Info IndoInfo IndoInfo Indo
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Bacaan : Pansus IV DPRD Kaltara : Perda Pembukuan dan Literasi Didorong Lebih Substantif
Bagikan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Info IndoInfo Indo
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
Search
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Ikuti Kami
© 2025 Facesia.com
Info Indo > Prov. Kaltara > Tarakan > Pansus IV DPRD Kaltara : Perda Pembukuan dan Literasi Didorong Lebih Substantif

Pansus IV DPRD Kaltara : Perda Pembukuan dan Literasi Didorong Lebih Substantif

Redaksi
Redaksi
Published: 10 Maret 2026
Bagikan
3 Minimal Baca
Bagikan

TARAKAN – Pembahasan rancangan peraturan daerah (perda) tentang pembukuan dan literasi mendapat sorotan dalam rapat Panitia Khusus (Pansus) IV di Hotel Swissbel Tarakan pada Selasa (10/3/26). Ketua Pansus IV, Syamsuddin Arfah, menyampaikan rancangan perda tersebut harus benar-benar disusun secara matang agar tidak sekadar menjadi aturan formal yang hanya menggugurkan kewajiban legislasi.

Menurut Syamsuddin, salah satu hal yang menjadi perhatian adalah masukan dari masyarakat yang mempertanyakan penggabungan dua isu substantif dalam satu regulasi, yakni pembukuan dan literasi. Ia mengungkapkan bahwa kritik tersebut muncul setelah rancangan perda dipublikasikan melalui media sosial oleh tim penyusun.

“Ada masukan dari masyarakat yang mempertanyakan apakah cukup dua hal yang sifatnya substantif, yaitu pembukuan dan literasi, dijadikan satu perda. Jangan sampai perda ini hanya sekadar menggugurkan kewajiban saja,” ujarnya dalam forum pembahasan.

Ia menilai kritik tersebut perlu menjadi bahan pertimbangan bagi anggota dewan dalam melanjutkan pembahasan. Menurutnya, regulasi yang disusun harus memiliki dasar akademis yang kuat dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam penguatan budaya literasi.

Syamsuddin menegaskan perda tersebut tidak boleh hanya berhenti pada tataran normatif, tetapi harus mampu menjadi instrumen kebijakan yang mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia menekankan pentingnya membangun budaya membaca di tengah masyarakat, terutama di kalangan generasi muda.

Ia juga menyinggung fenomena menurunnya minat membaca buku akibat dominasi penggunaan gawai. Hal itu, menurutnya, menjadi perhatian berbagai komunitas literasi yang berharap adanya kebijakan pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali kebiasaan membaca.

“Sekarang anak-anak lebih banyak scroll di gadget. Membaca buku mulai berkurang, padahal membaca buku itu tidak tergantikan,” katanya.

Masukan serupa, lanjutnya, juga disampaikan oleh sejumlah komunitas literasi dan komunitas pengajian yang menginginkan adanya kebijakan daerah yang mendorong kebiasaan membaca secara lebih sistematis. Mereka menilai membaca buku tetap memiliki peran penting dalam membangun pola pikir dan pengetahuan masyarakat.

Karena itu, Syamsuddin berharap pembahasan perda pembukuan dan literasi dapat dilakukan secara lebih komprehensif dengan mempertimbangkan aspirasi publik. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, serta komunitas literasi dalam implementasi kebijakan nantinya.

Menurutnya, dengan adanya pemaparan dan masukan yang telah disampaikan dalam forum tersebut, proses pembahasan selanjutnya akan lebih terarah. Ia optimistis rancangan perda tersebut dapat disempurnakan melalui revisi yang diperlukan sehingga menghasilkan regulasi yang benar-benar berkualitas.

“Kalau melihat paparan tadi, pembahasan ke depan bisa lebih mudah. Tinggal melakukan penyempurnaan agar perda ini benar-benar menjadi kajian akademis yang kuat dan bermanfaat bagi pengembangan literasi dan sumber daya manusia,” pungkasnya. (sdq)

Anda Mungkin Juga Menyukai

Atasi Krisis Air Baku Tarakan, Dari Pengadaan Pompa sampai Pipanisasi Bulungan-Tarakan Sudah Dibahas
Jalan di Selumit Pantai Disemenisasi, Warga Apresiasi Kinerja Hj Jamaliah
Disdik Tarakan Pastikan Tidak Ada Potongan PIP, Bantuan Transfer Langsung ke Rekening Murid
Tarakan Kekurangan Tenaga Guru, Pemkot Koordinasi ke Pusat
Herman Tegaskan Bantuan PIP Harus Tepat Saran, Tanpa Potongan Dalam Bentuk Apapun
Bagikan Artikel ini
Facebook Copy Link Print

Berita Terbaru

Polisi Tangkap Penimbun BBM Subsidi di Kaltara
Hukum & Kriminal
27 September 2026
Program Pusling Lapas Tarakan Dukung Literasi Warga Binaan
Literasi
25 September 2026
HLM BI Kaltara Dorong Money Changer Berizin di Kalimantan Utara
Ekonomi
25 September 2026
Tarakan Juara TPID Award 2026, Inflasi Terkendali lewat Inovasi Lokal
Ekonomi
25 September 2026

Berita Terhangat

BeritaBudayaSeni BudayaTarakan

Pekan Kebudayaan Daerah VI Ditutup, Ketua DPRD Tarakan Muhammad Yunus : Kebudayaan dan Keharmonisan Masyarakat Harus Dirawat Bersama

25 Agustus 2026
BeritaEnergiIndustriMigas

SKK Migas dan Polda Kaltim Perkuat Sinergi Pengamanan Hulu Migas

23 Agustus 2026
BeritaEnergiIndustriMigas

Tahap Konstruksi, Pemotongan Baja Perdana untuk Pengembangan Lapangan Gas Laut di Indonesia

14 Agustus 2026
KaltaraProv. Kaltara

Jembatan Garuda Juata Kerikil Resmi Dibuka, Warga Hemat Jarak Tempuh 7 Km

13 Agustus 2026
Sebelumnya Berikutnya
Info IndoInfo Indo
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Kehilangan Password ?