Info IndoInfo IndoInfo Indo
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Bacaan : Tanggapi Persoalan Persoalan Minyak Goreng, Begini Solusi DPD-RI
Bagikan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Info IndoInfo Indo
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
Search
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Ikuti Kami
© 2025 Facesia.com
Info Indo > Parlemen > Tanggapi Persoalan Persoalan Minyak Goreng, Begini Solusi DPD-RI

Tanggapi Persoalan Persoalan Minyak Goreng, Begini Solusi DPD-RI

Redaksi
Redaksi
Published: 22 Maret 2022
Bagikan
3 Minimal Baca
Tanggapi Persoalan Persoalan Minyak Goreng, Begini Solusi DPD-RI
Bagikan

Rubrik News – Krisis minyak goreng serta kenaikan harga sejumlah bahan pangan terjadi belakangan ini. Melihat kondisi ini, Anggota DPD RI Hasan Basri meminta kepada Pemerintah untuk peka terhadap berbagai keluhan masyarakat tentang kelangkaan dan kenaikan harga kebutuhan pokok.

“kelangkaan dan kenaikan harga sejumlah bahan pokok sangat menyulitkan masyarakat. Kami melihat langsung di lapangan bahwa benar mereka merasa kesulitan dan mengeluhkan mahalnya harga kebutuhan pokok, seperti kedelai, lombok (cabai), daging, dan yang paling gaduh adalah minyak goreng,” ujarnya, (22/03/2022).

- Advertisement -
Ad imageAd image

Menurutnya, kelangkaan minyak goreng harus menjadi perhatian bersama sebab beberapa sektor ekonomi lain juga turut terimbas adanya kondisi itu.

“berbagai solusi bisa kita bahas secara bersama, yang penting harus gerak cepat. Jangan suruh masyarakat menunggu terlalu lama untuk menemukan solusi. Dapur kita harus ngebul, terlebih kita akan memasuki bulan ramadhan,” tegasnya.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Ia menuturkan, ada beberapa hal yang harus diupayakan oleh pemerintah untuk mengurai persoalan kebutuhan pokok dalam negeri: Pertama, Mengenakan pajak ekspor minyak goreng. Kedua, Relaksasi kewajiban produsen.

“pajak ekspor minyak goreng perlu dikenakan. Sebab, harga minyak goreng dunia mengalami kenaikan dari yang awalnya di harga $ 1.100 menjadi $ 1.340. Namun apabila dirasa kurang efektif dalam mendorong kebutuhan pasar dalam negeri, pemerintah dapat mengenakan pajak ekspor minyak goreng sampai harga-harga kebutuhan pokok stabil,” lanjutnya.

Diketahui, berdasarkan data Kementerian ESDM saat ini Pemerintah mengalokasikan biodiesel untuk pasar dalam negeri sebanyak 10,15 juta kiloliter, dengan perkiraan dana pembiayaan biodiesel dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) akan sebesar Rp 35,41 triliun.

“Seharusnya, Pemerintah bisa juga mengalihkan subsidi minyak biodiesel 50% atau setara dengan 17,705 triliun untuk disubsidikan ke berbagai kebutuhan. Sebab biodiesel ini subsidi mengarah ke orang mampu,” katanya.

Lebih lanjut, Senator muda asal Kalimantan Utara, Hasan Basri menghimbau kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, khususnya Kementerian Perdagangan dan dinas terkait untuk melakukan serangkaian kegiatan operasi pasar.

“Semestinya, kebutuhan pokok dicek dan dievaluasi secara berkala. Hal itu demi menstabilkan harga bahan pokok, khususnya minyak goreng,” terangnya.

Menurutnya, harga minyak goreng belakangan ini memang berubah-ubah dan terjadi kelangkaan.

“Memang kita ketahui harga Crude Palm Oil (CPO) melonjak, tapi masa hampir semua kebutuhan bahan pokok melonjak. Seharusnya sejak tahun 2020 pemerintah bisa melakukan riset serius dalam memaksimalkan komoditas bahan pokok,”Tegas Senator asal Kalimantan Utara itu.

“perlu ada gotong royong dan koordinasi antara Kementerian untuk menyesuaikan pasokan dan off taker terhadap kebutuhan pokok, serta pengawasan distribusi ke daerah-daerah,”tukasnya.

Ia mengingatkan kepada Pemerintah agar mencari solusi dan turun tangan untuk mengatasi kenaikan harga bahan pangan termasuk kelangkaan minyak goreng.

“Kami sebagai wakil rakyat, akan terus menyampaikan aspirasi ini ke Pemerintah untuk dicarikan solusi cepat dan terbaiknya. Dan kita juga mendesak kepada Pemerintah agar sebelum Ramadan masalah kebutuhan pokok dapat teratasi,” tuntasnya.

Anda Mungkin Juga Menyukai

Herman Tegaskan Bantuan PIP Harus Tepat Saran, Tanpa Potongan Dalam Bentuk Apapun
Deddy Sitorus: Saya Hormati Wartawan, Bukan Hina Profesi
Merger Perumda Hingga Penggabungan OPD Masuk Propemperda 2026
DPRD Tarakan Rencanakan Panggil OPD dan Perusahaan Buntut PHK Petugas Kebersihan
Mendagri Instruksikan Kepala Daerah dan Wakilnya Libur Lebaran
Bagikan Artikel ini
Facebook Copy Link Print

Berita Terbaru

Polisi Tangkap Penimbun BBM Subsidi di Kaltara
Hukum & Kriminal
27 September 2026
Program Pusling Lapas Tarakan Dukung Literasi Warga Binaan
Literasi
25 September 2026
HLM BI Kaltara Dorong Money Changer Berizin di Kalimantan Utara
Ekonomi
25 September 2026
Tarakan Juara TPID Award 2026, Inflasi Terkendali lewat Inovasi Lokal
Ekonomi
25 September 2026

Berita Terhangat

BeritaInternasionalNasionalParlemen

DPR Usul Penerbangan Haji 2026 Lewat Afrika

7 Maret 2026
BeritaNasionalPemerintahan

Supaya Bisa Diawasi Masyarakat, BGN Wajibkan SPPG Punya TikTok dan Instagram

7 Maret 2026
AdvertorialBeritaHukumKaltaraNunukanParlemenPemerintahanPemprov KaltaraProv. KaltaraTarakan

Rismanto Kritik Draft Raperda Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinilai Terlalu General

5 Maret 2026
AdvetorialBBMBeritaBulunganEkonomiEnergiIndustriMigasNunukanParlemenProv. KaltaraTarakan

Arming Soroti Kelangkaan BBM di Perbatasan Kaltara: SPBU Ada, Tapi Sering Tutup

4 Maret 2026
Sebelumnya Berikutnya
Info IndoInfo Indo
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Kehilangan Password ?