Info IndoInfo IndoInfo Indo
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Bacaan : Supaad Hadianto Tekankan Sinergi Pendidikan dan Ketenagakerjaan di Kaltara
Bagikan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Info IndoInfo Indo
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
Search
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Ikuti Kami
© 2025 Facesia.com
Info Indo > Kaltara > Supaad Hadianto Tekankan Sinergi Pendidikan dan Ketenagakerjaan di Kaltara

Supaad Hadianto Tekankan Sinergi Pendidikan dan Ketenagakerjaan di Kaltara

Arif Rusman
Arif Rusman
Published: 17 Mei 2026
Bagikan
4 Minimal Baca
Bagikan

TARAKAN – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Utara (Kaltara), Supaad Hadianto, menggelar kegiatan sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang dihadiri masyarakat, perwakilan organisasi kemasyarakatan, dan tokoh agama, Minggu (17/5/2026).

Selain membahas mekanisme penerimaan siswa baru, acara ini juga membahas isu ketenagakerjaan serta peran organisasi masyarakat di bawah naungan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dan problem ketenagakerjaan di Kaltara.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Kegiatan yang berlangsung di Tarakan ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara, Hasanuddin, serta Kepala Kesbangpol Tarakan, Muhammad Haris. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan aspirasi dari peserta.

Salah satu sorotan dalam sesi diskusi datang dari Fitriani perwakilan TBMI Kaltara yang menanyakan strategi Kesbangpol dalam mencegah paham radikalisme yang berpotensi memecah belah bangsa.

Muhammad Haris menjawab Indonesia sebagai negara heterogen memerlukan pendekatan holistik. Menurutnya, radikalisme bukan semata-mata soal agama, melainkan juga dipicu oleh ketimpangan sosial dan ekonomi.

“Peran penting pemimpin adalah bagaimana mampu memberikan kesejahteraan. Kalau masyarakatnya makmur, tentu pemerintahannya sejahtera,” ujar Haris.

Strategi utama yang dijalankan Kesbangpol adalah memperkuat intensitas dialog dengan masyarakat dan tokoh agama agar mendapat pemahaman yang utuh tentang beragama yang moderat dan inklusif.

Petra, mahasiswa Universitas Borneo Tarakan (UBT) menyampaikan aspirasi terkait sosialisasi SPMB. Ia menyoroti absennya persyaratan fisik seperti tinggi badan minimal, padahal dunia industri sering mensyaratkan hal tersebut.

Menanggapi hal itu, Hasanuddin menegaskan SMK memiliki karakter berbeda karena bertujuan menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) siap kerja. Tahun ini, Disdikbud Kaltara menekankan pelaksanaan tes minat dan bakat oleh satuan pendidikan masing-masing untuk memetakan kecenderungan calon peserta didik.

Okta dari Himpunan Mahasiswa Sebatik Tarakan menyampaikan keluhan bahwa masih banyak tenaga pendidik di wilayah perbatasan yang mengajar tidak sesuai latar belakang akademiknya.

Hasanuddin mengakui Kaltara masih kekurangan sekitar 700 guru. “Memang problem kita di Kaltara, tapi kami terus berupaya agar yang mengajar bidang studi itu tidak terlalu jauh dari bahan ajarnya,” katanya.

Disdikbud Kaltara terus berkoordinasi dengan satuan pendidikan tanpa melanggar regulasi, terutama karena tidak ada lagi pengangkatan PPPK maupun honorer baru. Capaian pendidikan di Sebatik juga menjadi perhatian, baik dari sisi penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi maupun penyiapan lulusan SMK untuk dunia kerja.

Usman, mahasiswa UBT lainnya, menyampaikan keluhan jalur zonasi yang dianggap kurang tepat di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), khususnya Sebatik, karena infrastruktur sekolah belum merata.

Hasanuddin menjelaskan dua tahun terakhir zonasi diganti dengan sistem domisili. Untuk Sebatik, mekanisme domisili tetap berlaku dengan batasan maksimal 36 peserta didik per rombel. Bagi wilayah seperti Malinau dan Krayan ada kekhususan sistem offline. Salah satu solusi yang dilakukan adalah penambahan jumlah kelas di sekolah negeri Sebatik serta keberadaan sekolah swasta sebagai penampung.

Dalam kesempatan tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Kaltara, Supaad Hadianto juga menekankan persoalan utama penyerapan SDM lokal di perusahaan. Ia menyebut Perda Nomor 01 Tahun 2026 yang mengatur tentang tenaga kerja lokal, khususnya yang tinggal terdekat dengan perusahaan.

“Problemnya adalah SDM yang sesuai dengan kualifikasi perusahaan. Perusahaan membuka kesempatan, tapi butuh tenaga kerja yang sesuai,” ungkap Supaad.

Ia menyoroti kelemahan lulusan kejuruan yang sering terkendala sertifikasi. Komisi IV DPRD Kaltara akan mendorong pendirian sekolah kejuruan yang meluluskan SDM siap pakai. Namun, tantangan anggaran dan administrasi dari pemerintah pusat menjadi kendala.

“Harus ada sinergi informasi antara Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Pendidikan terkait tren kebutuhan tenaga kerja sesuai bidang yang dibutuhkan perusahaan. Ada dua alternatif, mendirikan sekolah kejuruan dan sharing informasi yang lebih baik,” tegas Supaad Hadianto.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah konkret meningkatkan kualitas pendidikan dan ketenagakerjaan di Kaltara, sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat di wilayah perbatasan. (*)

Reporter : Arif Rusman

Anda Mungkin Juga Menyukai

Pemberdayan Warga Binaan, Hasilkan Produk UMKM Hingga Tabungan Premi
Air Bersih untuk Rakyat, Kado Nyata HUT Bhayangkara ke-80 dari Polda Kaltara
ISOG Capai Gas Pertama Lapangan Karamba di Kalimantan Timur, Siap Pasok Kilang Balikpapan
Hari Bakti ke-79, Lanud Anang Busra Kirim 5 Ton Bantuan ke Krayan
Hari Ketiga Pencarian, Basarnas Sisir Hutan Cari Warga Tarakan Hilang
Bagikan Artikel ini
Facebook Copy Link Print

Berita Terbaru

Gelar Diskusi, DPW SPEDA Sulsel Dukung Penguatan Transformasi UMKM Desa Go Digital
Berita Komunitas
7 Juli 2026
MAPALASTA Ambil Peran Strategis dalam Riset Nasional Restorasi Gunung Bulu Bawakaraeng Berbasis Ekoteologi
Berita Pendidikan Sosialisasi
5 Juli 2026
Menolak Hak Bicara Nadiem Pasca-Vonis Bukan Pelanggaran, Pengamat: Diskresi Hakim dan Manajemen Krisis
Hukum
2 Juli 2026
Sekolah Lansia NURANI Hadir di Tarakan, Ajak Lansia Tetap Aktif dan Bahagia
Pendidikan
2 Juli 2026

Berita Terhangat

BeritaHukumKaltaraMahasiswaProv. KaltaraTarakanViral

Direktur PDAM Tarakan Dilaporkan ke Polisi, Iwan Setiawan : Belum Saatnya Saya Bicara

29 Mei 2026
Kaltara

Syamsuddin Arfah Pastikan Dana Umat di Baznas Kaltara Aman

24 Mei 2026
Kaltara

Bukan Sekadar Viral, AMSINDO Kaltara dan PWI Tarakan Tekankan Pentingnya Verifikasi

23 Mei 2026
Kaltara

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Pastikan Penanganan Cepat dan Keselamatan Operasional di SPBU Tanjung Selor

18 Mei 2026
Sebelumnya Berikutnya
Info IndoInfo Indo
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Kehilangan Password ?