By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Menerima
Info IndoInfo IndoInfo Indo
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Bacaan : Profesionalisme TNI dalam Bedah UU TNI: Dialog Publik Tegaskan Supremasi Sipil
Bagikan
Masuk
Notification Menampilkan lebih banyak
Font ResizerAa
Info IndoInfo Indo
Font ResizerAa
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
Pencarian
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Punya akun yang sudah ada ? Masuk
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
Info Indo > Prov. Kaltara > Tarakan > Profesionalisme TNI dalam Bedah UU TNI: Dialog Publik Tegaskan Supremasi Sipil

Profesionalisme TNI dalam Bedah UU TNI: Dialog Publik Tegaskan Supremasi Sipil

Redaksi
Redaksi
Published: 16 April 2025
Bagikan

TARAKAN – Revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi sorotan dalam diskusi publik yang digelar Komunitas Rumah Inspirasi Perbatasan di Ballroom Hotel Monaco, Tarakan, Kalimantan Utara, pada Selasa, 15 April 2025.

Bertajuk “Menilik UU TNI: Menjaga Prinsip Demokratis dan Profesionalitas TNI”, forum ini menghadirkan perwakilan TNI, akademisi, mahasiswa, dan organisasi kepemudaan untuk menggali implikasi revisi UU tersebut.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Diskusi ini mencuatkan sejumlah isu krusial: potensi dampak UU terhadap kebebasan berpendapat, perpanjangan usia pensiun prajurit, hingga kekhawatiran atas keterlibatan TNI di sektor non-militer, seperti Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dualisme fungsi TNI dalam dinamika demokrasi Indonesia juga menjadi perhatian utama.

Komandan Lantamal XIII Tarakan, Laksamana Pertama TNI Ferry Supriady, menyambut baik inisiatif dialog ini.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Diskusi ini membuka wawasan, dari latar belakang revisi hingga substansi perubahan,” ujarnya, seraya memuji riset yang mendasari acara tersebut.

Menurut Ferry, revisi UU TNI, yang mulai dibahas sejak Prolegnas 2010 dan disahkan pada 2024, telah menghilangkan pasal-pasal yang dulu memicu kontroversi.

“TNI kini mengusung semangat ‘we will fight, we will serve’, menuju profesionalisme dan keterbukaan,” tegasnya.

Ferry juga menyinggung soal kebebasan berekspresi. Ia menegaskan TNI tidak anti-kritik dan mendukung aspirasi masyarakat, asalkan disampaikan secara tertib.

“Silakan berdemonstrasi, tapi jangan merusak fasilitas umum. Kami terbuka berdiskusi,” katanya, menyebut telah mendapat restu dari pimpinan untuk menyampaikan materi secara transparan.

Namun, tidak semua peserta sependapat dengan proses revisi UU TNI. Tajudin Nor, perwakilan mahasiswa dan organisasi kepemudaan, menyayangkan minimnya keterlibatan publik dalam pengesahan UU.

“Prosesnya terasa tertutup. Keterlibatan TNI di BUMN, misalnya, memicu dualisme fungsi,” kritiknya. Meski begitu, ia mengakui keterbukaan TNI dalam dialog ini sebagai langkah maju.

Pandangan akademis disampaikan Dekan Fakultas Hukum Universitas Borneo Tarakan, Syafruddin. Ia menjelaskan bahwa sistem peradilan di Indonesia telah mengatur mekanisme penanganan pelanggaran yang melibatkan militer.

“Jika tindakan bersifat sipil, peradilan umum berlaku. Jika militer, peradilan militer,” ujarnya.

Syafruddin menilai revisi UU TNI justru memperkuat demokrasi dengan menyeimbangkan peran militer dan kepentingan sipil, meski edukasi publik tetap diperlukan untuk mencegah miskonsepsi.

Ketua DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kalimantan Utara, Ainulyansyah, menyoroti kurangnya transparansi dalam proses legislasi. Ia mempertanyakan rapat DPR di hotel yang bertepatan dengan isu efisiensi anggaran, serta sulitnya publik mengakses draf RUU.

“Rapat tertutup memicu kecurigaan. Kami harap ke depan prosesnya lebih inklusif,” katanya.

Ainulyansyah berharap TNI tidak hanya profesional, tetapi juga akuntabel dan dekat dengan rakyat.

Forum ini ditutup dengan komitmen untuk menjaga komunikasi terbuka antara TNI, masyarakat, dan akademisi.

Peserta berharap dialog serupa dapat rutin digelar guna menampung aspirasi sekaligus memperjelas peran TNI dalam demokrasi dan keamanan nasional. Sebagai kota perbatasan, Tarakan menunjukkan semangatnya berkontribusi dalam diskursus nasional yang konstruktif. (*)

Anda Mungkin Juga Menyukai

Pansus LKPj Rampungkan Pembahasan Lewat Uji Petik
Muscab HIPMI Tarakan: Hanya Satu Kandidat Calon Ketua Umum 2025-2028
PJU di Tarakan Meningkat, Komisi III Dorong Perbaikan dan Perawatan Lebih Intensif
Berikan Perhatian, Berbagai Komunitas Sambangi Warga Pulau Sadau
Pengerjaa Jalan Dr Soetomo Bakal Dilanjutkan Juli Mendatang
Bagaimana menurutmu ?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0

Berita Terbaru

Komisi II DPRD Tarakan Soroti Kebutuhan Air dan Standar Menu MBG di SMPN 1 Tarakan
Berita Prov. Kaltara Tarakan
10 Februari 2026
20 SD dan 10 SMP di Tarakan Belum Terima MBG, Komisi II DPRD Soroti Kesiapan Dapur
Berita Prov. Kaltara Tarakan
10 Februari 2026
Distribusi MBG di Beberapa Sekolah Tarakan Dinilai Terkoordinir, Masih Ada Paket Tidak Termakan
Berita Prov. Kaltara Tarakan
10 Februari 2026
Simon Patino: Jangan Biarkan Pedagang Kehilangan Mata Pencaharian
Berita Prov. Kaltara Tarakan
10 Februari 2026
Info IndoInfo Indo
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber