Info IndoInfo IndoInfo Indo
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Bacaan : Serikat Pekerja Kaltara Tolak Polri di Bawah Kementerian
Bagikan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Info IndoInfo Indo
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
Search
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Ikuti Kami
© 2025 Facesia.com
Info Indo > Hukum > Serikat Pekerja Kaltara Tolak Polri di Bawah Kementerian

Serikat Pekerja Kaltara Tolak Polri di Bawah Kementerian

Redaksi
Redaksi
Published: 31 Januari 2026
Bagikan
3 Minimal Baca
Bagikan

TARAKAN – Federasi Serikat Pekerja Kehutanan, Industri Umum, Perkayuan, Pertanian dan Perkebunan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (FSP KAHUT KSPI) Kalimantan Utara menyatakan dukungannya agar Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tetap berada di bawah Presiden Republik Indonesia.

Ketua Pimpinan Daerah FSP KAHUT KSPI Kaltara, Gusmin, menilai posisi Polri yang berada langsung di bawah Presiden merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, penegakan hukum, serta memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.

Gusmin menegaskan, Polri perlu tetap berada pada garis komando tertinggi negara agar tidak mudah terseret kepentingan sektoral. Menurutnya, penempatan Polri di bawah Presiden juga menjadi penopang penting bagi independensi institusi kepolisian dalam menjalankan tugasnya.

“Polri harus tetap berada di bawah Presiden. Ini penting supaya Polri tetap independen dan tidak mudah diintervensi kepentingan tertentu,” kata Gusmin, dalam keterangannya.

Ia menilai, perubahan struktur kelembagaan yang menempatkan Polri di bawah kementerian berpotensi menimbulkan tarik-menarik kepentingan yang dapat mengganggu profesionalitas aparat.

Sebagai organisasi buruh, FSP KAHUT KSPI Kaltara menilai stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi salah satu faktor penting bagi dunia kerja. Gusmin menyebut, iklim investasi dan keberlangsungan aktivitas industri sangat bergantung pada situasi keamanan yang kondusif.

“Bagi kami sebagai serikat pekerja, keamanan dan ketertiban itu sangat penting. Kalau situasi tidak kondusif, yang terdampak bukan hanya pemerintah, tapi juga buruh dan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Gusmin, Polri yang kuat dan profesional akan membantu menjaga rasa aman, termasuk di kawasan industri dan sektor-sektor yang menjadi ruang kerja para buruh.

Gusmin juga menekankan bahwa Polri harus terus memperkuat komitmen pelayanan publik. Ia berharap institusi kepolisian semakin profesional, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Yang paling penting, Polri harus fokus pada pelayanan masyarakat dan penegakan hukum yang adil. Jangan sampai ada kepentingan politik yang mengganggu tugas-tugas itu,” tegasnya.

Ia menilai, kepercayaan publik terhadap Polri akan meningkat jika aparat konsisten mengedepankan profesionalitas, termasuk dalam menangani berbagai persoalan sosial dan keamanan di daerah.

Di sisi lain, Gusmin menyampaikan perlunya sinergi yang kuat antara Polri di pusat dan daerah. Menurutnya, Kalimantan Utara sebagai wilayah perbatasan memiliki tantangan tersendiri yang membutuhkan penguatan pengawasan keamanan, baik di jalur darat maupun laut.

“Daerah perbatasan seperti Kaltara membutuhkan perhatian khusus. Polri harus punya dukungan yang kuat untuk menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah,” kata dia.

Gusmin menilai, jika Polri tetap berada di bawah Presiden, koordinasi lintas lembaga dalam menjaga keamanan nasional akan lebih efektif dan terarah.

Gusmin juga mengingatkan pentingnya menjaga netralitas Polri. Ia menegaskan, institusi kepolisian harus berdiri di atas kepentingan bangsa dan negara, bukan kepentingan kelompok tertentu.

“Polri harus netral, profesional, dan benar-benar menjadi pelindung serta pengayom masyarakat. Itu yang kami harapkan,” pungkasnya. (*)

Reporter : Arif Rusman

Anda Mungkin Juga Menyukai

JPU Duga Pelibatan Pihak Luar seperti Ibam-Jurist Tan Agar Chromebook Tetap Jadi Pilihan
Skakmat Rocky Gerung, Jaksa Ungkap Nadiem Sengaja ‘Tutup Telinga’ ke Dirjen demi “Gol-kan” ChromeOS
Kasus Korupsi Chromebook, Pengamat: Tim Khusus Nadiem di Kasus Tersebut Bukan Inovasi, tapi “Pemerintahan Bayangan”
PT Meris Abadi Jaya Siap Bayar Kompensasi Pekerja PHK
Selesaikan Polemik Ketenagakerjaan, Komisi I DPRD Tarakan Temui PT Meris
Bagikan Artikel ini
Facebook Copy Link Print

Berita Terbaru

Pansus III DPRD Kaltara Matangkan Ranperda Perizinan Pengusahaan Sumber Daya Air di Wilayah Sungai Kayan
Berita Prov. Kaltara Tarakan
8 Mei 2026
Akselerasi Pemerataan Ekonomi, Wali Kota Tangsel Targetkan 329 Unit Rumah Layak Huni di Tahun 2026
Ekonomi
7 Mei 2026
Citra APH Buruk Lantaran Galian C Ilegal Masih Operasi. Ketua KI Ajak Kedepankan Bijak
Berita Bulungan Hukum & Kriminal Malinau Nunukan Prov. Kaltara Tana Tidung Tarakan
7 Mei 2026
Airin Raih Penghargaan Leader Regional Development, Wali Kota Benyamin Davnie: Beliau Adalah Arsitek Kemajuan Tangsel
NUSANTARA
7 Mei 2026

Berita Terhangat

Hukum

JPU Buka Suara Soal Nadiem Jalani Sidang dengan Infus di Tangan: Terdakwa Sehat, Tidak Diinfus

5 Mei 2026
Hukum

Mangkrak 5 Tahun, GAMKI Bulungan Desak KPK Usut Proyek Jembatan Apau Kayan

30 April 2026
Hukum

Sebut Narasi Chromebook Ferry Irwandi Sesat Pikir, Pengamat: Hukum Pidana Itu Fakta Sidang, Bukan Opini Medsos

27 April 2026
Hukum

Wujudkan Pembinaan Intelektual Melalui Pendidikan Inklusif Bagi Narapidana dan Anak Binaan Lapas Tarakan

22 April 2026
Sebelumnya Berikutnya
Info IndoInfo Indo
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Kehilangan Password ?