TARAKAN – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Utara (Kaltara), Syamsuddin Arfah, mengungkapkan bahwa kondisi anggaran daerah saat ini dinilai kurang sehat. Pernyataan itu disampaikannya di sela-sela kegiatan reses yang digelar di Tarakan, baru-baru ini.
Alih-alih membuka ruang aspirasi secara besar-besaran, Syamsuddin memilih mekanisme yang berbeda. Ia lebih banyak mendengarkan kendala masyarakat secara spesifik, terutama terkait infrastruktur seperti akses jalan dan kanalisasi parit. Alasan di balik pendekatan ini dijelaskannya secara terus terang.
“Kenapa saya juga tidak terlalu buka untuk yang tahun ini dalam bentuk menerima banyak masukan. Karena kita lihat ini memang anggaran lagi kurang sehat. Jadi nanti daripada banyak penimbunan janji, lebih baik kita ini lebih banyak untuk memperbaiki sistemnya,” ujar Syamsuddin pada Senin 18 Mei 2026.
Dalam reses tersebut, ia mendapati sejumlah kendala di lapangan. Misalnya, usulan warga untuk pengerjaan fisik sepanjang 25 meter hanya terealisasi 20 meter akibat pemotongan pajak dan keterbatasan alokasi. Meski demikian, Syamsuddin memastikan akan mengawal kendala-kendala yang ada.
“Dengan saya mendengarkan ini berarti pertama saya akan kawal kendala-kendala kalau ada. Seperti misalnya akses jalan dan sebagainya,” tegasnya.
Politikus yang akrab disapa Syam itu pun meminta timnya mencatat seluruh masukan, dengan penekanan bahwa fungsi reses kali ini lebih diarahkan untuk perbaikan sistem, bukan sekadar penampungan janji politik. (sdq)

