pertamina Patra Niaga Lakukan Penyesuaian Harga Pertamax Series
Lapas Tarakan Resmi Kantongi Hak Merk Produk UMKM Warga Binaan
Meja Kerja, Laptop, dan Americano yang Dingin
Bagikan Artikel ini
Facebook Copy Link Print

Berita Terbaru

Vonis Nadiem Sesuai Fakta Persidangan, JPU: Ini Murni Penegakan Hukum
Hukum & Kriminal
1 Juli 2026
Bukan Pencari Kerja, Pemuda Tarakan Ini Pilih Jadi Pencipta Lapangan Kerja
Pendidikan
30 Juni 2026
Hasil Seleksi Jalur Domisili SMPN Tangsel Diumumkan Malam Ini, Pemkot Jamin Transparansi
Pendidikan
26 Juni 2026
Air Bersih untuk Rakyat, Kado Nyata HUT Bhayangkara ke-80 dari Polda Kaltara
Kaltara
25 Juni 2026

Berita Terhangat

Ekonomi

Polsek Tarakan Utara Pantau Pertumbuhan Jagung Pipil Binaan Pok Tani Flora Fauna

23 Mei 2026
Ekonomi

TPID Tarakan Pastikan Sapi Kurban Bebas Penyakit

22 Mei 2026
Ekonomi

Pengawasan Ketat Hewan Kurban di Tarakan, Semua Legal

22 Mei 2026
Ekonomi

SPBI Kaltara Lancar, Adopsi QRIS Naik Meski Transaksi Turun

17 Mei 2026
Sebelumnya Berikutnya
Info IndoInfo Indo
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Kehilangan Password ?