Info IndoInfo IndoInfo Indo
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Bacaan : Pangdam VI Mulawarman Kunjungi Mapolres Tarakan Pasca Insiden Penyerangan
Bagikan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Info IndoInfo Indo
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
Search
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Ikuti Kami
© 2025 Facesia.com
Info Indo > Hukum > Pangdam VI Mulawarman Kunjungi Mapolres Tarakan Pasca Insiden Penyerangan

Pangdam VI Mulawarman Kunjungi Mapolres Tarakan Pasca Insiden Penyerangan

Redaksi
Redaksi
Published: 25 Februari 2025
Bagikan
3 Minimal Baca
Bagikan

TARAKAN – Usai insiden penyerangan Mapolres Tarakan oleh beberapa oknum anggota TNI Angkatan Darat, Panglima Kodam (Pangdam) VI/Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha langsung melakukan lawatan ke Tarakan, Selasa (25/2/2025). Dalam kunjungannya, Pangdam VI/Mulawarman bertemu dengan Kapolda Kaltara, Irjen Pol Hary Sudwijanto.

Pertemuan kedua jenderal tersebut dilakukan dalam rangka menjalin koordinasi, pasca insiden penyerangan di Mapolres Tarakan. Pangdam bersama Kapolda juga mengunjungi Mapolres Tarakan untuk melihat lokasi kejadian.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Selain datang ke Mapolres Tarakan, Pangdam VI/Mulawarman bersama Kapolda Kaltara juga akan membesuk 6 anggota piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) yang mendapat perawatan di rukah sakit.

“Hari ini kami ucapkan terimakasih kepada Pangdam yang hadir meninjau langsung Polres (Tarakan). Rencananya setelah dari polres, beliau juga akan melihat anggota kita di rumah sakit,” terang Kapolda Kaltara, Irjen Pol Hary Sudwijanto.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Guna menindaklanjuti insiden tersebut, Kapolda Kaltara tegaskan masih melakukan pendalaman. Baik Polri dan TNI akan bersama-sama menyelesaikan maslah ini dengan ketentuan di masing-masing institusi, yaitu Bidpropam Polri dan Subdenpom TNI AD.

“Terkait masalah ini kami TNI dan Polri sudah menyiapkan secara berjenjang untuk bersama-sama menyelesaikan masalah. Masih dalam proses pendalaman tim, saya dengan pangdam bersama-sama secara berjenjang menyelesaikan masalah ini,” imbuh Kapolda Kaltara.

Hingga saat ini tercatat 6 personil Polres Tarakan mengalami luka akibat insiden penyerangan. Dalam pertemuan dan kunjungan Pangdam VI/Mulawarman, Kapolda menyatakan hubungan soliditas TNI dan Polri tidak akan terganggu dengan adanya insiden penyerangan.

“Intinya masalah ini tidak mengganggu soliditas kami. Setelah hasil penyelidikan selesai. Kita akan putuskan sesuai fakta. Saat ini dari data kita ada 6, tapi semua dalamproses perawatan. Semuanya yang bertugas di SPKT,” papar Kapolda Kaltara.

Sementara itu, Panglima Kodam (Pangdam) VI/Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha, mengajak kepada seluruh pihak agar dapat meredam situasi. Soliditas antara TNI dan Polri hingga saat ini menurut Pangdam masih berjalan baik.

“Intinya memang kita sama-sama mendinginkan suasana dan sebetulnya peristiwa ini tidak akan merusak soliditas yang sudah kita bangun,” kata Pangdam VI/Mulawarman.

Untuk oknum anggota TNI AD yang terlibat, Kodam VI/Mulawarman melalui Subdenpom masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Kodam VI/Mulawarman juga belum dapat memutuskan apakah nantinya proses peradilan akan dilakukan secara militer atau peradilan umum.

“Kami masih terus mendalami dan menyelidiki para oknum dan tentunya nanti akan berhadapan dengan hukum. Nanti kita lihat dari hasil penyelidikan baru kita klasifikasi. Saat ini masih proses,” tutup Pangdam. (*)

Anda Mungkin Juga Menyukai

Kritik Dianggap Hoaks, Beda Pendapat Dicap Gaduh: Menjaga Nalar Publik dalam Perang Narasi Kasus Febrie Ardiansyah di Medsos
Peduli Kesehatan Mental, Lapas Tarakan Bersama IPK Indonesia Wilayah Kaltara Gelar Psikoedukasi dan Skrining Mental
Pihak Febrie Minta Penyidik Usut Pemilik 74 Kg Emas: Jangan Hanya Andalkan Pengakuan Tersangka!
Kasus Febrie Adriansyah, Pengamat Pertanyakan Dasar Perkara TPPU
Pengamat: Isu Terhadap Febrie Adriansyah Diduga Bagian dari ‘Corruptor Fights Back’ untuk Lumpuhkan Kejaksaan
Bagikan Artikel ini
Facebook Copy Link Print

Berita Terbaru

Jembatan Garuda Juata Kerikil Resmi Dibuka, Warga Hemat Jarak Tempuh 7 Km
Kaltara Prov. Kaltara
13 Agustus 2026
DPRD Tarakan Dorong Kepastian Status Lahan di WKP
Tarakan
11 Agustus 2026
Komisi I DPRD Tarakan Minta BPN Atensi Pengajuan Sertifikat Lahan Warga Mamburungan
Tarakan
11 Agustus 2026
Soroti Pelayanan BPN Tarakan, DPRD Tekan Pentingnya Kepastian Hukum Hak Tanah Warga
Tarakan
10 Agustus 2026

Berita Terhangat

Hukum

Rumah Febrie Ardyansah Digeledah Tanpa Adanya Pemeriksaan Awal, Pengamat: Ini Praktek ‘Fishing Expedition’

24 Juli 2026
Hukum

Pengamat: Ada Benturan Kepentingan di Balik Isu Liar Kasus Febrie

21 Juli 2026
Hukum

UU Perampasan Aset Belum Disahkan, Praktisi: Penyitaan Kafe De Clan dan Rumah Sentul Prematur dan Langgar Hak Konstitusi

20 Juli 2026
Hukum

Pakar: Penetapan Febrie sebagai Tersangka Tanpa Diperiksa Bertentangan dengan Konstitusi dan Langgar HAM

19 Juli 2026
Sebelumnya Berikutnya
Info IndoInfo Indo
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Kehilangan Password ?