TARAKAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tarakan menggelar agenda reses malam hari dengan fokus khusus untuk menyerap aspirasi dari kalangan pemuda. Kegiatan yang dihadiri oleh banyak anak muda ini berlangsung antusias dan membahas berbagai gagasan terkait masa depan pembangunan kota.
Anggota DPRD Kota Tarakan, Harjo Solaika, mengungkapkan bahwa pelaksanaan reses kali ini terasa luar biasa karena menghadirkan format dan suasana yang berbeda dari sebelumnya. Menurutnya, diskusi didominasi oleh kekhawatiran dan fokus utama pada pembangunan manusia, khususnya bagaimana mencetak generasi muda yang memiliki jiwa kritis serta kontribusi nyata bagi proses pembangunan di Kota Tarakan.
“Konsennya adalah bagaimana pembangunan manusia sebenarnya. Bahwa kita ingin generasi-generasi muda itu yang memang memiliki jiwa kritis, punya kontribusi yang nyata terhadap proses pembangunan di Kota Tarakan,” ujar Harjo usai kegiatan.
Dalam pertemuan tersebut, para pemuda juga menyampaikan sejumlah aspirasi dan harapan agar suara mereka yang disalurkan kepada wakil rakyat di parlemen tidak menjadi sia-sia. Harjo memastikan bahwa aspirasi tersebut telah terjawab, salah satunya melalui pembentukan produk hukum yang mengakomodasi kebutuhan kepemudaan, seperti halnya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2026 tentang Kepemudaan.
Lebih lanjut, Harjo berpesan agar para pemuda tidak bersikap apatis terhadap politik dan perusahaan politik. Ia menegaskan bahwa masa depan Kota Tarakan sangat bergantung pada peran aktif generasi muda hari ini. Sebagai politisi muda, Harjo menyatakan komitmennya untuk terus mendampingi dan berdiskusi bersama kaum muda demi merumuskan masa depan kota yang lebih baik. (*)



