Info IndoInfo IndoInfo Indo
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Bacaan : BWS Sebut Solusi Memaksimalkan Suplai Embung Binalatung Adalah Pengerukan
Bagikan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Info IndoInfo Indo
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
Search
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Ikuti Kami
© 2025 Facesia.com
Info Indo > Prov. Kaltara > Tarakan > BWS Sebut Solusi Memaksimalkan Suplai Embung Binalatung Adalah Pengerukan

BWS Sebut Solusi Memaksimalkan Suplai Embung Binalatung Adalah Pengerukan

Redaksi
Redaksi
Published: 8 Oktober 2022
Bagikan
3 Minimal Baca
Bagikan

TARAKAN – Kebutuhan air baku untuk Kecamatan Tarakan Timur dan Tarakan Tengah saat ini sudah terpenuhi dengan mulai beroperasinya Embung Indulung. Sebelumnya, dua kecamatan ini hanya mengandalkan ketersediaan air baku dari Embung Binalatung. Sementara kapasitas air bakunya tidak mampu memenuhi kebutuhan air bersih dari dua kecamatan tersebut. 

Kepala Satker Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan V, Rudiansyah mengatakan, saat ini ada perbaikan di pintu air Embung Binalatung. Sehingga, airnya langsung mengalir pada saat hujan. Namun, di bawahnya ada intake yang dibangun PDAM yang bisa dimanfaatkan sekitar 50 hingga 80 liter per detik. 

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Tapi memang tidak bisa mencukupi. Makanya dari pihak PDAM minta Embung Indulung bisa secepatnya membantu, karena masalah Embung Binalatung itu ada perbaikan,” terangnya, (08/10/2022).

Pembangunan Embung Binalatung ini sebelumnya dilakukan BWS Kalimantan IV di Kaltim, sedangkan BWS Kalimantan V di Kaltara baru terbentuk di tahun 2020. Sehingga, penyerahan juga baru dilakukan. Sebelumnya, BWS Kalimantan IV memiliki wilayah kerja termasuk Kaltara, di tahun 2020 baru terbagi BWS Kalimantan V membawahi Kaltara ditambah Berau. 

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Tapi ada kegiatan di sana (Embung Binalatung) itu yang masih dilakukan di BWS Kalimantan IV. Kalau sudah full semua, baru diserahkan ke kami,” ungkapnya. 

Embung Binalatung ini sebenarnya memiliki tampungan cukup besar hingga 500 m3. Namun, konsepnya hanya tadah hujan. Ada sungai di sekitarnya, namun debit airnya sangat kecil. Sehingga, peruntukannya hanya untuk menampung air hujan. 

Sementara pemakaian dan kebutuhan air bersih di dua kecamatan ini sangat besar. Embung Binalatung tidak bisa memenuhi. Pihaknya kemudian mengejar pengerjaan Embung Indulung bisa dilakukan komisioning tes selesai. 

“Airnya juga lebih jernih, karena konservasinya di bagian hulu masih bagus. Harus dijaga, kuncinya air bersih itu dari hulu. Kami berharap masyarakat ikut menjaga. Apalagi Tarakan kan tidak memiliki sungai besar seperti di Bulungan. Sehingga hanya memanfaatkan sungai-sungai yang ada untuk bisa dimanfaatkan air bakunya,” ungkapnya.

Sebenarnya untuk menambah kapasitas air baku di Embung Binalatung ini bisa dilakukan pengerukan. Hanya saja harus dibahas bersama Satker Operasi dan Pemeliharaan (OP) BWS, sebagai Satker yang membidangi pemeliharaan seperti pengerukan sedimen yang ada. 

Sebelum dilakukan pengerukan, akan ada study tour untuk memastikan pengerjaan pengerukan akan dilakukan seperti apa. Namun, kewenangan ada di Satker OP.

“Kalau teman dari OP ada program, mungkin bisa. Cuma ya pengerukannya, jenisnya apakah pakai amfibi atau pompa. Sedangkan untuk aktivitasnya keluar itu agak susah di Binalatung. Harus dibuang di sekitar itu saja sedimennya. Jalur aksesnya agak susah,” tandasnya. 

Dengan adanya sedimen ini juga belum diketahui apakah kapasitas Embung Binalatung sudah berkurang dari 500 m3. Meski demikian, pemeliharaan embung harus dilakukan pengerukan dengan menyesuaikan waktu pemeliharaan.

“Kalau di Tarakan ini memang sendimennya berpasir, jadi lebih cepat naik. Proses pengerukan juga kalau dari study dilihat dulu harus berapa lama dilakukan,” katanya. 

Anda Mungkin Juga Menyukai

Jembatan Garuda Juata Kerikil Resmi Dibuka, Warga Hemat Jarak Tempuh 7 Km
DPRD Tarakan Dorong Kepastian Status Lahan di WKP
Komisi I DPRD Tarakan Minta BPN Atensi Pengajuan Sertifikat Lahan Warga Mamburungan
Soroti Pelayanan BPN Tarakan, DPRD Tekan Pentingnya Kepastian Hukum Hak Tanah Warga
Pengurusan Sertifikat Lahan Warga Mamburungan Tertahan Sumur Tua, DPRD Tarakan Gelar RDP
Bagikan Artikel ini
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Jaksa Hari Wibowo
Hukum
15 Agustus 2026
Tahap Konstruksi, Pemotongan Baja Perdana untuk Pengembangan Lapangan Gas Laut di Indonesia
Berita Energi Industri Migas
14 Agustus 2026
Baru Terbentuk, Markoni Domino Club Langsung Gelar Turnamen Eksklusif
Kaltara
8 Agustus 2026
Ketua DPRD Tarakan Hadiri Pengukuhan DPC IWAPI, Tegaskan Komitmen Dukung Pengusaha Perempuan
Tarakan
7 Agustus 2026

Berita Terhangat

Tarakan

DPRD Tarakan Apresiasi Komitmen Pemkot Realisasikan Pembangunan Sirkuit Balap dan Proyek Strategis

11 Agustus 2026
Tarakan

Buka Safari Gotong Royong Bareng Demokrat, Ketua DPRD Tarakan Muhammad Yunus Tekankan Pentingnya Keharmonisan dan Lingkungan Clean

11 Agustus 2026
Tarakan

Pemasangan PJU Jalan Poros Tanjung Pasir Tembus 85 Persen, DPRD Tarakan Dorong Penuntasan di APBD-P

11 Agustus 2026
Tarakan

Ketua DPRD Tarakan Hadiri Kenal Pamit Kapolres, Perkuat Sinergi dengan  Polri

11 Agustus 2026
Sebelumnya Berikutnya
Info IndoInfo Indo
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Kehilangan Password ?