TARAKAN – PT Pertamina Lubricants Sales Region VI resmi meluncurkan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) bertajuk Enduro Home Service dengan peresmian bengkel dan penandatanganan perjanjian kerja sama bersama SMK Negeri 2 Tarakan pada Senin (8/12/25). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina Lubricants pada bidang pendidikan vokasi, sekaligus menjadi pelaksanaan pertama program serupa di wilayah Kalimantan Utara.
Kegiatan pagi tadi dimanfaatkan juga untuk sosialisasi product knowledge, memperkenalkan lini produk pelumas Pertamina Lubricants, termasuk rangkaian pelumas Enduro kepada guru, siswa, dan tenaga praktik sekolah. Sosialisasi ini bertujuan agar peserta memahami karakteristik produk, aplikasi teknis, dan manfaat penggunaan pelumas berkualitas dalam praktik bengkel serta perawatan kendaraan.
Dalam sambutannya, Manager PT Pertamina Lubricants Sales Region VI, Niko Yuliansyah Putra, menjelaskan bahwa program ini menyasar penguatan kompetensi siswa jurusan otomotif melalui dukungan sarana-prasarana dan pembekalan keterampilan.
“Ini memang merupakan salah satu program CSR kami, khususnya untuk bidang pendidikan,” ujar Niko.
Bentuk kerja sama yang disiapkan perusahaan meliputi pemberian sebagian sarana dan prasarana, antara lain toolkit, pelumas, seragam, serta perlengkapan pendukung bengkel. Selain bantuan peralatan, Pertamina juga menyelenggarakan serangkaian pelatihan praktik bengkel, pelatihan otomotif, serta pelatihan wirausaha bagi siswa agar lulusan siap bekerja sekaligus memiliki kemampuan membuka usaha mandiri.
Niko menegaskan bahwa program Enduro Home Service yang berlangsung di Kalimantan ini sudah memasuki pelaksanaan ke-enam secara keseluruhan, namun khusus untuk Provinsi Kalimantan Utara, SMK Negeri 2 Tarakan menjadi mitra perdana.
“Untuk kriteria mitra, yang utama harus ada jurusan otomotif dan fasilitas bengkel untuk praktik. Jumlah siswa juga menjadi pertimbangan, walau yang paling penting adalah ketersediaan jurusan dan bengkel praktik,” jelasnya.
Mengenai mekanisme pengawasan dan evaluasi, Niko menyampaikan bahwa pelaksanaan kerja sama akan dievaluasi secara rutin setiap bulan. Evaluasi berkala itu dimaksudkan untuk memastikan program berjalan sesuai kesepakatan dan bila diperlukan memungkinkan penyesuaian.
“Kalau nanti tidak berjalan sesuai kesepakatan atau tidak cocok, kita bisa adjust lewat evaluasi setiap bulan,” katanya.
Pertamina Lubricants juga membuka kemungkinan penambahan kuota program jika pelaksanaan terbukti berhasil dan ada dukungan dari kantor pusat. Alokasi kuota akan di-breakdown per provinsi sehingga peluang perluasan program tetap terbuka tergantung ketersediaan dari pusat dan kebutuhan daerah.
Pihak sekolah menyambut baik kerja sama ini karena dinilai mampu meningkatkan kualitas praktik kejuruan dan peluang kerja siswa setelah lulus. Dengan dukungan alat, bahan (pelumas), serta pelatihan wirausaha, program diharapkan tidak hanya melahirkan teknisi yang terampil, tetapi juga pengusaha bengkel skala mikro yang mandiri.
Program Enduro Home Service menjadi salah satu langkah nyata Pertamina Lubricants dalam memadukan fungsi CSR dengan pengembangan sumber daya manusia lokal, khususnya pada sektor vokasi otomotif yang strategis bagi kebutuhan transportasi dan ekonomi daerah. (sdq)

