Info IndoInfo IndoInfo Indo
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Bacaan : Mangkrak 5 Tahun, GAMKI Bulungan Desak KPK Usut Proyek Jembatan Apau Kayan
Bagikan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Info IndoInfo Indo
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
Search
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Ikuti Kami
© 2025 Facesia.com
Info Indo > Hukum > Mangkrak 5 Tahun, GAMKI Bulungan Desak KPK Usut Proyek Jembatan Apau Kayan

Mangkrak 5 Tahun, GAMKI Bulungan Desak KPK Usut Proyek Jembatan Apau Kayan

Arif Rusman
Arif Rusman
Published: 30 April 2026
Bagikan
3 Minimal Baca
Bagikan

KALTARA – Puluhan miliar rupiah anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) menguap sia-sia. Sementara itu, masyarakat di wilayah perbatasan Apau Kayan, Kalimantan Utara (Kaltara) masih terisolasi akibat minimnya akses infrastruktur jalan yang memadai.

Proyek pembangunan puluhan titik jembatan Bailey yang digulirkan sejak 2018 tersebut kini terbengkalai. Rangka baja berkarat, pondasi setengah jadi, dan material berserakan tertutup semak belukar menjadi pemandangan yang kerap ditemui di lokasi, terutama di sekitar Sungai Boh, Kayan Selatan, Kayan Hulu, hingga Data Dian.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Ketua GAMKI Bulungan, Dennis Yosafat, menilai kondisi ini bukan sekadar proyek gagal biasa, melainkan bentuk nyata dari pemborosan uang negara dan kegagalan menghadirkan keadilan pembangunan di wilayah perbatasan.

“Di saat masyarakat perbatasan menunggu akses jalan yang layak, yang datang justru rangka baja berkarat dan pondasi setengah jadi yang ditinggalkan tanpa rasa bersalah,” tegas Dennis Yosafat dalam pernyataannya.

Menurutnya, proyek yang seharusnya menjadi penghubung antarwilayah tersebut malah menjadi simbol putusnya harapan masyarakat. Dana puluhan miliar dari APBN telah digelontorkan, namun hingga kini belum ada kejelasan mengenai penyebab keterlambatan maupun kelanjutan proyek.

GAMKI Bulungan pun mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan. Dennis Yosafat secara tegas meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta Kejaksaan Agung melalui Kejaksaan Tinggi Kalimantan Utara melakukan pemeriksaan menyeluruh.

“Bukan hanya cek lokasi, tapi mengusut siapa yang bertanggung jawab atas mangkraknya proyek strategis ini. Publik berhak tahu ke mana larinya uang negara,” tegasnya.

Sorotan serupa sebelumnya juga disampaikan Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Ingkong Ala. Ia pernah menyayangkan kondisi jembatan yang seharusnya kokoh namun kini terpelanting, terseret arus sungai, dan tidak lagi berbentuk. Wagub menyebut proyek tersebut sebagai pemborosan yang mubazir setelah mangkrak selama lima tahun lebih.

Hingga berita ini diturunkan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) selaku pihak pelaksana proyek belum memberikan penjelasan resmi terkait status terkini maupun langkah perbaikan yang akan diambil.

Kondisi ini semakin memprihatinkan karena wilayah Apau Kayan merupakan kawasan perbatasan yang strategis. Akses infrastruktur yang memadai bukan hanya soal mobilitas masyarakat, tetapi juga mendukung pembangunan ekonomi, pelayanan kesehatan, dan pendidikan di daerah terpencil.

GAMKI Bulungan mengingatkan bahwa jika proyek ini terus dibiarkan tanpa kejelasan, maka yang rusak bukan hanya struktur jembatan, melainkan juga kepercayaan publik terhadap komitmen pembangunan pemerintah di wilayah perbatasan. (*)

Reporter : Arif Rusman

Anda Mungkin Juga Menyukai

WBP Lapas Tarakan Kejar Ijazah dan Keterampilan Cegah Kambuh Pidana
Menguliti Narasi Pseudo Moral Superiority Yusuf Amir, Mengapa Pembela Hak Koruptor Mendadak Nyaring di Ruang Digital?
LDII Laporkan Akun Tiktok Info Kaltara Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik
Sebut UU Tidak Wajibkan 10%, Akademisi Hukum Desak Peninjauan Kembali Pajak Restoran di Tarakan
Direktur PDAM Tarakan Dilaporkan ke Polisi, Iwan Setiawan : Belum Saatnya Saya Bicara
TAGGED:Apau KayanBulunganGAMKI BulungankaltaraKPK
Bagikan Artikel ini
Facebook Copy Link Print

Berita Terbaru

Hari Bakti ke-79, Lanud Anang Busra Kirim 5 Ton Bantuan ke Krayan
Kaltara
18 Juni 2026
Lapas Kelas IIA Tarakan Hadirkan Pembinaan Kerohanian Islam Inklusif bagi WBP
Hukum & Kriminal
18 Juni 2026
Modal Kotak Susu buat Selundupkan Sabu, Kurir Dibekuk di Bandara Juwata
Hukum & Kriminal
18 Juni 2026
Masa sih, DS Punya Dapur MBG?
Berita Prov. Kaltara Tarakan
11 Juni 2026

Berita Terhangat

Hukum

Aliansi Masyarakat Laporkan Direktur PDAM soal Dugaan Pelanggaran Data Pribadi

26 Mei 2026
Hukum

Anak Hartati Murdaya Mangkir dari Panggilan Kejati Kaltara

26 Mei 2026
Hukum

Mahasiswa Sebut Lurah Kampung Enam Arogan, Direktur PDAM Dilaporkan ke Polres

25 Mei 2026
Hukum

Polres Tarakan Gelar Patroli Dialogis Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

22 Mei 2026
Sebelumnya Berikutnya
Info IndoInfo Indo
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Kehilangan Password ?