Info IndoInfo IndoInfo Indo
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Bacaan : Dari Reses Syamsuddin Arfah: Ada Warga yang Butuh Informasi Beasiswa, Ada yang Sudah Menikmatinya
Bagikan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Info IndoInfo Indo
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
Search
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Ikuti Kami
© 2025 Facesia.com
Info Indo > Prov. Kaltara > Tarakan > Dari Reses Syamsuddin Arfah: Ada Warga yang Butuh Informasi Beasiswa, Ada yang Sudah Menikmatinya

Dari Reses Syamsuddin Arfah: Ada Warga yang Butuh Informasi Beasiswa, Ada yang Sudah Menikmatinya

Siddiq Rustan
Siddiq Rustan
Published: 18 Mei 2026
Bagikan
3 Minimal Baca
Bagikan
TARAKAN – Minimnya akses informasi mengenai program beasiswa masih terjadi di Kalimantan Utara. Sebagian warga mengaku tidak mengetahui adanya bantuan pendidikan dari pemerintah, sementara sebagian lainnya justru menerima beasiswa secara rutin setiap tahun.
Fakta ini terungkap dalam masa reses Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Utara, Syamsuddin Arfah, di Tarakan. Dalam kesempatan itu, Syamsuddin mengaku sengaja menerapkan pendekatan berbeda, yakni lebih banyak mendengarkan ketimbang berbicara.
“Saya mengajukan pertanyaan tentang beasiswa yang ditujukan oleh pemerintah,” ujar Syamsuddin, Senin (18/5/2026).
Dari satu pertanyaan tersebut, ia mengaku menemukan dua kondisi yang kontras. Pertama, masih ada warga yang sama sekali tidak tahu keberadaan program beasiswa. Kelompok ini, menurut Syamsuddin, secara informasi bagaikan terisolasi meskipun secara geografis tinggal tidak jauh dari pusat pemerintahan.
“Yang pertama, ada yang ternyata belum tahu bahwa ada beasiswa,” katanya.
Kedua, ia juga mendapati mahasiswa yang hampir setiap tahun menerima beasiswa. Salah satunya bernama Setiye, yang selama empat tahun kuliah hampir rutin mendapatkan bantuan tersebut.
“Cukup membangun,” ujar Syamsuddin menekankan dampak positif program itu.
Menurutnya, persoalan utama bukan pada ada atau tidaknya beasiswa, melainkan pada distribusi informasi yang tidak merata.
“Nah, itu cerita positifnya. Tapi masih banyak pekerjaan rumah bagi pemerintah dan wakil rakyat untuk menyamakan frekuensi informasi,” ungkapnya.
Tidak hanya soal beasiswa, Syamsuddin juga mempertanyakan perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kepada warga. Para pelaku UMKM di RT 7, Selumit, mengaku telah merasakan manfaat program pemberdayaan, meskipun masih terdapat celah dalam hal akses dan pendampingan.
Syamsuddin menegaskan bahwa pendekatan reses kali ini sengaja dibuat lebih dialogis. Ia meminta setiap masukan dicatat dan tidak ingin sekadar membuka posko aduan lalu menimbun janji.
“Makanya saya minta untuk ada yang mencatat ini. Karena kita lebih banyak mendengarkan,” tegasnya.
Dari hasil mendengarkan, ia merumuskan dua langkah konkret. Pertama, bagi warga yang belum mengetahui adanya beasiswa, ia akan secara aktif menyampaikan informasi tersebut. Kedua, terhadap kendala seperti akses jalan, kanalisasi parit, atau kekurangan anggaran, ia berjanji akan mengawalnya.
“Berarti kan ada yang belum masih klik,” ujarnya menggunakan istilah awam untuk menggambarkan ketidaktersambungan informasi.
Menariknya, Syamsuddin mengaku tidak membuka ruang aspirasi dalam jumlah besar tahun ini. Alasannya, kondisi anggaran daerah dinilai kurang sehat. Ia memilih fokus pada perbaikan sistem ketimbang mengumpulkan janji politik yang belum tentu terealisasi.
“Nanti daripada banyak penimbunan janji, lebih baik kita lebih banyak memperbaiki sistemnya,” jelasnya.
Polemik di RT 7, Selumit, menjadi potret kecil dari minimnya akses informasi di Kalimantan Utara. Program beasiswa yang sudah berjalan baik masih menghadapi tantangan klasik, yakni ketidaktahuan warga.
“Jadi ini memang harus mendengarkan,” simpul Syamsuddin.
Ia berharap pendekatan reses yang lebih mendalam dapat memperbaiki sistem informasi di tingkat tapak, bukan hanya terkait beasiswa, tetapi juga soal infrastruktur dan pemberdayaan UMKM. (sdq)

Anda Mungkin Juga Menyukai

DPRD Tarakan Dorong Kepastian Status Lahan di WKP
Komisi I DPRD Tarakan Minta BPN Atensi Pengajuan Sertifikat Lahan Warga Mamburungan
Soroti Pelayanan BPN Tarakan, DPRD Tekan Pentingnya Kepastian Hukum Hak Tanah Warga
Pengurusan Sertifikat Lahan Warga Mamburungan Tertahan Sumur Tua, DPRD Tarakan Gelar RDP
Ketua DPRD Tarakan Hadiri Pengukuhan DPC IWAPI, Tegaskan Komitmen Dukung Pengusaha Perempuan
Bagikan Artikel ini
Facebook Copy Link Print

Berita Terbaru

Baru Terbentuk, Markoni Domino Club Langsung Gelar Turnamen Eksklusif
Kaltara
8 Agustus 2026
DPRD Tarakan Apresiasi Komitmen Pemkot Realisasikan Pembangunan Sirkuit Balap dan Proyek Strategis
Tarakan
7 Agustus 2026
Buka Safari Gotong Royong Bareng Demokrat, Ketua DPRD Tarakan Muhammad Yunus Tekankan Pentingnya Keharmonisan dan Lingkungan Clean
Tarakan
7 Agustus 2026
Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Gelar Simulasi OKD Level 1 di Fuel Terminal Tarakan
Energi
6 Agustus 2026

Berita Terhangat

Tarakan

Pemasangan PJU Jalan Poros Tanjung Pasir Tembus 85 Persen, DPRD Tarakan Dorong Penuntasan di APBD-P

11 Agustus 2026
Tarakan

Ketua DPRD Tarakan Hadiri Kenal Pamit Kapolres, Perkuat Sinergi dengan  Polri

11 Agustus 2026
Tarakan

Tuntas Kerjakan Seminisasi dan Ulinisasi, Asrin R. Saleh Buka Akses Jalan Nelayan Pesisir Tarakan

11 Agustus 2026
Tarakan

Lima Dapur Makanan Bergizi di Tarakan Masih Di-suspend, DPRD Kota Tarakan Segera Menyurat ke BGN

11 Agustus 2026
Sebelumnya Berikutnya
Info IndoInfo Indo
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Kehilangan Password ?