TARAKAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan bersama Dinas Perpustakaan Kota Tarakan menggelar program Perpustakaan Keliling (Pusling) khusus untuk narapidana dan anak binaan. Kegiatan yang berlangsung di ruang kunjungan serbaguna pada Jumat (25/9/2026) ini menjadi bagian dari upaya pemenuhan hak pembinaan intelektual warga binaan.
Program ini diinisiasi oleh jajaran Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan melalui Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimaswat). Ratusan warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang tergabung dalam kelompok pondok pesantren Daarut Taubah serta kelompok Pramuka Anak Binaan tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Tim Perpustakaan Kota Tarakan menyediakan lebih dari 200 eksemplar buku bacaan. Koleksinya beragam, mulai dari buku agama, motivasi hidup, psikologi, pertanian, hingga novel fiksi. Kehadiran Pusling diharapkan mampu memperluas akses literasi di lingkungan lapas.
Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan, Jupri, menyatakan dukungan penuh terhadap program ini.
“Kami berharap program Pusling dapat menjadi sarana dalam membantu peningkatan literasi WBP serta berperan sebagai instrumen terkait penyelenggaraan kerja sama pembinaan dan pembimbingan warga binaan dengan mitra Pemerintah Daerah melalui OPD terkait. Kami juga melihat antusiasme WBP dan Anak Binaan yang mengikuti program ini. Semoga terus diselenggarakan secara berkelanjutan dan tentunya bebas biaya,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, khususnya terkait pemenuhan hak pembinaan intelektual. Selain itu, Pusling juga sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 1999 tentang Kerja Sama Penyelenggaraan Pembinaan dan Pembimbingan Warga Binaan Pemasyarakatan, serta 15 Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, terutama Proksi Nomor 11.
Dengan menghadirkan perpustakaan keliling secara rutin, Lapas Kelas IIA Tarakan berupaya menciptakan lingkungan yang lebih mendukung pengembangan diri warga binaan. Program yang mengedepankan kerja sama lintas instansi ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas literasi di balik tembok penjara. (*)
Reporter: Arif Rusman



