TARAKAN – Sistem Pembayaran Bank Indonesia (SPBI) di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berjalan lancar sepanjang Februari 2025. Meski demikian, nilai transaksi BI-Fast dan BI-RTGS tercatat mengalami kontraksi pada Januari, sementara adopsi QRIS terus menunjukkan pertumbuhan positif.
Ketua KPw Bank Indonesia Kaltara, Hasiando G. Manik, menyatakan pelaksanaan layanan BI-Fast, BI-RTGS, dan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) telah berlangsung dengan efisien, aman, andal, dan lancar di wilayah Kaltara sepanjang Februari.
“Perkembangan sistem pembayaran Bank Indonesia di Kaltara tetap terjaga dengan baik,” ujar Hasiando dalam keterangan resminya.
Menurut data yang dirilis, nilai nominal transaksi BI-Fast pada Januari 2025 mencapai Rp 2,70 triliun. Angka tersebut terkontraksi 15,55% secara year-on-year (yoy). Sementara itu, transaksi BI-RTGS tercatat sebesar Rp 1,08 triliun, atau turun tipis 0,56% (yoy).
Meski nilai transaksi dua instrumen utama tersebut mengalami perlambatan, Bank Indonesia mencatat peningkatan signifikan pada penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Jumlah pengguna QRIS di Provinsi Kalimantan Utara per Januari 2025 telah mencapai 135.041 pengguna. Angka ini bertambah sebanyak 13.604 pengguna baru dibandingkan posisi akhir Desember 2024 yang sebanyak 121.437 pengguna.
Pertumbuhan QRIS ini menunjukkan tren positif digitalisasi pembayaran di Kaltara, meskipun nilai transaksi ritel melalui BI-Fast mengalami koreksi. Peningkatan adopsi QRIS diharapkan dapat mendorong inklusi keuangan dan efisiensi transaksi masyarakat di masa mendatang.
Hasiando menegaskan BI Kaltara terus memantau dinamika sistem pembayaran dan siap mendukung pemulihan serta akselerasi transaksi ekonomi digital di wilayah tersebut.
Hal tersebut mencerminkan komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas sistem pembayaran sebagai infrastruktur penting bagi perekonomian daerah, terutama di tengah fluktuasi aktivitas ekonomi nasional dan regional. (*)
Reporter : Arif Rusman

