Info IndoInfo IndoInfo Indo
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Bacaan : Pemuda Muhammadiyah Tarakan Desak Kepatuhan Regulasi Tarif Ojek Online, Keluhan Driver: Potongan Aplikasi Capai 50% dan Isu Diskriminasi
Bagikan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Info IndoInfo Indo
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
Search
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Ikuti Kami
© 2025 Facesia.com
Info Indo > Prov. Kaltara > Pemuda Muhammadiyah Tarakan Desak Kepatuhan Regulasi Tarif Ojek Online, Keluhan Driver: Potongan Aplikasi Capai 50% dan Isu Diskriminasi

Pemuda Muhammadiyah Tarakan Desak Kepatuhan Regulasi Tarif Ojek Online, Keluhan Driver: Potongan Aplikasi Capai 50% dan Isu Diskriminasi

Siddiq Rustan
Siddiq Rustan
Published: 27 Oktober 2025
Bagikan
3 Minimal Baca
Bagikan

TARAKAN – Persoalan tarif dan potongan komisi yang mencekik pengemudi ojek online (ojol) di Tarakan kembali mencuat. Perwakilan dari Pemuda Muhammadiyah, yang bertindak atas nama para driver yang merasa takut untuk bersuara, menyampaikan langsung keluhan tersebut ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tarakan, Senin (27/10/2025).

Dalam Rapat Dengar Pendapat yang digelar komisi III DPRD Kota tarakan, Zulfikar, Sekretaris Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Tarakan, yang bertindak sebagai penyampai aspirasi, para driver ojol di Tarakan merasa terintimidasi oleh pihak aplikator.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Rasa takut kepada aplikator sangat besar, mereka khawatir jika identitasnya bocor, mereka akan mendapatkan sanksi berupa diskriminasi, seperti tidak mendapatkan penumpang. Ada kasus di mana driver yang menginisiasi aksi, tidak mendapatkan penumpang selama kurang lebih satu bulanan,” ungkap Zulfikar.

Salah satu tuntutan utama para driver adalah penyesuaian tarif, minimal disamakan dengan tarif yang berlaku di Kalimantan Timur (Kaltim), yang kisarannya mencapai Rp15.000 hingga Rp17.000 untuk tarif terendah.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Para driver menyoroti perbedaan mencolok, seperti contoh tarif terendah untuk mobil (roda empat) di Tarakan untuk jarak 0–4 km yang hanya Rp11.600, dinilai sangat rendah.

Persoalan ini pernah berhasil diatasi di Kaltim, di mana Gubernur sempat mengambil langkah tegas dengan menutup aplikator yang enggan menaikkan tarif, hingga akhirnya aplikator bersedia patuh.

Masalah lain yang dianggap melanggar regulasi adalah terkait potongan komisi. Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan (KP) Nomor 1001 Tahun 2022 untuk roda dua, total komisi yang diizinkan adalah 20% (15% untuk aplikator, 5% untuk kesejahteraan driver), dengan sisa 80% diterima oleh driver.

Zulfikar menyampaikan bahwa di lapangan, khususnya pada salah satu aplikator besar, potongan yang diterima driver jauh melampaui 20% yang diatur oleh KP 1001.

“Aplikator juga mengambil biaya lain seperti biaya sewa aplikasi dan biaya keselamatan/kesejahteraan. Jika diakumulasikan, potongan ini bisa mencapai 50%. Sebagai contoh, total tarif penumpang Rp21.000, namun driver hanya mendapatkan bersih Rp12.000,” jelasnya, sembari menyebut kondisi ini sebagai penjajahan gaya baru.

Selain itu, isu kesejahteraan dan asuransi juga menjadi perhatian serius. Meskipun biaya tunjangan asuransi tertera di struk, driver dilaporkan tidak mendapatkan perlindungan asuransi ketika mengalami musibah atau kecelakaan, memaksa mereka untuk melakukan patungan sesama driver ojol.

Para driver juga mempertanyakan klaim aplikator di daerah yang selalu beralasan bahwa penentuan tarif adalah kebijakan pusat, sementara di sisi lain, aplikator terbukti bisa menaikkan tarif secara drastis saat ada event tertentu di Tarakan.

Melalui forum ini, Pemuda Muhammadiyah berharap adanya kepastian hukum dari pemerintah daerah yang dapat memaksa aplikator untuk mematuhi regulasi yang berlaku demi menjamin kesejahteraan ribuan driver ojek online di Kalimantan Utara. (sdq)

Anda Mungkin Juga Menyukai

Atasi Krisis Air Baku Tarakan, Dari Pengadaan Pompa sampai Pipanisasi Bulungan-Tarakan Sudah Dibahas
Jalan di Selumit Pantai Disemenisasi, Warga Apresiasi Kinerja Hj Jamaliah
Disdik Tarakan Pastikan Tidak Ada Potongan PIP, Bantuan Transfer Langsung ke Rekening Murid
Tarakan Kekurangan Tenaga Guru, Pemkot Koordinasi ke Pusat
Herman Tegaskan Bantuan PIP Harus Tepat Saran, Tanpa Potongan Dalam Bentuk Apapun
Bagikan Artikel ini
Facebook Copy Link Print

Berita Terbaru

Polisi Tangkap Penimbun BBM Subsidi di Kaltara
Hukum & Kriminal
27 September 2026
Program Pusling Lapas Tarakan Dukung Literasi Warga Binaan
Literasi
25 September 2026
HLM BI Kaltara Dorong Money Changer Berizin di Kalimantan Utara
Ekonomi
25 September 2026
Tarakan Juara TPID Award 2026, Inflasi Terkendali lewat Inovasi Lokal
Ekonomi
25 September 2026

Berita Terhangat

BeritaBudayaSeni BudayaTarakan

Pekan Kebudayaan Daerah VI Ditutup, Ketua DPRD Tarakan Muhammad Yunus : Kebudayaan dan Keharmonisan Masyarakat Harus Dirawat Bersama

25 Agustus 2026
KaltaraProv. Kaltara

Jembatan Garuda Juata Kerikil Resmi Dibuka, Warga Hemat Jarak Tempuh 7 Km

13 Agustus 2026
Tarakan

DPRD Tarakan Dorong Kepastian Status Lahan di WKP

11 Agustus 2026
Tarakan

Komisi I DPRD Tarakan Minta BPN Atensi Pengajuan Sertifikat Lahan Warga Mamburungan

11 Agustus 2026
Sebelumnya Berikutnya
Info IndoInfo Indo
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Kehilangan Password ?