Kaprodi D-III Farmasi, Faizal Mustamin, menjelaskan bahwa tujuan penyuluhan adalah memperkenalkan potensi tanaman endemik Kalimantan Utara yang selama ini belum dimanfaatkan optimal oleh masyarakat.
“Di Kalimantan Utara ini penuh dengan tanaman-tanaman endemik, namun masih jarang dimanfaatkan. Kami menjelaskan bagaimana memanfaatkan tanaman yang jarang diketahui masyarakat tetapi manfaatnya banyak,” kata Faizal.
Dalam penyuluhan dipaparkan contoh-contoh tanaman seperti bawang Dayak serta beberapa akar tradisional, disertai penjelasan penggunaan dan pengolahan yang lebih higienis. Selain edukasi tumbuhan obat, tim farmasi juga menyediakan pemeriksaan tekanan darah, tes kolesterol, gula darah, dan asam urat sebagai upaya deteksi dini kondisi kesehatan warga.
Direktur Politeknik Kaltara, Dr. Muhammad Aris, menyatakan dukungan institusi untuk menjadikan kegiatan ini terprogram dan berkelanjutan. Dr. Aris menyampaikan rencana menjajaki perjanjian kerjasama formal dengan Pakuwaja agar program dapat dilembagakan dan dikembangkan melibatkan prodi lain seperti keperawatan dan promosi kesehatan.
“Kami akan mendorong dosen farmasi melakukan penelitian terkait tumbuhan-tumbuhan di Tarakan yang berpotensi menjadi obat dan bisa dipatenkan,” ujarnya, seraya menegaskan bahwa setiap program studi di politeknik diwajibkan melakukan pengabdian minimal secara berkala.
Dari sisi mitra komunitas, Ketua Umum Pakuwaja Kota Tarakan, Djamin, menyambut positif inisiatif tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat rutin digelar. Djamin mengaku kegiatan pemeriksaan kesehatan seperti ini merupakan yang pertama kali digelar oleh organisasi mereka dan mendapat antusiasme tinggi dari warga. Ia juga menyebut adanya peluang kolaborasi lebih luas dengan DPR dan organisasi lokal lain untuk mempermudah akses layanan kesehatan ke tingkat RT.
“Masyarakat kadang enggan periksa ke fasilitas kesehatan dengan program seperti ini kita bisa langsung masuk ke masyarakat dan melakukan deteksi dini,” kata Djamin.
Kegiatan ini tidak hanya bertumpu pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada implementasi ilmu menghubungkan kemampuan akademik mahasiswa dan dosen dengan kebutuhan nyata masyarakat. Para penyelenggara berharap program dapat menjadi rutinitas kampus yang terus berkembang, meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam lokal secara aman dan ilmiah, sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pemeriksaan dan rujukan bila diperlukan. (Sdq)




