Info IndoInfo IndoInfo Indo
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Bacaan : Masih Banyak Restauran dan Rumah Makan Yang Belum Bersertifikasi Halal
Bagikan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Info IndoInfo Indo
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
Search
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Ikuti Kami
© 2025 Facesia.com
Info Indo > Ragam > Masih Banyak Restauran dan Rumah Makan Yang Belum Bersertifikasi Halal

Masih Banyak Restauran dan Rumah Makan Yang Belum Bersertifikasi Halal

Redaksi
Redaksi
Published: 12 Februari 2022
Bagikan
3 Minimal Baca
Bagikan

TARAKAN – Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kota Tarakan mengakui hingga saat ini masih terdapat cukup banyak rumah makan yang belum memiliki sertifikat halal. Sehingga Kantor Kemenag Tarakan bersama Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan dan Kosmetika Mejelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) terus berupaya agar pelaku usaha khusunya kuliner dapat memiliki sertifikat halal dalam memberikan jaminan kepada konsumen.

Saat dikonfirmasi, Kepala Kemenag H.Muhammad Shaberah menerangkan, hal itu sesuai pada sesuai undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2019 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk HalalKeputusan Menteri Agama Nomor 982 tahun 2019, Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal.

“biasanya fenomena yang sering di Jawa. Di sini Insyaallah belum pernah ditemukan kasus seperti itu. Tapi tidak menutup kemungkinan ada. Ini yang dikhawatirkan,”ungkapnya, (11/02/2022).

Tidak hanya itu, adapun fenomena pemalsuan label halal yang kerap terjadi.di pulau Jawa, tidak menutup kemungkinan juga terdapat di Tarakan. Dijelaskannya, fenomena pemalsuan label halal dapat terjadi kerena sebagian pelaku usaha ingin mendapatkan tanpa harus melalui pengujian. Kendati begitu, ia belum dapat memastikan apakah hal demikian pun terjadi di kota Tarakan atau tidak.

“Kasus memalsukan label halal itu ada hukumannya itu kan tidak boleh. Dan ia bisa jadi akan terkena 2 aturan. Aturan halal kena kemudian aturan pemalsuan dokumen. Label halal kan ada sertifikatnya. Tapi karena aturan sanksinya belum sah jadi kami belum bisa melakukan penindakan,”terangnya.

Menurutnya, kewajiban sertifikasi halal tersebut tidak hanya menyentuh kepada produk makanan saja. Namun sertifikat halal juga tertuju pada rumah makan, restauran, restaurant hotel, UMKM dan lain-lain.

“Tidak hanya produk makanan, tapi restaurant dan rumah makan juga wajib punya sertifikasi halal. Termasuk restauran hotel juga wajib. Karena hotel kelas tertentu kan sering menyajikan makanan untuk orang asing. Sebenarnya tidak dilarang juga masak yang haram, tapi dapurnya harus dibedakan, kulkasnya pun sendiri. Karena tidak boleh daging ayam ditaruh bersama daging babi di dalam satu kulkas,”tukasnya.

Sementara itu, Sekretaris LPPOM MUI Kaltara Sukamto menjelaskan, pada Oktober 2020 lalu pihaknya telah mengeluarkan 32 sertifikasi halal sedangkan di tahun 2021, pihaknya menyerahkan 17 sertifikasi halal kepada produk makanan. Sertifikasi tersebut didapatkan melalui pelatihan keamanan pangan, Pelatihan produk industri rumah tangga, Pelatihan sistem jaminan halal dan audit halal oleh LPPOM.

“Syarat pertama yang pokok adalah fasilitas produksi dan bahan, pada saat diaudit apabila produk itu tidak memiliki standar halal maka itu tidak boleh dikeluarkan halal , standar halal itu sudah ada kentuannya sendiri,” Jelasnya.

“Jadi audit konteks adalah audit dikantor yaitu audit dokumen. Audit outside yaitu audit dilapangan melihat proses produksi, setelah proses audit selesai maka dilakukan rapat diinternal LPPOM setelah itu di rapatkan dengan komisi Fatwa, jadi nanti tahun ini komisi fatwa MUI yang mengeluarkan fatwa halal. Dan ini hasil audit ketetapan yang dikeluarkan pada tahap pertama,” pungkasnya.

Anda Mungkin Juga Menyukai

Marak Karhutlah, 6 Kasus Terjadi Sepanjang Januari 2024
Gelar Silaturahmi Ramah Tamah, Wakapolda Ajak Warga Jawa di Kaltara Berkontribusi Bagi Pembangunan Daerah
Peringati HUT Tarakan dan Hari Guru Nasional, Bucks Project Gelar Festival Band Pelajar
Mengenal Sosok Juliansyah, Pencetus Platform Untuk Dukung UMKM Kaltara
Suplai Sapi Terkendala Kebijakan PMK, Tarakan Andalkan Sapi Lokal
Bagikan Artikel ini
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

SMSI Kaltara Ajak Pemprov Jaga Ekosistem Media Lokal
Berita Bulungan Prov. Kaltara
13 Mei 2026
JPU Duga Pelibatan Pihak Luar seperti Ibam-Jurist Tan Agar Chromebook Tetap Jadi Pilihan
Hukum
13 Mei 2026
Skakmat Rocky Gerung, Jaksa Ungkap Nadiem Sengaja ‘Tutup Telinga’ ke Dirjen demi “Gol-kan” ChromeOS
Hukum
12 Mei 2026
Kasus Korupsi Chromebook, Pengamat: Tim Khusus Nadiem di Kasus Tersebut Bukan Inovasi, tapi “Pemerintahan Bayangan”
Hukum
12 Mei 2026

Berita Terhangat

HukumRagam

Tidak Ada Habis, Lagi Peredaran Kosmetik Ilegal Terungkap

6 November 2022
Prov. KaltaraRagam

Pelanggaran Penggunaan Helm dan Penggunaan Jalur Masih Dominan

25 Oktober 2022
Operasi Kayan Berakhir, Temuan Pelanggaran Masih Menyoal Penggunaan Helm dan Pelanggaran Jalur
Ragam

Operasi Kayan Berakhir, Temuan Pelanggaran Masih Menyoal Penggunaan Helm dan Pelanggaran Jalur

25 Oktober 2022
PemerintahanProv. KaltaraRagam

Dikukuhkan, DPD LVRI Kaltara Berharap Adanya Perhatian Kelayakan Santunan Veteran

31 Agustus 2022
Sebelumnya Berikutnya
Info IndoInfo Indo
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Kehilangan Password ?