Info IndoInfo IndoInfo Indo
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Bacaan : Kajari Purwakarta Bantah Tolak Temui Massa Aksi PMII, Ini Penjelasannya
Bagikan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Info IndoInfo Indo
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
Search
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Ikuti Kami
© 2025 Facesia.com
Info Indo > Peristiwa > Kajari Purwakarta Bantah Tolak Temui Massa Aksi PMII, Ini Penjelasannya

Kajari Purwakarta Bantah Tolak Temui Massa Aksi PMII, Ini Penjelasannya

Arif Rusman
Arif Rusman
Published: 20 Juni 2026
Bagikan
3 Minimal Baca
Bagikan

PURWAKARTA – Narasi penolakan berembus pasca-aksi unjuk rasa yang digelar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta, Kamis (18/6/2026). Kajari Purwakarta dituding sengaja menutup diri dan enggan menemui massa mahasiswa.

Namun, di balik riuhnya demonstrasi di gerbang depan, ada ruang koordinasi yang sebenarnya telah diupayakan sejak malam sebelum aksi digelar. Pihak Kejaksaan meluruskan bahwa absennya Kajari murni karena persoalan manajemen waktu, bukan resistensi terhadap aspirasi publik.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Kepala Seksi Intelijen Kejari Purwakarta, Ratno Timur Habeahan Pasaribu, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa kabar rencana aksi tersebut baru diterima pihaknya pada Rabu (17/6/2026) malam. Waktu yang terhitung mepet itu langsung direspons dengan upaya komunikasi persuasif kepada pimpinan mahasiswa.

“Malam itu juga, kami langsung berkoordinasi dan konsolidasi dengan Ketua PC PMII Purwakarta via WhatsApp. Kami meminta agar aksi bisa digeser ke hari Jumat (19/6/2026). Mengapa? Karena pada hari Kamis, agenda institusi sudah terkunci penuh,” ujar Ratno, Sabtu (20/6/2026).

Agenda yang dimaksud Ratno adalah Festival Jaksa Masuk Sekolah (JMS) 2026. Ia menjelaskan bahwa agenda tersebut bukan sekadar sosialisasi biasa, melainkan sebuah proyek inovasi unggulan yang diinisiasi langsung oleh Kajari Purwakarta untuk merangkul generasi muda.

Skala acara yang besar membuat seluruh pegawai Kejari Purwakarta—tanpa terkecuali—harus turun tangan menjadi panitia pelaksana.
“Rangkaian acaranya sangat maraton, dimulai dari pukul 07.00 WIB hingga tuntas pukul 19.30 WIB. Seluruh energi dan konsentrasi personel kami tercurah untuk menyukseskan kegiatan itu. Jadi, tidak ada ruang waktu yang longgar di hari Kamis,” kata Ratno menjelaskan situasi di internal kejaksaan hari itu.

Menanggapi isu miring di media massa, Ratno menegaskan bahwa Kejaksaan tidak pernah menggunakan tameng kesibukan untuk menghindari kritik. Pihaknya mengklaim telah menyodorkan jalan tengah yang akomodatif melalui pesan tertulis sebelum mahasiswa turun ke jalan.

“Dalam pesan tersebut sudah kami sampaikan, apabila rekan-rekan PMII bersedia menggeser aksinya pada hari Jumat tgl 19 Juni, maka Kajari Purwakarta yang akan menerima langsung aspirasi mereka. Namun, jika PMII tetap memilih menyampaikan aspirasinya pada hari Kamis tgl 18 Juni 2026, maka akan diterima secara resmi oleh saya selaku Kasi Intel Kejari Purwakarta,” tegas Ratno.

Ratno menyayangkan dinamika koordinasi di lapangan ini justru dibingkai keliru di luaran seolah-olah Kajari sengaja menghindar atau enggan menemui. Padahal, menurutnya dua opsi yang ditawarkan tersebut adalah bentuk penghormatan Kejaksaan terhadap hak berpendapat mahasiswa agar tetap mendapat ruang resmi.

Di akhir pernyataannya, Ratno menegaskan bahwa kritik dan aksi mahasiswa adalah vitamin bagi penegakan hukum. Kejari Purwakarta tidak memposisikan demonstran sebagai lawan, melainkan mitra kritis.

“Kejaksaan ini milik publik dan kami selalu terbuka terhadap setiap aspirasi. Kami justru membutuhkan dukungan serta kawalan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk rekan-rekan mahasiswa, dalam penegakan hukum di Purwakarta,” pungkasnya. (*)

Anda Mungkin Juga Menyukai

Aplikator Tidak Hadir di RDP, Asrin R Saleh : Hadirkan Semua Aplikator Ojol!
Game Ketangkasan di Kampung Bugis Jadi Buah Bibir Warga Tarakan
Pemadaman Listrik di Kampung Satu. PLN Tarakan akan Evaluasi Penyebaran Informasi
Warga Keluhkan Pemadaman Listrik, PLN Harus Tanggungjawab Kerugian Masyarakat?
Tiga Kantor Bank Kaltimtara Digeledah Polisi, Diduga Terkait Kredit Fiktif
Bagikan Artikel ini
Facebook Copy Link Print

Berita Terbaru

Sukses Lampaui Target SLA, AI Helita Jadi Andalan Baru Layanan Publik Tangsel
NUSANTARA
19 Juni 2026
Hari Bakti ke-79, Lanud Anang Busra Kirim 5 Ton Bantuan ke Krayan
Kaltara
18 Juni 2026
Lapas Kelas IIA Tarakan Hadirkan Pembinaan Kerohanian Islam Inklusif bagi WBP
Hukum & Kriminal
18 Juni 2026
Modal Kotak Susu buat Selundupkan Sabu, Kurir Dibekuk di Bandara Juwata
Hukum & Kriminal
18 Juni 2026

Berita Terhangat

BeritaBulunganHukumHukum & KriminalKaltaraPeristiwaProv. KaltaraViral

SMSI Kaltara Kecam Pengrusakan Kantor Korkal, Ancaman Serius Perusahaan Pers

13 Agustus 2025
BeritaKaltaraNunukanOlahragaPeristiwaProv. KaltaraViral

Wartawan Malaysia Akan Hadiri PORWADA II Kaltara, SIWO PWI Nunukan Perkuat Hubungan Bilateral

11 Agustus 2025
BeritaBulunganHukumKaltaraPemerintahanPemprov KaltaraPeristiwaProv. Kaltara

Kembali Disorot, Begini Cerita Kasus Korupsi Dana Hibah PT BKJ yang Melibatkan Nama Gubernur Kaltara

8 Agustus 2025
BeritaBulunganHukumKaltaraKeuanganPemerintahanPeristiwaPolriProv. Kaltara

Namanya Ada di Pusaran Korupsi Dana Hibah PT BKJ, Gubernur Kaltara Ikut Terlibat?

6 Agustus 2025
Sebelumnya Berikutnya
Info IndoInfo Indo
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Kehilangan Password ?