Info IndoInfo IndoInfo Indo
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Bacaan : SPMB Hybrid di Kaltara Terganjal Jaringan Baru 30-40% Daring, DPRD Waspadai “Titipan Siswa” di Tahun Politik
Bagikan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Info IndoInfo Indo
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
Search
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Ikuti Kami
© 2025 Facesia.com
Info Indo > Prov. Kaltara > Tarakan > SPMB Hybrid di Kaltara Terganjal Jaringan Baru 30-40% Daring, DPRD Waspadai “Titipan Siswa” di Tahun Politik

SPMB Hybrid di Kaltara Terganjal Jaringan Baru 30-40% Daring, DPRD Waspadai “Titipan Siswa” di Tahun Politik

Siddiq Rustan
Siddiq Rustan
Published: 19 Mei 2026
Bagikan
4 Minimal Baca
Bagikan
TARAKAN – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dengan sistem hybrid (kombinasi daring dan luring) di Kalimantan Utara (Kaltara) masih menghadapi tantangan teknis yang serius. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltara, Syamsuddin Arfah, mengungkapkan bahwa berdasarkan data tahun lalu, baru sekitar 30–40 persen sekolah yang mampu melaksanakan PPDB secara penuh dalam jaringan (daring).
“Masih saya pegang data tahun lalu, kita masih di 30 sampai 40 persen yang bisa menjalankan sifatnya daring atau online. Sisanya tetap harus manual,” ungkap Syamsuddin ketika menghadiri dialog “Sapa Kaltara” di Studio RRI Tarakan, Selasa (19/5/26).
Artinya, lebih dari separuh sekolah di provinsi berjuluk Benuanta itu masih mengandalkan sistem manual untuk menutupi kekurangan akses dan infrastruktur digital. Kondisi ini, menurut Syamsuddin, sebenarnya bukanlah persoalan baru dan telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, Komisi IV bersama Dinas Pendidikan Kaltara serta perwakilan kepala sekolah dari Nunukan dan Tarakan menggelar pertemuan sekitar satu minggu lalu menyimpulkan bahwa diskusi tidak lagi berkutat pada dilema daring versus luring.
“Kami sudah sampai pada kesimpulan, ini bukan titik persoalan itu lagi. Yang paling penting sekarang adalah penguatan jaringannya. Jangan sampai error, karena kalau error akan bermasalah keseluruhan,” tegas Syamsuddin.
Ia mengakui bahwa Dinas Pendidikan selama beberapa tahun terakhir telah melakukan upaya antisipasi. Namun, realitas di lapangan menunjukkan kendala teknis seperti pemadaman sinyal dan server down masih menjadi momok utama, khususnya di wilayah perbatasan seperti Nunukan dan Tarakan.
Menghadapi kondisi ini, DPRD Kaltara mengambil sikap yang lebih pragmatis. Alih-alih memaksakan agar semua sekolah beralih 100% daring, Syamsuddin justru mengimbau orang tua siswa untuk mengikuti prosedur yang ada secara fleksibel namun tertib.
“Kami di DPRD lebih cenderung ke orang tua. Ikuti saja semua prosedurnya. Kalau tidak bisa masuk (daring), jangan memaksakan. Bisa coba di tempat yang lain, atau pakai manual,” jelasnya.
Menurutnya, memaksakan anak untuk tetap masuk jalur daring di lokasi dengan sinyal buruk justru akan menimbulkan masalah di kemudian hari. “Jangan sampai anak-anak dipaksa masuk, dititip, dan lain sebagainya. Itu akan bermasalah di belakang hari,” imbuhnya.
Bagian terpenting dari keterangan Syamsuddin adalah kekhawatirannya terhadap potensi penyalahgunaan wewenang di masa SPMB, mengingat saat ini sedang memasuki tahun politik. Sebagai pemegang jabatan politis, ia mengakui SPMB adalah periode yang “sangat riskan”.
“Kami termasuk jabatan politis. Masyarakat pasti akan merekomendasikan anaknya untuk sekolah tertentu. Itu catatan buat kita semua,” ujarnya.
Ia mengungkapkan dalam pertemuan minggu lalu, DPRD dan Dinas Pendidikan sepakat untuk menolak tegas kebijakan “menerima titipan” siswa yang tidak memenuhi syarat. Ada kekhawatiran bahwa kebijakan titipan akan mengacaukan proses seleksi yang seharusnya berbasis zonasi dan kapasitas akademik.
“Kami sepakat, jangan sampai ada kebijakan untuk menerima titipan. Karena itu akan bermasalah untuk selanjutnya. Lebih banyak pembahasan di pertemuan kami minggu lalu ke arah sana,” kata Syamsuddin.
DPRD Kaltara menegaskan saat ini patokan akademik dan aturan SPMB sudah jelas. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi siapa pun, termasuk para pejabat dan calon legislatif, untuk meminta perlakuan khusus.
“Kita buat kesepakatan. Ikuti aturannya. Kalau tidak, pasti akan muncul permasalahan di belakang hari,” pungkas Syamsuddin.
Dengan realitas jaringan yang masih timpang dan ancaman politik titipan siswa, pelaksanaan SPMB hybrid tahun ini di Kaltara diprediksi akan menjadi ujian besar bagi kolaborasi Dinas Pendidikan dan DPRD. Masyarakat diimbau untuk aktif melaporkan jika menemukan praktik titipan atau penyimpangan prosedur di lapangan. (sdq)

Anda Mungkin Juga Menyukai

Dari Reses Syamsuddin Arfah: Ada Warga yang Butuh Informasi Beasiswa, Ada yang Sudah Menikmatinya
Anggaran Daerah Dinilai Belum Stabil, Anggota DPRD Kaltara Pilih Perbaiki Sistem daripada Menimbun Janji
DPRD Kaltara Buka Ruang Dialog Pekerja dan Perusahaan, Syamsuddin: Tidak Ada Sekat
DPRD Kaltara Respon Aspirasi Buruh, Satgas Pengawas Ketenagakerjaan Segera Dibahas
Gelar Reses, Syamsuddin Arfah Libatkan Disnaker dan BPJS untuk Jawab Keluhan Warga
Bagikan Artikel ini
Facebook Copy Link Print

Berita Terbaru

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Pastikan Penanganan Cepat dan Keselamatan Operasional di SPBU Tanjung Selor
Kaltara
18 Mei 2026
Komitmen Zero Halinar Diperkuat Lewat Razia Rutin Rutan Tanjung Redeb
Hukum
17 Mei 2026
Bola Panas Penahanan Ibrahim Arief, Pengamat: Pengadilan Tinggi Jangan Mengulur Waktu Koruptor untuk Ditahan
Hukum
17 Mei 2026
Supaad Hadianto Tekankan Sinergi Pendidikan dan Ketenagakerjaan di Kaltara
Kaltara
17 Mei 2026

Berita Terhangat

BeritaNunukanProv. Kaltara

Syamsuddin Arfah: Nunukan Punya Potensi Besar Jadi Barometer Fitness Kaltara

17 Mei 2026
BeritaNunukanProv. Kaltara

PBFI Nunukan Fokus Cetak Atlet dan Perkuat Sertifikasi Pelatih, Targetkan Prestasi di Porprov 2026

17 Mei 2026
BeritaProv. KaltaraTarakan

Diduga Masalah Asmara, Remaja 18 Tahun Ditemukan Meninggal di Karang Anyar

17 Mei 2026
BeritaBulunganProv. Kaltara

SMSI Kaltara Ajak Pemprov Jaga Ekosistem Media Lokal

13 Mei 2026
Sebelumnya Berikutnya
Info IndoInfo Indo
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Kehilangan Password ?