Info IndoInfo IndoInfo Indo
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Bacaan : Meja Kerja, Laptop, dan Americano yang Dingin
Bagikan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Info IndoInfo Indo
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
Search
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Ikuti Kami
© 2025 Facesia.com
Info Indo > Ekonomi > Meja Kerja, Laptop, dan Americano yang Dingin

Meja Kerja, Laptop, dan Americano yang Dingin

Arif Rusman
Arif Rusman
Published: 24 Mei 2026
Bagikan
3 Minimal Baca
Bagikan

TARAKAN – Terik siang di Tarakan tak pernah main-main. Panasnya seperti menguji kesabaran setiap orang yang melintas Jalan Jenderal Sudirman. Tapi di salah satu sudut trotoar yang teduh di bawah tenda kecil, Sidiq Rustan justru terlihat damai. Jemarinya menari lincah di atas keyboard laptop, sesekali ia meraih gelas tinggi berisi iced americano yang embunnya masih menetes pelan.

Satu teguk, lalu kembali ke layar yang penuh kata-kata belum selesai. Bukan kafe mewah. Bukan co-working space ber-AC. Hanya meja sederhana, laptop, dan secangkir kopi dingin. Namun bagi Sidiq, itulah “kantor” yang paling nyaman.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Americano ice buat aku seperti ritual,” katanya sambil tersenyum, suaranya tenang di tengah deru kendaraan yang sesekali lewat. “Pesan dulu, duduk, buka laptop, baru fokus. Kalau sudah ada kopinya, rasanya gunung Semeru pun siap aku daki dua kali.”

Budaya kerja kita memang sudah berubah total sejak pandemi. Rumah bukan lagi satu-satunya tempat bekerja, kantor korporat pun tak lagi jadi satu-satunya pilihan. Kini muncul generasi baru. Pekerja paruh waktu, freelancer, content creator, jurnalis lepas, hingga startup founder yang lebih memilih fleksibilitas. Mereka tak butuh ruangan mewah.

Mereka hanya butuh ruang, koneksi internet, dan satu gelas kopi yang tepat. Dan entah kenapa, iced americano menjadi uniform tak resmi mereka. Bukan espresso yang terlalu pekat dan bikin jantung berdegup kencang. Bukan latte yang terlalu creamy dan manis.

Iced americano punya keseimbangan yang pas. Bold, refreshing, dan tetap sadar di siang bolong. Satu gelas besar bisa menemani berjam-jam dari ide yang masih mentah di pagi hari hingga deadline yang mengejar di sore hari.

Di Tarakan, fenomena ini semakin terlihat. Di pinggir jalan protokol, di teras kafe kecil, di taman, bahkan di bawah pohon rindang, banyak pekerja remote yang “mengklaim” meja mereka masing-masing. Laptop terbuka, earphone menyala, gelas americano dingin di samping menjadi pemandangan yang kini biasa.

Sidiq sendiri bekerja sebagai jurnalis paruh waktu di redaksi infoindo.co.id. Baginya, bekerja di luar ruangan bukan sekadar gaya, tapi pilihan yang membuat otaknya lebih hidup. “Di rumah kadang malah males. Terlalu nyaman, malah jadi tidur. Di sini, ada angin, ada suara orang, ada kopi yang harus dihabiskan sebelum meleleh. Semua itu bikin saya tetap on,” ujarnya.

Fenomena ini sebenarnya mencerminkan jiwa generasi sekarangn ingin tetap stylish, tapi fungsional. Ingin produktif, tapi tak kehilangan kebebasan. Iced americano menjadi simbolnya. Hitam pekat, dingin, straightforward, sedikit asam, tapi tetap enak. Seperti kepribadian mereka yang goal-oriented tapi tetap santai.

Tak perlu ruangan ber-AC mahal. Tak perlu backdrop instagramable. Cukup meja kecil, laptop yang setia, dan secangkir americano yang dingin. Ketika ketiganya bertemu, pekerjaan terasa lebih ringan.

Sidiq menutup laptopnya perlahan saat sore mulai merayap. Gelasnya sudah kosong, tinggal es yang mulai mencair. Ia tersenyum puas. “Besok saya balik lagi ke sini,” katanya sambil berdiri. “Meja ini, laptop ini, dan americano yang sama.” (*)

Penulis : Arif Rusman

Anda Mungkin Juga Menyukai

Deddy Sitorus Desak Kaltara Bangun Ekosistem Ekonomi, Bukan Sekadar Program
Senam Sehat Pasar Ikan Higienis
Bandara Juwata Siap Tindak Lanjuti Aspirasi Mahasiswa Perbatasan
Pertamina Patra Niaga Lakukan Penyesuaian Harga Pertamax Series
Lapas Tarakan Resmi Kantongi Hak Merk Produk UMKM Warga Binaan
Bagikan Artikel ini
Facebook Copy Link Print

Berita Terbaru

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Gelar Simulasi OKD Level 1 di Fuel Terminal Tarakan
Energi
6 Agustus 2026
Kritik Dianggap Hoaks, Beda Pendapat Dicap Gaduh: Menjaga Nalar Publik dalam Perang Narasi Kasus Febrie Ardiansyah di Medsos
Hukum
1 Agustus 2026
Peduli Kesehatan Mental, Lapas Tarakan Bersama IPK Indonesia Wilayah Kaltara Gelar Psikoedukasi dan Skrining Mental
Hukum
31 Juli 2026
Deddy Sitorus: Saya Hormati Wartawan, Bukan Hina Profesi
Parlemen
31 Juli 2026

Berita Terhangat

Ekonomi

Polsek Tarakan Utara Pantau Pertumbuhan Jagung Pipil Binaan Pok Tani Flora Fauna

23 Mei 2026
Ekonomi

TPID Tarakan Pastikan Sapi Kurban Bebas Penyakit

22 Mei 2026
Ekonomi

Pengawasan Ketat Hewan Kurban di Tarakan, Semua Legal

22 Mei 2026
Ekonomi

SPBI Kaltara Lancar, Adopsi QRIS Naik Meski Transaksi Turun

17 Mei 2026
Sebelumnya Berikutnya
Info IndoInfo Indo
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Kehilangan Password ?