TARAKAN – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tarakan, Muhammad Yunus, menghadiri acara Ramah Tamah Pemerintah Kota Tarakan bersama Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla.
Kegiatan yang berlangsung hangat tersebut turut dihadiri oleh Wali Kota Tarakan dr. H. Khairul, M.Kes., Wakil Wali Kota Tarakan Ibnu Saud Is, serta jajaran pemangku kepentingan terkait di Kota Tarakan.
Di sela-sela acara, Ketua DPRD Kota Tarakan Muhammad Yunus menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya penguatan perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI), khususnya yang berasal dari wilayah perbatasan seperti Kalimantan Utara.
“Kota Tarakan dan wilayah Kaltara secara umum berada di posisi strategis perbatasan. Karena itu, pengawasan serta perlindungan terhadap warga kita yang hendak bekerja di luar negeri harus menjadi perhatian serius bersama,” ujar Muhammad Yunus.
Menanggapi data peningkatan jumlah PMI asal Tarakan—yakni 2 orang pada 2024, 27 orang pada 2025, dan telah mencapai 17 orang hingga Triwulan II 2026—Yunus menilai tren ini harus diimbangi dengan kepastian prosedur yang aman dan legal.
“Peningkatan angka ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk bekerja di luar negeri. Tugas kita di daerah, bersama Pemerintah Kota dan Kementerian P2MI, adalah memastikan mereka berangkat secara resmi, terlindungi hak-haknya, serta terhindar dari praktik tindak pidana perdagangan orang maupun penempatan ilegal,” tegas Yunus.
Ia berharap kedatangan Wamen P2MI ke Tarakan dapat membawa sinergi yang makin solid antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyediakan edukasi, pembekalan keterampilan, hingga jaminan keselamatan bagi PMI sejak sebelum keberangkatan hingga kembali ke tanah air. (red)



