TARAKAN – Hangatnya momen silaturahmi Idul Fitri 1447 Hijriah tetap terasa di balik jeruji besi. Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan masih bisa bertemu dan bersilaturahmi dengan keluarga tercinta.
Meski sedang menjalani masa pembinaan, Lapas Tarakan memastikan layanan kunjungan tetap dibuka penuh selama tiga hari Idul Fitri. Mulai dari hari pertama hingga hari ketiga, Ruang Kunjungan Serbaguna jadi tempat paling ramai di dalam lapas.
“Pelayanan publik prima itu bukan cuma slogan. Kami hadir di tengah masyarakat, termasuk di hari raya,” tegas Kepala Lapas (Kalapas) Jupri.
Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), setiap keluarga yang datang tetap melewati pemeriksaan keamanan. Tapi suasananya jauh dari kaku. Senyuman petugas, obrolan hangat, dan tawa anak-anak yang bertemu ayahnya jadi pemandangan sehari-hari selama Lebaran ini.
Data kunjungan pun mencatat rekor yang menggembirakan. Di hari pertama, 1.130 orang datang melepas rindu. Hari kedua masih ramai dengan 1.083 pengunjung. Dan pelayanan akan terus berjalan hingga hari ketiga Idul Fitri, Senin 23 Maret 2026.
Jupri menjelaskan komitmen jajarannya tak main-main. “Seluruh petugas siaga full, tidak ada yang mengambil cuti khususnya dari H-7 hingga H+7 Lebaran. Ini sesuai surat edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kalapas Jupri menegaskan layanan di Lapas Tarakan selalu humanis, penuh dedikasi, tanpa diskriminasi, dan bebas pungutan liar.
“Kami menjalankan tugas sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Ini bukti nyata bahwa pemasyarakatan modern itu mengutamakan kemanusiaan,” tambahnya.
Di penghujung pernyataannya, Jupri menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah untuk seluruh masyarakat Indonesia.
“Mohon maaf lahir dan batin. Semoga silaturahmi yang terjalin hari ini membawa keberkahan bagi kita semua,” tutupnya. (*)
Reporter : Arif Rusman



