Info IndoInfo IndoInfo Indo
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Bacaan : Soal Program Nuklir Iran, China-Rusia Bentrok dengan AS di Dewan Keamanan PBB
Bagikan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Info IndoInfo Indo
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
Search
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Ikuti Kami
© 2025 Facesia.com
Info Indo > Berita > Soal Program Nuklir Iran, China-Rusia Bentrok dengan AS di Dewan Keamanan PBB

Soal Program Nuklir Iran, China-Rusia Bentrok dengan AS di Dewan Keamanan PBB

Redaksi
Redaksi
Published: 13 Maret 2026
Bagikan
4 Minimal Baca
Utusan AS untuk PBB, Mike Waltz
Bagikan

AMERIKA SERIKAT dan sekutu Barat terlibat perdebatan tajam dengan Rusia dan China dalam sidang Dewan Keamanan PBB pada Kamis, 12 Maret 2026, terkait program nuklir Iran. Washington memanfaatkan forum tersebut untuk memperkuat pembenaran atas perang yang dilancarkannya terhadap Teheran dua pekan terakhir.

Dalam pertemuan Dewan Keamanan yang beranggotakan 15 negara yang dipimpin AS, dua negara pemilik veto, yakni Rusia dan China berupaya memblokir pembahasan mengenai komite yang bertugas mengawasi dan menegakkan sanksi PBB terhadap Iran.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Namun upaya tersebut gagal setelah ditolak melalui pemungutan suara dengan hasil 11 negara mendukung pembahasan, dua menolak, dan dua abstain. Utusan AS untuk PBB, Mike Waltz, menuduh Moskow dan Beijing mencoba melindungi Teheran dengan menghambat kerja komite sanksi yang dikenal sebagai Komite 1737.

“Semua negara anggota PBB harus menerapkan embargo senjata terhadap Iran, melarang transfer dan perdagangan teknologi rudal, serta membekukan aset keuangan yang relevan,” kata Waltz di hadapan Dewan Keamanan.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Ia menambahkan bahwa ketentuan PBB yang diusulkan untuk diberlakukan kembali bertujuan secara khusus untuk menghadapi ancaman dari program nuklir, rudal, serta persenjataan konvensional Iran, termasuk dukungan Teheran terhadap kelompok yang dianggap sebagai terorisme.

Baca juga : https://infoindo.co.id/pertamina-patra-niaga-kalimantan-siagakan-pasokan-energi-ramadan-idul-fitri-2026/

Menurut Waltz, Rusia dan China tidak menginginkan komite sanksi yang berfungsi efektif karena ingin melindungi Iran dan mempertahankan kerja sama pertahanan dengan negara tersebut. Waltz juga merujuk laporan terbaru dari International Atomic Energy Agency (IAEA) yang menyebut, Iran sebagai satu-satunya negara tanpa senjata nuklir yang telah memproduksi dan menyimpan uranium yang diperkaya hingga 60 persen. Ia juga menuduh Teheran menolak memberikan akses kepada IAEA untuk memeriksa persediaan tersebut.

Sementara itu, Duta Besar Rusia untuk PBB, Vasily Nebenzya, menuding Washington dan sekutunya menyebarkan “histeria” mengenai dugaan rencana Iran untuk memperoleh senjata nuklir. Menurutnya, tuduhan tersebut tidak pernah dikonfirmasi oleh laporan IAEA dan justru digunakan untuk membenarkan aksi militer terhadap Iran.

“Hal ini dilakukan untuk melancarkan aksi militer lain terhadap Teheran dan memicu eskalasi besar situasi di Timur Tengah dan sekitarnya,” kata Nebenzya.

Perwakilan China untuk PBB, Fu Cong, juga mengkritik keras Washington. Ia menyebut AS sebagai pihak yang memicu krisis nuklir Iran dengan menggunakan kekuatan militer di tengah proses negosiasi diplomatik.

Menurut Fu Cong, tindakan tersebut justru merusak upaya diplomasi yang sedang berlangsung. Di sisi lain, Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, menegaskan bahwa program nuklir negaranya bersifat damai. Ia juga menyatakan Teheran tidak akan mengakui upaya apa pun untuk menjatuhkan kembali sanksi terhadap Iran.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menggunakan isu program nuklir Iran sebagai dasar pembenaran atas serangan militer terhadap negara tersebut. Trump pada Maret lalu mengatakan Iran dapat memiliki senjata nuklir dalam waktu dua minggu jika AS tidak menyerang tiga fasilitas nuklir utama Iran. Namun sejumlah sumber menyebut klaim tersebut tidak didukung oleh penilaian intelijen AS.

Sementara itu, United Kingdom dan France menyatakan kepada Dewan Keamanan bahwa pemberlakuan kembali sanksi terhadap Iran dapat dibenarkan karena kegagalan Teheran menjawab kekhawatiran internasional mengenai program nuklirnya.

Pemerintah Prancis bahkan menyatakan IAEA tidak lagi dapat menjamin sepenuhnya bahwa program nuklir Iran bersifat damai, dan persediaan bahan nuklir negara tersebut disebut cukup untuk membuat sekitar 10 perangkat nuklir. (rtr/vv/red)

Anda Mungkin Juga Menyukai

Dialog Publik Soroti Kerusakan Gunung Bulu Bawakaraeng, Kolaborasi Mahasiswa Pecinta Alam Dorong Perlindungan Serius
Shinta Kamdani Lantik APINDO Kaltara, Fokus Ciptakan Lapangan Kerja Baru
APINDO Kaltara Resmi Dikukuhkan, Siap Dorong Investasi dan Industri Hijau
Gelar Diskusi, DPW SPEDA Sulsel Dukung Penguatan Transformasi UMKM Desa Go Digital
MAPALASTA Ambil Peran Strategis dalam Riset Nasional Restorasi Gunung Bulu Bawakaraeng Berbasis Ekoteologi
Bagikan Artikel ini
Facebook Copy Link Print

Berita Terbaru

Jembatan Garuda Juata Kerikil Resmi Dibuka, Warga Hemat Jarak Tempuh 7 Km
Kaltara Prov. Kaltara
13 Agustus 2026
DPRD Tarakan Dorong Kepastian Status Lahan di WKP
Tarakan
11 Agustus 2026
Komisi I DPRD Tarakan Minta BPN Atensi Pengajuan Sertifikat Lahan Warga Mamburungan
Tarakan
11 Agustus 2026
Soroti Pelayanan BPN Tarakan, DPRD Tekan Pentingnya Kepastian Hukum Hak Tanah Warga
Tarakan
10 Agustus 2026

Berita Terhangat

BeritaEkonomiPasarProv. KaltaraTarakan

Senam Sehat Pasar Ikan Higienis

28 Juni 2026
BeritaNunukanProv. Kaltara

Merasa Terancam, Warga di Tabur Lestari Laporkan Mandor Perusahaan Sawit ke Polisi

24 Juni 2026
BeritaNunukanProv. Kaltara

Saling Lapor Kasus Penganiayaan, Kapolsek Nunukan : Semua Sama di Mata Hukum

24 Juni 2026
BeritaEnergiIndustriKaltara

ISOG Capai Gas Pertama Lapangan Karamba di Kalimantan Timur, Siap Pasok Kilang Balikpapan

24 Juni 2026
Sebelumnya Berikutnya
Info IndoInfo Indo
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Kehilangan Password ?