Info IndoInfo IndoInfo Indo
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Bacaan : Deddy Sitorus Desak Kaltara Bangun Ekosistem Ekonomi, Bukan Sekadar Program
Bagikan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Info IndoInfo Indo
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
Search
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Ikuti Kami
© 2025 Facesia.com
Info Indo > Ekonomi > Deddy Sitorus Desak Kaltara Bangun Ekosistem Ekonomi, Bukan Sekadar Program

Deddy Sitorus Desak Kaltara Bangun Ekosistem Ekonomi, Bukan Sekadar Program

Arif Rusman
Arif Rusman
Published: 6 Agustus 2026
Bagikan
4 Minimal Baca
Anggota Komisi II DPR RI Deddy Yevri Hanteru Sitorus.
Bagikan

TARAKAN – Anggota Komisi II DPR RI Deddy Yevri Hanteru Sitorus menilai persoalan ekonomi di Kalimantan Utara (Kaltara) tidak bisa diselesaikan hanya dengan program-program jangka pendek. Menurutnya, pemerintah daerah harus mulai membangun ekosistem ekonomi yang kokoh dengan menempatkan infrastruktur, kesehatan, serta sektor pertanian dan perikanan sebagai prioritas utama penggunaan anggaran.

Deddy menekankan bahwa persepsi publik terhadap kinerja pemerintah daerah tidak semata-mata dipengaruhi kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat yang mulai terasa pada 2026. Akar masalahnya justru terletak pada tata kelola pemerintahan dan ketepatan kepala daerah dalam menentukan skala prioritas pembangunan.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Persoalannya adalah bagaimana kesadaran kepala daerah menggunakan anggaran sebesar-besarnya untuk kebutuhan yang benar-benar prioritas. Daerah harus mampu menentukan apa yang paling dibutuhkan masyarakat,” ujar Deddy.

Ia menambahkan, prioritas pembangunan di Kaltara seharusnya diarahkan pada penyediaan infrastruktur yang memadai, peningkatan layanan kesehatan, serta penguatan sektor-sektor yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya pertanian dan perikanan.

Deddy menyoroti dampak langsung buruknya infrastruktur terhadap petani dan nelayan. Jalan yang rusak, sulitnya akses pupuk, mahalnya bahan bakar minyak (BBM), hingga tingginya biaya logistik membuat daya saing produk lokal semakin lemah.

“Kalau jalan petani rusak, biaya produksi naik. Pupuk mahal, harga jual hasil panen turun. Nelayan juga kesulitan mendapatkan BBM. Semua itu akhirnya bermuara pada melemahnya ekonomi masyarakat,” katanya.

Menurut legislator tersebut, pembangunan ekonomi tidak cukup dilakukan secara parsial. Pemerintah daerah harus menciptakan ekosistem yang mampu melindungi dan memperkuat sektor unggulan daerah.

Ia mencontohkan komoditas rumput laut, hasil tambak, dan kelapa sawit yang masih minim intervensi kebijakan. Pemerintah, kata Deddy, perlu hadir untuk menjaga stabilitas harga, memperbaiki rantai pasok, dan memastikan masyarakat mendapatkan bibit berkualitas.

“Mayoritas masyarakat Kalimantan Utara hidup dari sektor pertanian dan perikanan. Kalau dua sektor ini melemah, otomatis daya beli masyarakat turun dan akhirnya berdampak pada para pedagang. Ini satu mata rantai ekonomi yang saling berkaitan,” jelasnya.

Deddy juga menilai Kaltara masih belum memperoleh porsi pembangunan yang adil dari pemerintah pusat. Berbagai program nasional dinilai relatif terbatas dibandingkan kebutuhan pembangunan di wilayah perbatasan ini.

Selain mendorong penguatan sektor produktif, Deddy menegaskan pentingnya penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara efektif dan tepat sasaran. Ia meminta pemerintah daerah mengalokasikan lebih banyak anggaran untuk belanja publik yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Setiap daerah memiliki kebutuhan berbeda. Di wilayah perkotaan seperti Tarakan, pengembangan industri rumah tangga, perdagangan, dan pengolahan hasil perikanan perlu menjadi perhatian. Sementara di daerah lain, pembangunan infrastruktur dasar masih menjadi kebutuhan mendesak.

Deddy juga mengkritik pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang belum optimal. Ia menilai Kementerian Dalam Negeri, khususnya Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah, belum maksimal mendorong pengelolaan keuangan daerah yang berorientasi pada hasil serta penguatan BUMD sebagai sumber pendapatan daerah.

Ke depan, kata Deddy, pemerintah daerah tidak bisa terus bergantung pada transfer dana dari pusat. Daerah harus mampu membangun BUMD yang sehat dan produktif agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat.

“Kita tidak bisa selamanya mengandalkan transfer pusat. Daerah harus memiliki unit-unit usaha yang mampu memberikan tambahan pendapatan. Kalau ekonomi masyarakat tumbuh, mereka juga tidak akan keberatan membayar pajak. Tapi kalau ekonominya lesu dan masyarakat masih berjuang memenuhi kebutuhan hidup, kemudian dibebani pajak yang tinggi, tentu itu akan menjadi persoalan,” tegas Deddy. (*)

Reporter: Arif Rusman

Anda Mungkin Juga Menyukai

Senam Sehat Pasar Ikan Higienis
Bandara Juwata Siap Tindak Lanjuti Aspirasi Mahasiswa Perbatasan
Pertamina Patra Niaga Lakukan Penyesuaian Harga Pertamax Series
Lapas Tarakan Resmi Kantongi Hak Merk Produk UMKM Warga Binaan
Meja Kerja, Laptop, dan Americano yang Dingin
Bagikan Artikel ini
Facebook Copy Link Print

Berita Terbaru

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Gelar Simulasi OKD Level 1 di Fuel Terminal Tarakan
Energi
6 Agustus 2026
Kritik Dianggap Hoaks, Beda Pendapat Dicap Gaduh: Menjaga Nalar Publik dalam Perang Narasi Kasus Febrie Ardiansyah di Medsos
Hukum
1 Agustus 2026
Peduli Kesehatan Mental, Lapas Tarakan Bersama IPK Indonesia Wilayah Kaltara Gelar Psikoedukasi dan Skrining Mental
Hukum
31 Juli 2026
Deddy Sitorus: Saya Hormati Wartawan, Bukan Hina Profesi
Parlemen
31 Juli 2026

Berita Terhangat

Ekonomi

Polsek Tarakan Utara Pantau Pertumbuhan Jagung Pipil Binaan Pok Tani Flora Fauna

23 Mei 2026
Ekonomi

TPID Tarakan Pastikan Sapi Kurban Bebas Penyakit

22 Mei 2026
Ekonomi

Pengawasan Ketat Hewan Kurban di Tarakan, Semua Legal

22 Mei 2026
Ekonomi

SPBI Kaltara Lancar, Adopsi QRIS Naik Meski Transaksi Turun

17 Mei 2026
Sebelumnya Berikutnya
Info IndoInfo Indo
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Kehilangan Password ?