Deddy Sitorus dituding ikut bermain MBG? Wow! Pasti yang nuduh para hatters. Buzzer bayaran itu ingin merusak reputasinya ditengah isu 26 politisi lintas partai ada ditangan Kejaksaan Agung.
Anda pasti sudah tahu. Tuduhan ngawur itu sudah dijawab Deddy Sitorus di status Facebooknya.
“Kata buzzer preman sampah itu, saya dan Adian punya dapur MBG? Kasih tahu dimana, saya hibahkan buat ibu bapak kalian.”
Status ini pun mendapat respon dari beragam kalangan. Hingga siang ini, status tersebut telah mendapat 348 tanggapan. Dan 2200 like.
Beberapa tanggapan yang menarik dan lucu saya kutip disini:
“Mungkin yg nuduh itu lagi mabok kecubung Bang.” Tulis akun Edy Santri.
Ada lagi tanggapan dari akun Jodi Pratama: MBG kan punya tetangga sebelah bang. Seluruh Indonesia dia semua yg atur.
Ada juga tanggapan yang cukup serius. Perlu klarifikasi soal itu Bang Deddy Yevri Sitorus. Karena banyak orang bodoh percaya dengan pernyataan Naniek Sudaryati Deyang yg katanya semua Partai punya Dapur MBG. Itu tulisan Mulyadi Adi Makmur.
Status Deddy Sitorus itu menegaskan, bahwa politisi PDI Perjuangan ini, sama sekali tidak memiliki dapur MBG. Begitu pula kompatriotnya Adian Napitupulu. Bahkan dia menantang, jika si penuduh itu bisa membuktikan dia main MBG, akan dikasih hadiah berupa dapur.
Lagi-lagi Anda sudah tahu. Bola liar keterlibatan sejumlah politisi dalam dapur MBG itu gegara, Wakil Kepala MBG Sony Sonjaya. Ia mengajukan diri kepada Kejaksaan Negeri menjadi Justice Collaborator (JC).
Sony mengklaim, ada sejumlah politisi dari berbagai partai terlibat dalam pusaran korupsi MBG. Nah, spekulasi inilah dimanfaatkan para pembenci Deddy Sitorus memasukan namanya dan Adian. Yah, semua tahu, Deddy dan Adian adalah duet maut PDI Perjuangan yang kerap mengkritisi kebijakan pemerintah.
Tapi, itu hanyalah tuduhan tanpa dasar. Mereka tidak bisa membuktikan dimana dapur milik Deddy Sitorus itu berada. Apakah di Sumatera Utara kampung halamannya. Atau Kalimantan Utara Dapilnya. Mereka tidak bisa menunjukkannya.
Mari kita bermain logika dan fakta. Anggaplah Deddy Sitorus memiliki dapur MBG. Logikanya, apakah mungkin Ia berani mengkritik program pemerintah itu? Faktanya, Deddy kerap mengkritisi MBG di status Facebooknya.
Mari kita ambil dua contoh statusnya saja. Yang pertama tanggal 21 April. “MBG itu mengurusi gizi dan masalah stunting untuk anak sekolah, atau mengurusi rezeki dan rekening pribadi pengurusnya? Masa iya, sampai semir sepatu juga diurus APBN?
Ada lagi status tanggal 17 April. Bunyinya begini: Pegawai Kopdes jadi karyawan BUMN. Karyawan MBG dapat rumah subsidi, motor, tablet sampai kaos kaki. Bagaimana guru, nakes dan P3K di pedalaman dan perbatasan?? Kalian waras??
Sindiran keras Deddy itu menunjukkan sikapnya terhadap MBG. Sepertinya dia sudah mensinyalir adanya korupsi dalam program tersebut. Toh akhirnya terbuktikan. Kepala MBG Dadan Hindayana ditahan Kejaksaan.
Sekarang kita beralih di Dapil. Saya yakin jika isu keterlibatan sejumlah politisi Senayan terkait dapur MBG, seluruhnya berada di daerah pemilihan. Tujuannya pasti untuk menghidupi tim sukses. Atau menutupi operasional di dapil.
Anda boleh cek, apakah di Kaltara ada dapur milik Deddy. Dapur yang diinisiasi dan dikelola oleh orang dekatnya?Padahal untuk membuat dapur itu pekerjaan mudah. Badan hukum berupa yayasan, bangunan untuk dapur dan karyawan.
Termasuk pula, membangung SPBG di darah 3 T. Harusnya kalau Deddy mau, daerah 3 T itu adalah basis suaranya. Tapi lagi-lagi Ia memilih tidak ingin mengotori tangannya dengan MBG.
Anda sudah tahu siapa pemain terbesar MBG di Kaltara. Terlalu luas kalau bicara provinsi. Di Tarakan saja, Anda pasti sudah tahu, siapa pemilik terbanyak dapur MBG? Pemainnya itu-itu saja. Yang pasti terafiliasi dengan organisasi pengusaha muda dan partai politik bukan berwarna merah.
Bukan hanya itu, dalam beberapa kesempatan reses di dapil, Deddy kerap mendapat keluhan soal MBG. Seperti di Kecamatan Sesayap KTT, Mansalong dan Desa Makmur di Nunukan.
Mereka mengeluh soal menu MBG, dan belum adanya dapur SPBG di daerah mereka yang masuk kategori 3 T.
“Yang jelas, MBG itu sumber dananya dari APBN. APBN itu dari uang rakyat. Jadi MBG itu bukan soal kebaikan pemerintah memberikan makan kepada anak sekolah. Tapi hak masyarakat untuk menerima manfaatnya,” uangkap Deddy.
Jadi Anda mau percaya yang mana? Rumor atau fakta? (pai)

