TARAKAN – Kuliah umum bertema Green Healthpreneur: Penerapan Teknologi Hijau dalam Kewirausahaan di Politeknik Kaltara mendorong mahasiswa kesehatan untuk melihat peluang usaha sebagai ruang inovasi dan kontribusi sosial. Narasumber, Rahmah Mustarin, menekankan sektor kesehatan memiliki prospek besar jika dikelola dengan model bisnis yang tepat dan berbasis kebutuhan nyata masyarakat.
Dalam pemaparannya, Rahmah menyebutkan bahwa kebutuhan layanan kesehatan terus meningkat, baik dalam bentuk jasa maupun produk. Ia mencontohkan peluang seperti layanan homecare, klinik perawatan luka, konsultasi kesehatan berbasis digital, hingga pengembangan produk herbal dengan standar farmasi.
“Mulai dari masalah nyata yang ada di lapangan. Identifikasi siapa yang membutuhkan, seberapa sering kebutuhan itu muncul, dan apakah tanpa solusi tersebut masyarakat akan terganggu,” ujarnya pada Kamis (26/2/26).
Menurutnya, model bisnis kesehatan sebaiknya dimulai dari layanan jasa untuk membangun kepercayaan (trust) dan jaringan profesional. Setelah sistem dan reputasi terbentuk, usaha dapat berkembang ke produk yang lebih luas. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang jelas dan edukatif kepada masyarakat sebagai fondasi pelayanan tenaga kesehatan.
Selain itu, konsep teknologi hijau dinilai relevan dalam mendukung efisiensi operasional dan pengurangan limbah. Pengelolaan stok yang baik, pencatatan biaya secara rinci, serta perencanaan margin keuntungan yang realistis menjadi bagian dari strategi agar usaha tetap sehat secara finansial sekaligus ramah lingkungan.
Rahmah juga mendorong mahasiswa agar tidak semata berpikir mencari pekerjaan setelah lulus, melainkan mempertimbangkan membangun usaha yang berdampak. “Kesehatan menyangkut keselamatan pasien. Karena itu, bisnis di bidang ini harus tunduk pada standar dan regulasi. Namun di situlah nilai dan keunggulannya,” katanya.
Melalui kuliah umum tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menangkap peluang kewirausahaan berbasis kesehatan yang inovatif, berkelanjutan, dan tetap berorientasi pada pelayanan publik. (Sdq)

