JAKARTA – Panitia Khusus (Pansus) IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus mematangkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengembangan Perbukuan dan Budaya Literasi. Upaya ini dilakukan melalui kunjungan kerja ke Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Kamis (9/4/2026).
Rombongan dipimpin Ketua Pansus IV, Syamsuddin Arfah, bersama anggota Tamara Moriska, Muhammad Hatta, Listiani, Rahman, dan Dino Andrian. Turut hadir perwakilan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltara, INOVASI Kaltara, serta Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP).
Dalam pertemuan tersebut, Pansus menegaskan bahwa Raperda yang tengah disusun tidak hanya berorientasi pada penyediaan buku, tetapi juga penguatan budaya literasi masyarakat secara menyeluruh.
“Regulasi ini diarahkan untuk mendorong tumbuhnya budaya literasi yang berdampak nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial,” ujar Syamsuddin.
Masukan juga datang dari INOVASI Kaltara yang menyoroti pentingnya literasi berkualitas. Mereka menekankan bahwa literasi tidak cukup hanya pada kemampuan membaca, tetapi juga mencakup pemahaman mendalam terhadap isi bacaan.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas RI, Adin Bondar, mengingatkan agar Raperda disusun selaras dengan kebijakan nasional dan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI) yang kini memengaruhi pola akses informasi.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan perpustakaan sebagai layanan dasar bagi masyarakat.
Dari hasil pembahasan, sejumlah poin strategis disepakati untuk dimasukkan dalam draf akhir Raperda. Di antaranya pengaturan keseimbangan antara buku cetak dan digital, penguatan distribusi bahan bacaan hingga tingkat keluarga dan sekolah, serta dukungan bagi penulis dan penerbit lokal.
Selain itu, peran Bunda Literasi dan Duta Baca Daerah juga ditegaskan sebagai penggerak utama dalam meningkatkan minat baca masyarakat.
Melalui penyempurnaan ini, DPRD Kaltara berharap Raperda Literasi dapat menjadi instrumen efektif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk di era digital dan kecerdasan buatan.

