Info IndoInfo IndoInfo Indo
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Bacaan : KaShafa 2026 Dorong Akselerasi Ekonomi Syariah di Kalimantan Utara
Bagikan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Info IndoInfo Indo
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
Search
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Ikuti Kami
© 2025 Facesia.com
Info Indo > Kaltara > KaShafa 2026 Dorong Akselerasi Ekonomi Syariah di Kalimantan Utara

KaShafa 2026 Dorong Akselerasi Ekonomi Syariah di Kalimantan Utara

Arif Rusman
Arif Rusman
Published: 25 April 2026
Bagikan
4 Minimal Baca
Bagikan

TARAKAN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Utara bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Utara dan berbagai pemangku kepentingan menggelar Kaltara Sharia Festival (KaShafa) 2026. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2026 sekaligus wujud konkret sinergi lintas lembaga untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah.

Wakil Walikota Tarakan, Ibnu Saud Is, menyatakan KaShafa 2026 merupakan momentum strategis untuk memperkuat peran ekonomi syariah sebagai pilar pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Menurutnya, Kalimantan Utara memiliki potensi besar menjadi motor penggerak ekonomi nasional, khususnya di kawasan perbatasan.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Kita komitmen mendorong penguatan ekonomi syariah melalui pengembangan industri halal, peningkatan literasi keuangan syariah, serta percepatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha. Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi erat dengan Kementerian Agama, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), dan Bank Indonesia lewat Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS),” ujar Ibnu Saud Is.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Utara, Hasiando, menambahkan bahwa ekonomi syariah kini menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru (new source of growth) yang strategis. Hal ini sejalan dengan capaian Indonesia yang menduduki peringkat ketiga dunia dalam pengembangan ekonomi syariah menurut laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025.

“Di tingkat daerah, perkembangan ekosistem ekonomi syariah juga menunjukkan tren positif. Jumlah UMKM tersertifikasi halal meningkat 64,96 persen (yoy), sementara pembiayaan perbankan syariah tumbuh 12,93 persen (yoy) sepanjang tahun 2025. Capaian ini mengindikasikan fondasi ekonomi syariah di Kalimantan Utara semakin kokoh, baik dari sisi pelaku usaha maupun akses pembiayaan,” jelas Hasiando.

KaShafa 2026 mengusung tema “Penguatan Halal Value Chain untuk Mendukung Ekonomi Syariah di Kalimantan Utara”. Rangkaian kegiatannya mencakup Bazar UMKM Halal, Seminar Ekonomi, Investasi, dan Pembiayaan Syariah, Talkshow Literasi Keuangan Syariah, Pelatihan Sistem Jaminan Halal, Penghimpunan Wakaf Produktif, serta berbagai kompetisi kreatif berbasis syariah.

Program Road to KaShafa telah sukses digelar pada 1–15 Maret 2026 dengan melibatkan 42 UMKM unggulan. Puncak acara berlangsung pada 24–26 April 2026 di Islamic Center Tarakan, diikuti 54 UMKM dan meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, Bank Indonesia menggandeng Bulog dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menyelenggarakan pasar murah untuk menjaga keterjangkauan harga bahan pokok sekaligus mendukung stabilitas inflasi. Rangkaian ditutup dengan Tabligh Akbar yang menghadirkan penceramah nasional Ustadz Das’ad Latif.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperkuat nilai-nilai keislaman, tetapi juga meningkatkan literasi keuangan syariah masyarakat sehingga mendorong perilaku ekonomi yang lebih bijak dan sesuai prinsip syariah.

Melalui KaShafa 2026, para penyelenggara menargetkan nilai transaksi ekonomi syariah mencapai Rp 3 miliar, naik dari Rp 2,6 miliar pada tahun sebelumnya. Hasiando menegaskan, acara ini diharapkan memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan, memperluas akses pasar UMKM halal hingga tingkat nasional dan internasional, serta menjadikan ekonomi syariah sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi di Kalimantan Utara.

“Ke depan, seluruh pihak diharapkan terus memperkuat kolaborasi ini,” pungkas Hasiando. (*)

Reporter : Arif Rusman

Anda Mungkin Juga Menyukai

Hari Bakti ke-79, Lanud Anang Busra Kirim 5 Ton Bantuan ke Krayan
Hari Ketiga Pencarian, Basarnas Sisir Hutan Cari Warga Tarakan Hilang
Direktur PDAM Tarakan Dilaporkan ke Polisi, Iwan Setiawan : Belum Saatnya Saya Bicara
Syamsuddin Arfah Pastikan Dana Umat di Baznas Kaltara Aman
Bukan Sekadar Viral, AMSINDO Kaltara dan PWI Tarakan Tekankan Pentingnya Verifikasi
TAGGED:Bank IndonesiaEkonomi SyariahkaltaraKashafaKpw BI Kaltaratarakan
Bagikan Artikel ini
Facebook Copy Link Print

Berita Terbaru

Lapas Kelas IIA Tarakan Hadirkan Pembinaan Kerohanian Islam Inklusif bagi WBP
Hukum & Kriminal
18 Juni 2026
Modal Kotak Susu buat Selundupkan Sabu, Kurir Dibekuk di Bandara Juwata
Hukum & Kriminal
18 Juni 2026
Masa sih, DS Punya Dapur MBG?
Berita Prov. Kaltara Tarakan
11 Juni 2026
Anak Muda Dominasi, PDI Perjuangan Tarakan Siap Turun ke Akar Rumput
Politik
11 Juni 2026

Berita Terhangat

Kaltara

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Pastikan Penanganan Cepat dan Keselamatan Operasional di SPBU Tanjung Selor

18 Mei 2026
Kaltara

Supaad Hadianto Tekankan Sinergi Pendidikan dan Ketenagakerjaan di Kaltara

17 Mei 2026
Kaltara

Program Rehabilitasi Lapas Tarakan Sukses Bersihkan Adiksi

6 Mei 2026
Kaltara

Pendaftar Pertama Muncul, Abdul Salam Usung HMI TEKAD

3 Mei 2026
Sebelumnya Berikutnya
Info IndoInfo Indo
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Kehilangan Password ?