TARAKAN – Suasana penuh semangat menyelimuti acara Ramadan SIAP QRIS yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Acara ini dirangkai dengan kajian dan buka puasa bersama Ustadz Hanan Attaki, mengusung tema “Hati yang Tenang di Zaman yang Bising”.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Road to Kaltara Sharia Festival (KaShaFa) 2026, sekaligus kampanye QRIS, pelindungan konsumen, serta Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah. Ribuan jamaah antusias hadir, membuat tiket acara ludes dalam waktu singkat.
Menurut Kepala Kantor Perwakilan BI Kaltara, Hasiando G. Manik, acara ini tak hanya bertujuan meningkatkan iman dan takwa, tapi juga sebagai sarana strategis untuk memperkuat literasi ekonomi dan keuangan syariah di wilayah tersebut.
“Ramadhan SIAP QRIS dihadirkan untuk peningkatan iman dan takwa. Kegiatan ini juga menjadi sarana strategis untuk memperkuat literasi ekonomi dan keuangan syariah di Kalimantan Utara,” ujar Hasiando.
Antusiasme masyarakat terlihat jelas dari jumlah peserta yang mencapai sekitar 4.000 jamaah. Lokasi acara di Tarakan pun dipadati umat yang ingin mendengar tausiyah dari Ustadz Hanan Attaki. BI pun menyampaikan apresiasi atas kehadiran sang ustadz yang berbagi ilmu di Kota Tarakan.
Tak lupa, BI meminta maaf kepada masyarakat yang belum kebagian tiket. “Kami menjaga kenyamanan dan ketertiban pelaksanaan kegiatan,” tambahnya.
Ramadan SIAP QRIS bukan hanya majelis ilmu dan silaturahmi. Acara ini juga menyisipkan edukasi tentang pelindungan konsumen, pemanfaatan QRIS, serta CBP Rupiah.
Melalui QRIS, jamaah diajak berpartisipasi dalam transaksi non-tunai, termasuk untuk infak dan wakaf. Dana yang terkumpul akan disalurkan ke yang membutuhkan, serta mendukung program wakaf produktif bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Dengan acara ini, BI berharap literasi ekonomi dan keuangan syariah masyarakat Kaltara semakin meningkat.
Selain itu, akseptasi pembayaran digital diharapkan semakin luas, serta sinergi dengan pemerintah daerah dan stakeholders semakin kuat.
Semua ini demi mengembangkan ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan di Kalimantan Utara. Acara seperti ini diharapkan bisa terus digelar untuk mendekatkan masyarakat dengan nilai-nilai syariah dalam kehidupan sehari-hari. (*)
Reporter : Arif Rusman

