Info IndoInfo IndoInfo Indo
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Bacaan : Akui Masih Banyak Wali Pendaftar Yang Belum Memahami Aturan Secara Tuntas
Bagikan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Info IndoInfo Indo
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
Search
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Ikuti Kami
© 2025 Facesia.com
Info Indo > Pendidikan > Akui Masih Banyak Wali Pendaftar Yang Belum Memahami Aturan Secara Tuntas

Akui Masih Banyak Wali Pendaftar Yang Belum Memahami Aturan Secara Tuntas

Redaksi
Redaksi
Published: 1 Juli 2022
Bagikan
3 Minimal Baca
Akui Masih Banyak Wali Pendaftar Yang Belum Memahami Aturan Secara Tuntas
Bagikan

TARAKAN – Memasuki hari ketiga Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA dan SMK di Kota Tarakan, terpantau beberapa calon siswa menegah atas semangat dalam melakukan pendaftaran secara online. Pelaksanaan yang dibuka sejak 27 Juni dan ditutup hingga 5 Juli mendatang.

Saat dikonfirmasi, Kepala Disdikbud Cabang Tarakan Akhmad Yani menerangkan sejauh ini proses pelaksanaan PPDB berjalan cukup aman. Namun, ia tidak mempungkiri jika dalam pelaksanaanya tidak sedikit orang tua siswa yang belum memahami informasi dan aturan secara utuh. Sehingga hal tersebut membuat orangtua siswa kerap mengalami salah persepsi dalam mengikuti perkembangan.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Saat ini PPDB masih berjalan dengan aman, proses pendaftaran calon siswa orangtua siswa juga, dari teman-teman satuan pendidikan relatif lancar saja ada persoalan-persoalan yang memang polanya masih sama dengan sebelum-sebelumnya. Jadi persoalan ketidaksesuaian berkas yang harus dikonfirmasi ulang oleh teman-teman di satuan pendidikan,”ujarnya, Rabu (01/7/2022).

“Misalnya semacam surat keterangan, juga sempat terjadi kesulitan calon siswa, orangtua dalam mengakses jaringan. Tapi alhamdulillah sangat temporal. Artinya tidak terlalu lama untuk prinsipnya di lapangan, jadi saya lebih pasnya kita memang masih butuh waktu untuk lebih siap,”terangnya.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Dijelaskannya sebenarnya aturan PPDB masih merujuk seperti aturan tahun sebelumnya. Hanya saja, kemampuan memahami masyarakat dinilai masih minim sehingga hal-hal teknis seperti penyiapan dokumen dalam pendaftaran selalu menjadi persoalan.

“Sebenarnya sama seperti sebelum-sebelumnya, tapi kan tidak semua orangtua tahun lalu mendaftarkan anaknya tahun ini. Jadi kondisinya selalu berbeda, keterbatasan kita memang lebih kepada literasinya yang tidak memadai baik dari calon siswa dan orangtua,”terangnua.

“Kadang-kadang juga koordinasi teman-teman di lapangan juga menimbulkan masalah. Jujur saja untuk Tarakan sesungguhnya teman-teman dari provinsi juga dipersiapkan secara khusus. Karena kita sadar bahwa PPDB tingkat kekomplekannya itu berat di Tarakan,”lanjutnya.

“Sampai dengan saat ini berjalan sebagai mana mestinya. Meskipun akibatnya, interaksi, Komunikasi, harus diintensifkan. Misalnya ketidaksesuaian dokumen, kadang-kadang persoalan perbaikan, sebenarnya perbaikan baru dilakukan 2 kali namun dibaca 3 kali oleh sistem,”urainya.

Menurutnya, seharusnya pelaksanaan lebih banyak ditekankan pada interaksi langsung guna memudahkan proses pendaftaran. Namun dengan kebijakan secara online maka pihaknya mengakui harus membuat masyarakat beradaptasi.

“Tapi alhamdulilah, komunikasinya bisa dilakukan intensif jadi tidak menganggu secara keseluruhan. Memang penekanan kita terbatas tapi memang lebih banyak melalui media, teman-teman di satuan pendidikan yang lebih banyak bergerak,”tukasnya.

“Dengan memasang semacam benner, baliho pada masing-masing satuan pendidikan. Kalau melalui media sosial sebenarnya juga dilakukan tetapi tatap muka yang memang terbatas,”sambungnya.

Adapun untuk kuota tampung SMA, SMK Negeri dan Swasta tahun ini sebanyak 4.111 sementara lulusan SMP Negeri, swasta MTS tahun ini 4.110. Lanjutnya dengan perbandingan itu pihaknya masih menyediahkan 101 kursi lebih yang tersedia.

Anda Mungkin Juga Menyukai

Atasi Krisis Air Baku Tarakan, Dari Pengadaan Pompa sampai Pipanisasi Bulungan-Tarakan Sudah Dibahas
Jalan di Selumit Pantai Disemenisasi, Warga Apresiasi Kinerja Hj Jamaliah
Disdik Tarakan Pastikan Tidak Ada Potongan PIP, Bantuan Transfer Langsung ke Rekening Murid
Tarakan Kekurangan Tenaga Guru, Pemkot Koordinasi ke Pusat
Herman Tegaskan Bantuan PIP Harus Tepat Saran, Tanpa Potongan Dalam Bentuk Apapun
Bagikan Artikel ini
Facebook Copy Link Print

Berita Terbaru

Pertamina Pastikan Penyaluran Pertalite ke Nelayan Bulungan Sesuai Aturan
Ekonomi Energi
28 September 2026
Pertamina Tuntaskan Pasokan 415 KL BBM ke Sebatik, Antrean di SPBU Langsung Terurai
Ekonomi Energi
28 September 2026
Polisi Tangkap Penimbun BBM Subsidi di Kaltara
Hukum & Kriminal
27 September 2026
Program Pusling Lapas Tarakan Dukung Literasi Warga Binaan
Literasi
25 September 2026

Berita Terhangat

Pendidikan

Mahasiswa Hukum UBT Dibekali Praktik Kerja Profesi dan Kuliah Umum Bersama Praktisi

29 Agustus 2026
BeritaBudayaSeni BudayaTarakan

Pekan Kebudayaan Daerah VI Ditutup, Ketua DPRD Tarakan Muhammad Yunus : Kebudayaan dan Keharmonisan Masyarakat Harus Dirawat Bersama

25 Agustus 2026
KaltaraProv. Kaltara

Jembatan Garuda Juata Kerikil Resmi Dibuka, Warga Hemat Jarak Tempuh 7 Km

13 Agustus 2026
Tarakan

DPRD Tarakan Dorong Kepastian Status Lahan di WKP

11 Agustus 2026
Sebelumnya Berikutnya
Info IndoInfo Indo
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Kehilangan Password ?