TARAKAN – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan berhasil menuntaskan pembongkaran muatan tiga kapal pengangkut BBM demi memperkuat stok di enam SPBU di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
Setelah pasokan disalurkan, antrean panjang di SPBU langsung terurai dan pelayanan kembali berjalan kondusif.
Ketiga kapal yang diturunkan muatannya adalah SPOB Cahaya Nunukan Mandiri, SPOB Semoga Jaya, dan SPOB Alnas Energi Barokah.
Proses pembongkaran selesai pada Jumat (25/9), dengan total volume 415 kiloliter yang terdiri dari Pertalite, Pertamax, dan Biosolar.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menjelaskan bahwa pengiriman tiga kapal tersebut merupakan langkah cepat Pertamina untuk memulihkan pelayanan BBM di Sebatik.
Peningkatan konsumsi sebelumnya membuat stok di lembaga penyalur terserap lebih cepat dari biasanya.
“Pertamina memahami kebutuhan masyarakat akan pelayanan BBM yang lancar. Setelah pasokan dari ketiga kapal disalurkan ke SPBU, antrean telah terurai dan pelayanan kembali kondusif. Kami berterima kasih kepada masyarakat Sebatik atas kesabarannya selama proses penguatan pasokan berlangsung,” ujar Edi.
Menurut Edi, stok BBM di SPBU Sebatik saat ini sudah dalam kondisi aman. Pertamina terus memantau stok dan penyaluran di setiap SPBU.
Pengiriman pasokan berikutnya juga sudah disiapkan pada awal Oktober agar pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan lembaga penyalur, Fuel Terminal Tarakan, dan pihak transportir untuk menyesuaikan pengiriman dengan kebutuhan di lapangan. Pertamina juga memastikan penyaluran BBM bersubsidi dilakukan sesuai ketentuan dan tepat sasaran,” kata Edi.
Dengan pasokan yang sudah diperkuat, masyarakat Sebatik kini bisa kembali mengisi BBM tanpa harus menunggu lama.
Pertamina menegaskan komitmennya untuk menjaga kelancaran distribusi BBM di wilayah-wilayah terjauh, termasuk di pulau-pulau perbatasan seperti Sebatik. (*)
Reporter: Arif Rusman



