BULUNGAN – Berangkat dari desa terpencil di Tanah Kuning dengan penuh keterbatasan, Risman Tajuddin membuktikan tekad dan keberanian untuk mengambil peluang dapat mengubah perjalanan hidup seseorang.
“Alasan saya meninggalkan tanah kelahiran waktu itu karena ingin mencari pengalaman dan membantu perekonomian keluarga. Di desa saat itu peluang kerja masih sangat terbatas, jadi saya memberanikan diri merantau ke Kalimantan Timur dengan harapan bisa belajar banyak hal dan memperbaiki masa depan,” ujarnya, Jumat (22/5/26).
Sebelum dikenal sebagai salah satu pelaku usaha di kawasan industri, untuk menyambung hidup dan memenuhi kebutuhan keluarga, Risman mengaku pernah mencoba berbagai pekerjaan saat merantau ke Kalimantan Timur. Mulai dari tempat pencucian motor dan mobil, menjadi pelayan atau waiters, loper koran, hingga menjadi badut di salah satu mall di Samarinda.
“Dari pekerjaan-pekerjaan itu saya belajar arti kerja keras, disiplin, dan bagaimana menghargai setiap proses kehidupan,” lanjutnya.
Tidak mudah, itulah kata yang tepat dari kisah perjalanan Risman. Berbagai kendala dan pengalaman yang pahit harus ia lalui, dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan dan asal muasal dari daerah terpencil, kadang ia mendapat perlakuan yang tidak mengenakkan. Dengan kondisi tersebut, tidak memutus semangatnya untuk terus berjuang menggapai impiannya. Malah menjadikan dirinya sebagai sosok yang lebih kuat dan pantang menyerah.
“Tetapi justru pengalaman itulah yang membentuk mental dan semangat saya sampai hari ini,” katanya.
Setelah melalui semua pekerjaan diatas, pada tahun 2019, ia mendapat titik terang perjalanan hidupnya. Setelah mendapat informasi akan dibangun kawasan industri di kampung halamannya, ia memutuskan kembali ke Desa Tanah Kuning untuk mencoba mengambil bagian dalam perubahan besar tersebut.
“Saya berpikir kalau daerah saya akan maju, maka saya harus ikut ambil bagian di dalamnya. Dengan keyakinan dan keberanian, saya memutuskan kembali ke tanah kelahiran untuk mencoba membangun karier dan usaha di sana,” tuturnya.
Setelah kembali, ia sempat bekerja sebagai tenaga administrasi di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Utara selama kurang lebih dua tahun. Tak berhenti di situ, Risman juga pernah menjadi tenaga teknis kehutanan di Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Utara.
“Awal proses di BPSDM Kaltara dan Dishut Kaltara dimulai dari keinginan untuk terus belajar dan membangun relasi kerja yang baik. Saya banyak belajar tentang kedisiplinan, administrasi, serta memahami bagaimana bekerja secara profesional di lingkungan pemerintahan dan lapangan. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam perjalanan saya selanjutnya,” ungkapnya.
Pengalaman dan relasi yang terus berkembang kemudian membawanya mendapatkan tawaran untuk bergabung di PT. Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) sebagai Government Relationship. Dari sana, ia mulai melihat peluang besar di sektor jasa penunjang kawasan industri.
Dengan penuh keberanian dan keyakinan, Risman akhirnya mendirikan perusahaan jasa bongkar muat bernama PT. Pantai Indah Perkasa (PT. PIP). Melalui perusahaan tersebut, ia ikut andil dalam berbagai kegiatan operasional di kawasan industri hingga saat ini.
Bukan semata untuk dirinya sendiri, ia mendirikan perusahaan itu agar putra daerah juga bisa ikut terlibat, baik bekerja maupun berkembang di daerah sendiri.
“Dari niat itu, saya mulai memberanikan diri membangun perusahaan secara bertahap dengan harapan bisa memberikan manfaat bagi banyak orang,” pungkasnya.
Risman berharap kisahnya dapat menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat, khususnya Desa Tanah Kuning. Dengan semangat, kemauan, serta keberanian untuk mengambil peluang menjadi poin utama untuk berkembang. Merintis dari pekerjaan sederhana, hingga menjadi bagian dari perkembangan kawasan industri. (sdq)

