JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga, subholding komersial dan perdagangan PT Pertamina (Persero), memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional tetap aman dan terkendali selama periode Ramadan dan Idul Fitri 1447 H/2026 M.
Hal itu disampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat akibat dinamika geopolitik global, khususnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi rantai pasok energi dunia.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, menjelaskan bahwa stok BBM saat ini berada pada level operasional sekitar 21 hari. Stok tersebut merupakan bagian dari sistem logistik energi nasional yang secara rutin dijaga untuk menjamin distribusi merata ke seluruh wilayah Ioo0ndonesia.
“Stok sekitar 21 hari yang dikelola Pertamina Patra Niaga merupakan stok BBM yang secara normal selalu dijaga dalam sistem logistik energi nasional. Stok ini terus dilakukan top-up atau re-fill melalui produksi kilang domestik maupun pengadaan impor yang telah direncanakan jauh hari sebelumnya, secara rutin berkala juga dilakukan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM,” ujar Roberth dalam keterangan resmi, Jumat (6/3/2026).
Menurutnya, pasokan operasional tersebut bersifat dinamis dan terus diisi ulang sesuai pola konsumsi masyarakat.
Pertamina Patra Niaga mengelola rantai pasok energi secara terintegrasi, mulai dari pengadaan minyak mentah, pengolahan di kilang dalam negeri, transportasi laut dan darat, hingga distribusi ke SPBU dan konsumen akhir.
Untuk mengantisipasi potensi gangguan akibat konflik geopolitik, perusahaan telah menerapkan sejumlah langkah mitigasi strategis.
Di antaranya diversifikasi sumber pasokan minyak mentah dan produk BBM, penguatan infrastruktur logistik, optimalisasi operasi kilang domestik, serta peningkatan koordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait.
“Pertamina Patra Niaga terus memantau perkembangan situasi global dan telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif, antara lain melalui diversifikasi sumber pasokan, penguatan ketahanan logistik dan distribusi, optimalisasi operasi kilang dalam negeri, serta peningkatan koordinasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan,” tambah Roberth.
Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menjaga ketahanan energi nasional, terutama di periode mudik dan libur Lebaran yang biasanya memicu lonjakan konsumsi BBM hingga 10-20% di atas normal.
Pertamina Patra Niaga juga telah menyiagakan ribuan SPBU, termasuk yang beroperasi 24 jam, layanan modular, serta armada tangki cadangan untuk mendukung kelancaran distribusi.
Di tingkat regional, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, turut menegaskan bahwa stok BBM di wilayah Kalimantan tetap aman. Ia mengimbau masyarakat untuk menghindari panic buying atau pembelian berlebihan yang justru dapat mengganggu pola distribusi normal.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Pembelian yang berlebihan dapat mengganggu kelancaran distribusi yang selama ini berjalan normal. Dengan penggunaan yang bijak, distribusi energi dapat terus terjaga sehingga seluruh masyarakat tetap mendapatkan akses BBM,” jelas Edi.
Secara keseluruhan, Pertamina Patra Niaga berkomitmen menjaga pasokan energi untuk mendukung aktivitas masyarakat, dunia usaha, dan perekonomian nasional selama Ramadan dan Idul Fitri.
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut terkait ketersediaan BBM, dapat menghubungi Pertamina Contact Center di nomor 135.
Dengan jaminan pasokan yang solid ini, sektor energi nasional diharapkan tetap resilien menghadapi tantangan eksternal, sehingga mendukung stabilitas ekonomi di tengah momentum hari raya. (*)
Reporter : Arif Rusman

