Info IndoInfo IndoInfo Indo
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Bacaan : Inklusi Fest 2025: Memperkuat Akses dan Partisipasi Penyandang Disabilitas melalui Kolaborasi Komunitas dan Pemerintah
Bagikan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Info IndoInfo Indo
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
Search
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Ikuti Kami
© 2025 Facesia.com
Info Indo > Advetorial > Inklusi Fest 2025: Memperkuat Akses dan Partisipasi Penyandang Disabilitas melalui Kolaborasi Komunitas dan Pemerintah

Inklusi Fest 2025: Memperkuat Akses dan Partisipasi Penyandang Disabilitas melalui Kolaborasi Komunitas dan Pemerintah

Siddiq Rustan
Siddiq Rustan
Published: 16 November 2025
Bagikan
3 Minimal Baca
Penyerahan Sertifikat Penghargaan oleh Founder AYS kepada Kepala Dinas Sosial, Obed Daniel
Bagikan

TARAKAN – Action of Youth for Sustainability (AYS) Indonesia akan menyelenggarakan Inklusi Fest 2025, sebuah festival inklusi yang dirancang sebagai ruang pertemuan, pembelajaran, dan advokasi untuk mempercepat aksesibilitas layanan publik bagi penyandang disabilitas. Dengan mengundang Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Utara sebagai mitra pelaksana dan mitra kebijakan, Inklusi Fest bertujuan menyatukan komunitas, lembaga pemerintahan, organisasi penyandang disabilitas, dan pelaku layanan publik dalam satu platform aksi nyata.

Kegiatan ini mengusung format terpadu yang menggabungkan pameran inovasi aksesibilitas, lokakarya juru bahasa isyarat (JBI), panel diskusi kebijakan, simulasi layanan publik inklusif (puskesmas, sekolah, kantor pemerintahan), serta bazar kerja dan inkubasi usaha mikro berbasis inklusi. Selain pelatihan teknis, Inklusi Fest juga menyediakan ruang dialog langsung antara penyandang disabilitas dan pembuat kebijakan untuk memastikan suara mereka terwakili dalam perumusan program dan alokasi anggaran.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Muhammad Abrar Siregar, Founder AYS, menegaskan latar belakang inisiatif program ini lahir, dari pengalaman panjang di lapangan di mana hambatan komunikasi menjadi penghalang utama partisipasi sosial. Menurut Abrar, Inklusi Fest bukan sekadar acara simbolis, melainkan langkah operasional untuk membangun kapasitas dan jejaring. Serta menekankan bahwa kemampuan berkomunikasi adalah pintu utama menuju layanan yang setara.

“Bahasa isyarat adalah nafas mereka,” ungkapnya.

Abrar juga mengingatkan realitas lapangan yang menguatkan urgensi festival ini. Sebuah gambaran yang memotivasi program pelatihan berkelanjutan dan pembentukan jaringan antar-komunitas.

“Tarakan saja hampir seribu (penyandang disabilitas), tapi JBI-nya sendiri bisa dihitung tidak sampai 10 jari,” ujarnya.

Kepala Dinas Sosial, Obed Daniel, sebagai partner kebijakan dalam Inklusi Fest, membawa perspektif pemerintah daerah dan rencana tindak lanjut yang bersifat struktural. Ia melanjutkan perlunya pelatihan bersertifikat dan mekanisme penempatan JBI dalam layanan publik. Ia juga mendorong semangat berkelanjutan bagi peserta

“Tuli ataupun Tunarungu di Indonesia ada 1,9 juta, hampir 2 juta, tetapi JBI yang terdata hanya 500 orang,” kata Obed.

“Terus belajar, belajar dan terus belajar, tidak ada kata menyerah dalam belajar,” lanjutnya.

Inklusi Fest juga mengundang organisasi penyandang disabilitas nasional dan lokal seperti PPDI dan Gerkatin serta perguruan tinggi, fasilitas kesehatan, pelaku usaha, dan media. Festival dirancang untuk menjadi momentum aksi: bukan hanya transfer pengetahuan, tetapi juga penandatanganan komitmen kemitraan, pemetaan kebutuhan JBI per kabupaten/kota, serta pembukaan jalur kerja bagi lulusan pelatihan.

Hasil yang diharapkan dari Inklusi Fest 2025 antara lain bertambahnya jumlah calon JBI terlatih, terbentuknya mekanisme rujukan antara komunitas dan layanan publik, serta rekomendasi kebijakan yang dapat diusulkan oleh Dinas Sosial Kaltara ke DPRD dan pemangku anggaran provinsi. Dengan kolaborasi yang jelas antara AYS dan Dinas Sosial, Inklusi Fest diharapkan menjadi model replikasi untuk kabupaten/kota lain di wilayah Indonesia timur dan nasional. (sdq)

Anda Mungkin Juga Menyukai

Hasil Seleksi Jalur Domisili SMPN Tangsel Diumumkan Malam Ini, Pemkot Jamin Transparansi
Merasa Terancam, Warga di Tabur Lestari Laporkan Mandor Perusahaan Sawit ke Polisi
Saling Lapor Kasus Penganiayaan, Kapolsek Nunukan : Semua Sama di Mata Hukum
ISOG Capai Gas Pertama Lapangan Karamba di Kalimantan Timur, Siap Pasok Kilang Balikpapan
Masa sih, DS Punya Dapur MBG?
Bagikan Artikel ini
Facebook Copy Link Print

Berita Terbaru

Air Bersih untuk Rakyat, Kado Nyata HUT Bhayangkara ke-80 dari Polda Kaltara
Kaltara
25 Juni 2026
Bandara Juwata Siap Tindak Lanjuti Aspirasi Mahasiswa Perbatasan
Ekonomi
24 Juni 2026
Polda Kaltara dan Pusat Studi Kepolisian UBT Kolaborasi Cegah Konflik Lewat Riset Akademik
Hukum
23 Juni 2026
Akselerasi Ekonomi Digital, Tangsel Perluas 5.000 Titik Wi-Fi Gratis Berbasis Rumah Ibadah
NUSANTARA
23 Juni 2026

Berita Terhangat

BeritaBulunganMalinauNunukanProv. KaltaraTana TidungTarakan

BPK Berikan Opini Wajar Tanpa Pengecualian ke-12 Kali untuk LKPD Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2025

8 Juni 2026
Pendidikan

Herman Bagikan Kuota KIP Kuliah Tanpa Istimewakan Almamater

2 Juni 2026
BeritaOpiniProv. KaltaraTarakan

Tarif PBJT ditetapkan 10%, Untuk Restoran Penyedia Makanan dan Minuman

1 Juni 2026
BeritaHukumProv. KaltaraTarakan

Sebut UU Tidak Wajibkan 10%, Akademisi Hukum Desak Peninjauan Kembali Pajak Restoran di Tarakan

1 Juni 2026
Sebelumnya Berikutnya
Info IndoInfo Indo
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Kehilangan Password ?