Info IndoInfo IndoInfo Indo
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Bacaan : Survei Inflasi, Tarakan Alami Inflasi 0,25 Persen
Bagikan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Info IndoInfo Indo
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
Search
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Ikuti Kami
© 2025 Facesia.com
Info Indo > Prov. Kaltara > Tarakan > Survei Inflasi, Tarakan Alami Inflasi 0,25 Persen

Survei Inflasi, Tarakan Alami Inflasi 0,25 Persen

Redaksi
Redaksi
Published: 7 Februari 2022
Bagikan
5 Minimal Baca
Bagikan

Rubrik News – Provinsi Kalimantan Utara pada Januari 2022 mengalami inflasi sebesar 0,47 persen (mtm) dengan dua kota IHK yaitu Kota Tarakan yang mengalami inflasi sebesar 0,25 persen (mtm) dan Tanjung Selor mengalami inflasi sebesar 1,35 persen (mtm).

Inflasi Provinsi Kalimantan Utara tersebut lebih rendah dari periode sebelumnya pada bulan Desember 2021 yang tercatat sebesar 0,98 persen (mtm). Kondisi ini secara umum dipicu oleh berlanjutnya pemulihan permintaan domestik sejalan dengan pelonggaran PPKM dan peningkatan transmisi harga global ke domestik, serta adanya normalisasi pasca HBKN Nataru 2021/2022.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Jika dilihat berdasarkan komoditasnya, inflasi pada periode Januari 2022 utamanya disebabkan oleh komoditas telur ayam ras, angkutan udara, dan sewa rumah, ” ungkap Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kaltara, Tedy Arief Budiman melalui siaran pers.

Meningkatnya harga telur ayam ras (andil 0,13 persen) disebabkan oleh kondisi cuaca yang kurang mendukung sehingga berakibat pada gelombang tinggi dan terhambatnya distribusi komoditas. Selain itu, naiknya harga pakan yang menyebabkan regenerasi ayam petelur menjadi terhambat juga menjadi faktor penyebab meningkatnya harga telur ayam ras.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Selanjutnya, angkutan udara (andil 0,11persen) mengalami kenaikan sejalan dengan peningkatan mobilitas masyarakat dan mulai beroperasinya Bandara Tanjung Harapan di Tanjung Selor. Kemudian kenaikan pada komoditas sewa rumah (andil 0,08 persen) disebabkan oleh mulai meningkatnya permintaan seiring dengan proyek Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di Kabupaten Bulungan yang akan dimulai pembangunannya pada tahun 2022 setelah groundbreaking pada Desember 2021 lalu.

Tanjung Selor menjadi kota dengan inflasi tertinggi ke-4 se-Indonesia. Sedangkan Kota Tarakan menjadi kota dengan inflasi tertinggi ke-81 se-Indonesia. Berdasarkan perkembangan tersebut, inflasi tahunan Provinsi Kaltara pada periode Januari 2022 sebesar 3,82 persen (yoy) atau masih berada di dalam kisaran sasaran inflasi 3,0 persen ±1.persen (yoy).

Peningkatan tekanan inflasi pada kelompok transportasi di Kalimantan Utara sejalan dengan peningkatan indeks Google Mobility Report (GMR) pada bulan Januari ini. Peningkatan indeks GMR tersebut mencerminkan terjadinya peningkatan mobilitas masyarakat termasuk dari pergerakan masyarakat menggunakan moda transportasi udara. Kondisi ini diyakini mendorong kenaikan tarif angkutan udara. Dengan demikian, secara bulanan dan tahunan, kelompok transportasi memberikan andil inflasi 1,05 persen (mtm) dan 16,13 persen (yoy).

“Sejalan dengan kelompok transportasi, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga mengalami inflasi di tengah tingginya permintaan Masyarakat pada Januari 2022,” jelasnya.

Empat komoditas yang memberikan andil inflasi bulanan dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau antara lain telur ayam ras (0,13 persen), minyak goreng (0,06 persen), udang basah (0,04 persen), dan bawang merah (0,04 persen). Sementara itu, komoditas yang memberikan andil deflasi bulanan (mtm) terbesar yaitu cabai rawit (-0,19 persen) dan daging ayam ras (-0,08 persen). Lebih lanjut, kondisi inflasi dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau secara umum di dorong oleh curah hujan tinggi serta telah berakhirnya masa panen di daerah sentra produksi, antara lain Jawa Timur dan Sulawesi Selatan, sepanjang bulan Januari 2022.

Pada komoditas telur ayam ras, kenaikan harga disebabkan pula oleh peningkatan harga pakan yang berdampak pada terhambatnya regenerasi ayam petelur. Selanjutnya, masih tingginya harga CPO global yang merupakan bahan baku minyak goreng, menyebabkan adanya kenaikan harga minyak goreng secara nasional. Menyikapi kenaikan pada minyak goreng tersebut, Kementerian Perdagangan pada tanggal 27 Januari 2022 lalu mulai menerapkan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO). Melalui kebijakan tersebut, berlaku Harga Eceran Tertinggi (HET) yang mulai berlaku pada 1 Februari 2022 dengan harga Rp11.500/liter (minyak goreng curah), Rp13.500/liter (minyak goreng kemasan sederhana), dan Rp14.000/liter (minyak goreng kemasan premium). Secara bulanan dan tahunan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau tercatat mengalami inflasi dengan andil sebesar 0,19 persen (mtm) dan 4,15 persen (yoy).

Mencermati perkembangan sampai dengan Januari 2022 tersebut, inflasi akan tetap dijaga sehingga berada pada sasaran inflasi 2022, yaitu 3,0±1 persen. “Untuk itu, koordinasi antara Pemerintah, Bank Indonesia dan lembaga terkait yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan terus diperkuat. Salah satu upaya penguatan koordinasi dengan penyelenggaraan High Level Meeting (HLM) TPID,” ujarnya.

HLM TPID yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah dari tingkat Provinsi, Kabupaten, serta Kota di Kalimantan Utara ini diharapkan mampu menghasilkan langkah-langkah strategis dalam menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi pasca HBKN Natal dan Tahun Baru 2022, serta persiapan kenaikan cukai rokok pada 2022 mendatang. Di sisi lain, Bank Indonesia terus aktif bersinergi dengan berbagai pihak termasuk Pemda melalui berbagai program termasuk penguatan korporatisasi dan kelembagaan, pengembangan kapasitas produksi, maupun perluasan pasar UMKM pangan dikala pandemi. Pada tahun 2022 inflasi diprakirakan berada pada rentang sasarannya 3,0±1 persen.

Anda Mungkin Juga Menyukai

DPRD Tarakan Dorong Kepastian Status Lahan di WKP
Komisi I DPRD Tarakan Minta BPN Atensi Pengajuan Sertifikat Lahan Warga Mamburungan
Soroti Pelayanan BPN Tarakan, DPRD Tekan Pentingnya Kepastian Hukum Hak Tanah Warga
Pengurusan Sertifikat Lahan Warga Mamburungan Tertahan Sumur Tua, DPRD Tarakan Gelar RDP
Ketua DPRD Tarakan Hadiri Pengukuhan DPC IWAPI, Tegaskan Komitmen Dukung Pengusaha Perempuan
Bagikan Artikel ini
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Baru Terbentuk, Markoni Domino Club Langsung Gelar Turnamen Eksklusif
Kaltara
8 Agustus 2026
DPRD Tarakan Apresiasi Komitmen Pemkot Realisasikan Pembangunan Sirkuit Balap dan Proyek Strategis
Tarakan
7 Agustus 2026
Buka Safari Gotong Royong Bareng Demokrat, Ketua DPRD Tarakan Muhammad Yunus Tekankan Pentingnya Keharmonisan dan Lingkungan Clean
Tarakan
7 Agustus 2026
Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Gelar Simulasi OKD Level 1 di Fuel Terminal Tarakan
Energi
6 Agustus 2026

Berita Terhangat

Ekonomi

Deddy Sitorus Desak Kaltara Bangun Ekosistem Ekonomi, Bukan Sekadar Program

6 Agustus 2026
Tarakan

Pemasangan PJU Jalan Poros Tanjung Pasir Tembus 85 Persen, DPRD Tarakan Dorong Penuntasan di APBD-P

11 Agustus 2026
Tarakan

Ketua DPRD Tarakan Hadiri Kenal Pamit Kapolres, Perkuat Sinergi dengan  Polri

11 Agustus 2026
Tarakan

Tuntas Kerjakan Seminisasi dan Ulinisasi, Asrin R. Saleh Buka Akses Jalan Nelayan Pesisir Tarakan

11 Agustus 2026
Sebelumnya Berikutnya
Info IndoInfo Indo
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Kehilangan Password ?