Info IndoInfo IndoInfo Indo
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Bacaan : Driver Online di Tarakan Minta Polri Tetap Independen di Bawah Presiden
Bagikan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Info IndoInfo Indo
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
Search
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Ikuti Kami
© 2025 Facesia.com
Info Indo > Hukum > Driver Online di Tarakan Minta Polri Tetap Independen di Bawah Presiden

Driver Online di Tarakan Minta Polri Tetap Independen di Bawah Presiden

Redaksi
Redaksi
Published: 1 Februari 2026
Bagikan
3 Minimal Baca
Bagikan

TARAKAN – Wacana penempatan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di bawah kementerian kembali menuai respons dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, suara penolakan datang dari kalangan pengemudi online di Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

Ketua Asosiasi Driver Online (ADO) Tarakan, Adrianninur, menegaskan bahwa Polri seharusnya tetap berada di bawah Presiden agar tetap independen, profesional, dan tidak mudah dipengaruhi kepentingan politik praktis maupun birokrasi tertentu.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Adrianninur menyebut, pengemudi online sebagai pekerja sektor transportasi berbasis layanan publik sangat bergantung pada stabilitas keamanan dan ketertiban. Menurutnya, posisi Polri yang independen menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga rasa aman masyarakat, termasuk para driver yang setiap hari bekerja di jalanan.

“Kami berharap Polri tetap independen dan berada langsung di bawah Presiden. Ini penting agar Polri bisa menjalankan tugasnya secara profesional, tidak terikat kepentingan tertentu,” ujar Adrianninur saat dimintai keterangan.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Ia menilai, jika Polri ditempatkan di bawah kementerian, dikhawatirkan akan muncul tumpang tindih kewenangan dan potensi intervensi yang dapat mengganggu efektivitas penegakan hukum.

Adrianninur juga menyoroti bahwa pengemudi online merupakan kelompok pekerja yang rentan menghadapi berbagai persoalan di lapangan. Mulai dari konflik antar pengguna jalan, ancaman kriminalitas, hingga perselisihan yang terjadi saat melayani penumpang atau pengantaran barang.

Dalam situasi seperti itu, kata dia, peran Polri menjadi sangat vital sebagai institusi yang menjaga keamanan dan menegakkan aturan secara adil.

“Driver online ini kerja di luar ruangan, ketemu banyak orang dengan berbagai karakter. Kadang ada masalah yang tidak bisa dihindari. Kalau Polri kuat dan independen, kami merasa ada perlindungan yang jelas,” jelasnya.

Lebih lanjut, Adrianninur menilai wacana perubahan struktur Polri dapat menimbulkan kegaduhan dan memunculkan persepsi negatif di tengah masyarakat. Ia menekankan, kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum harus dijaga, bukan justru dibuat semakin rentan oleh tarik-menarik kepentingan.

Menurutnya, ketika Polri berada langsung di bawah Presiden, jalur komando dan tanggung jawab dinilai lebih tegas dan jelas.

“Kami tidak ingin Polri jadi lembaga yang mudah dipengaruhi. Harus tetap profesional, netral, dan fokus melayani masyarakat,” tegasnya.

Adrianninur berharap pemerintah dan para pengambil kebijakan mempertimbangkan masukan dari berbagai kelompok masyarakat, termasuk pekerja transportasi online. Ia menilai, kebijakan terkait institusi negara harus dibuat dengan pertimbangan matang karena dampaknya akan dirasakan langsung oleh rakyat.

“Kalau ada rencana perubahan besar seperti ini, sebaiknya dibuka ruang dialog yang luas. Masyarakat harus dilibatkan, karena kami juga yang merasakan dampaknya,” katanya.

Menutup pernyataannya, Adrianninur menegaskan bahwa pengemudi online di Tarakan menginginkan situasi yang kondusif, aman, dan tertib. Ia percaya, Polri yang independen dan berada di bawah Presiden akan lebih mudah menjaga profesionalitas dan fokus pada pelayanan publik.

“Polri kuat dan independen itu bukan hanya untuk institusinya, tapi untuk rasa aman masyarakat juga. Kami berharap Polri tetap di bawah Presiden,” pungkasnya. (*)

Reporter : Arif Rusman

Anda Mungkin Juga Menyukai

Pengamat: Stop Hoaks dan Persekusi Digital Anak Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Bebas Bersyarat dan Kembali ke Tengah Masyarakat, Warga Binaan Lapas Tarakan Kompak Sujud Syukur
Lapas Tarakan Bersama Personil TNI/Polri dan BNNP Kaltara Laksanakan Razia Gabungan, Perkuat Deteksi Dini
Bantah Sebagai Pemilik 74 Kg Emas, Febrie: Saya Tak Punya IUP Tambang, Konsesi Sawit dan Tak Pernah Minta Kuota Impor
Jalani Program Integrasi Pembebasan Bersyarat, Warga Binaan Siap Kembali Ke Tengah Masyarakat
Bagikan Artikel ini
Facebook Copy Link Print

Berita Terbaru

Program Pusling Lapas Tarakan Dukung Literasi Warga Binaan
Literasi
25 September 2026
HLM BI Kaltara Dorong Money Changer Berizin di Kalimantan Utara
Ekonomi
25 September 2026
Tarakan Juara TPID Award 2026, Inflasi Terkendali lewat Inovasi Lokal
Ekonomi
25 September 2026
Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Perkuat Pasokan Pertalite di Pulau Sebatik
Ekonomi Energi
21 September 2026

Berita Terhangat

Hukum

Cegah Gangguan Keamanan dan Ketertiban, Lapas Tarakan Gandeng TNI/POLRI Laksanakan Razia Gabungan

18 September 2026
Hukum

Kriminalisasi Berlebihan atas Sengketa Transfer Pricing Berisiko Pukul Balik Kepercayaan Investor di Indonesia

14 September 2026
Hukum

BAP Tan Kian Dinilai Lemah, Pengamat: Karena Tidak Melihat dan Mengalami Langsung Pemberian Rp 40 M ke Pejabat Kejagung

11 September 2026
Hukum

BAP Ungkap Kesaksian Tan Kian Soal Aliran Dana Rp 40 Miliar Hanya Bersifat Dugaan

9 September 2026
Sebelumnya Berikutnya
Info IndoInfo Indo
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Kehilangan Password ?