NUNUKAN – Persatuan Binaraga Fitnes Indonesia (PBFI) Kabupaten Nunukan resmi dilantik dan dikukuhkan jajaran pengurus masa bakti 2026–2030 oleh PBFI Provinsi Kalimantan Utara dengan membawa agenda besar penguatan pembinaan atlet, peningkatan kualitas sumber daya manusia olahraga, serta persiapan menghadapi ajang Porprov Kalimantan Utara 2026.
Ketua Umum PBFI Kabupaten Nunukan, Johansyah, menegaskan kepengurusan baru akan memprioritaskan tiga program utama, yakni pembinaan atlet berjenjang, peningkatan kompetensi pelatih dan wasit melalui sertifikasi, serta pembangunan ekosistem olahraga kebugaran yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Menurutnya, pembinaan atlet akan difokuskan mulai dari tingkat pelajar dengan pola pencarian bakat melalui sekolah maupun pusat kebugaran di Nunukan.
“Kita akan aktif turun ke sekolah dan gym untuk mencari bibit atlet potensial, kemudian membina mereka melalui program latihan yang terukur. Target kami, pada Porprov 2026, PBFI Nunukan mampu berbicara dalam perolehan medali,” kata Johansyah dalam sambutannya (16/5/26).
Selain pembinaan atlet, PBFI Nunukan juga menaruh perhatian pada peningkatan kapasitas pelatih dan perangkat pertandingan. Tahun ini, pihaknya berencana memfasilitasi pelatihan dan sertifikasi bagi pelatih serta wasit daerah melalui kerja sama dengan PBFI Kalimantan Utara.
Johansyah menilai keberadaan pelatih dan wasit yang kompeten menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas prestasi atlet daerah.
Tidak hanya itu, kepengurusan baru juga menargetkan terbentuknya ekosistem olahraga yang sehat dengan menggandeng komunitas fitness, pengelola gym, sponsor, hingga pemerintah daerah. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka ruang kompetisi yang lebih rutin bagi atlet melalui penyelenggaraan event tingkat kabupaten maupun turnamen terbuka.
Sementara itu, Ketua Umum PBFI Kalimantan Utara, Syamsuddin Arfah, menilai Nunukan memiliki potensi besar dalam pengembangan cabang olahraga binaraga dan fitness. Ia menyebut Kabupaten Nunukan selama ini menjadi salah satu daerah penyumbang atlet terbanyak bagi PBFI Kaltara pada berbagai kejuaraan regional.
Syamsuddin mengatakan perkembangan pusat kebugaran dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat menjadi modal penting dalam menjaring atlet baru.
“Olahraga fitness saat ini bukan lagi sekadar unjuk fisik di atas panggung, tetapi sudah menjadi bagian dari lifestyle masyarakat. Ini peluang besar bagi PBFI Nunukan untuk memperkuat pembinaan dan memperluas regenerasi atlet,” ujarnya.
Ia juga mendorong pengurus baru untuk mempercepat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk generasi muda dan komunitas kebugaran, agar olahraga binaraga semakin inklusif dan diminati masyarakat luas.
Selain itu, Syamsuddin menekankan pentingnya menghadirkan wasit dan juri asal Nunukan melalui penguatan pelatihan dan sertifikasi daerah. Menurutnya, hal tersebut penting untuk mendukung pelaksanaan kompetisi yang lebih profesional di tingkat lokal maupun regional.
Pelantikan pengurus PBFI Nunukan periode 2026–2030 diharapkan menjadi langkah awal penguatan organisasi dalam membangun prestasi olahraga binaraga dan fitness dari wilayah perbatasan Kalimantan Utara menuju level yang lebih kompetitif. (Sdq)

