By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Menerima
Info IndoInfo IndoInfo Indo
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Bacaan : Dua Tahun Menghilang, Seorang Pemuda Dibunuh Sepupunya Sendiri
Bagikan
Masuk
Notification Menampilkan lebih banyak
Font ResizerAa
Info IndoInfo Indo
Font ResizerAa
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
Pencarian
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Punya akun yang sudah ada ? Masuk
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
Info Indo > Prov. Kaltara > Tarakan > Dua Tahun Menghilang, Seorang Pemuda Dibunuh Sepupunya Sendiri

Dua Tahun Menghilang, Seorang Pemuda Dibunuh Sepupunya Sendiri

Redaksi
Redaksi
Published: 4 Desember 2022
Bagikan

Menghilang Dua Tahun Seorang Pemuda, Ternyata Dibunuh Sepupunya

TARAKAN – Setelah sempat menghilang selama 2 tahun, kini AG (19) seorang pemuda berusia 19 tahun diketahui sudah lama meninggal dibunuh oleh sepupunya sendiri. Bahkan sang sepupu mengajak sang istri bersama rekannya untuk menghabisi nyawa AG . Diketahui, ketiga pelaku ialah tiga pelaku masing-masing berinisial EG (23), AF (22) dan ME alias MD (45).

- Advertisement -
Ad imageAd image

Sehingga terungkapnya kasus itu membuat Polres Tarakan melakukan rilis pers terkait kasus Tindak Pidana Pembunuhan Berencana yang melibatkan tiga orang terduga pelaku terhadap korban berinisial AG (19), warga Kota Tarakan, Jumat (2/12/2022).

Saat dikonfirmasi, Kapolres Tarakan, AKBP Taufik Nurmandia, S.I.K.,M.H didampingi Kasat Reskrim Polres Tarakan, IPTU Muhammad Aldi K.A, S.T.K.,S.I.K.,M.H, menerangkan, kejadian pembunuhan keji tersebut berawal sejak April 2021 lalu.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Saat itu korban AG yang masih duduk di bangku kelas 2 di salah satu SMK Kota Tarakan dilaporkan tidak pulang ke rumah selama seminggu lebih oleh pelapor yang merupakan ayah korban. Pelapor ini menerima informasi dari mantan istrinya alias ibu dari AG (korban).
Kasus ini sebenarnya belum masuk ke pihak kepolisian pada tahun 2021. Lalu kemudian, pada 27 November 2022 sekira pukul 11.00 WITA, kasus ini baru dilaporkan ke kepolisian,”ujarnya.

Diketahui, Ayah dari korban melapor kepada pihak Kepolisian usai mendengar informasi dari salah seorang rekan pelapor bahwa anak pelapor (AG, korban) tersebut telah dibunuh. Oleh pelaporan yang masuk ke Polres Tarakan, Unit Reskrim Polres Tarakan langsung bergerak mencari informasi dan akhirnya menemui titik terang.

“Hanya butuh waktu tiga hari, pelaku kasus pembunuhan yang terjadi pada April 2021 lalu terhadap korban berinisial AG berhasil diungkap.
Rilis pada hari ini berkaitan dengan tindak pidana dan mengorbankan satu korban jiwa. Lokasinya di Jalan Perum PNS Belakang Blok D wilayah Kandang Ayam RT 1 Kelurahan Juata Permai Kota Tarakan,” jelasnya.

Dipaparkannya, pada tanggal 30 November 2022 sekitar pukul 12.00 WITA, pihak Polres Tarakan menghubungi pelapor yang merupakan ayah korban (AG) untuk proses lebih lanjut. Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa anak korban, benar dibunuh dan meninggal dunia kemudian dikuburkan di daerah TKP pembunuhan.

“Tersangkanya berjumlah 3 orang, dimana EG (23) adalah pelaku utama kasus pembunuhan terhadap AG dan EG dibantu istirnya, AF (22) dan satu orang rekannya, MN alias MD (45). Saat kejadian pembunuhan, korban masih duduk di bangku kelas dua SMK,” jelas Kapolres Tarakan.

“Untuk mengungkap kasus ini tidak mudah apalagi kasus pembunuhan sudah dilakukan di tahun 2021 lalu. Setelah mendapatkan informasi didampingi Kasat Reskrim Polres Tarakan, kami segera menelusuri jejak informasi saat itu ternyata insiden itu terjadi di bulan Ramadan 2021. Kami berhasil memenginterogasi 10 orang saksi dan pemeriksaan dilaksanakan di daerah Sajau, Pulau Tibi dan didapatkan kesimpulan bahwa korban tersebut berinisial AG telah meninggal dunia dengan cara dibunuh oleh EG,”Pungkasnya.

Anda Mungkin Juga Menyukai

Meningkat, APBD 2023 Capai Rp 1.16 Miliar
Lepas Kendali, Dua Sepeda Motor Adu Banteng
Laporan Dugaan Ijazah Palsu Oknum Anggota DPRD Bulungan Naik Status Penyidikan, LSM Lira Apresiasi Kinerja Polda Kaltara
DPRD Tarakan Tindak Lanjuti Keluhan Tarif Ojol, Fokus Penyesuaian Tarif dan Sanksi Aplikator
Tak Diundang RDP, Kuasa Hukum Sertifikat Prada Kecewa
Bagaimana menurutmu ?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Komisi II DPRD Tarakan Soroti Kebutuhan Air dan Standar Menu MBG di SMPN 1 Tarakan
Berita Prov. Kaltara Tarakan
10 Februari 2026
20 SD dan 10 SMP di Tarakan Belum Terima MBG, Komisi II DPRD Soroti Kesiapan Dapur
Berita Prov. Kaltara Tarakan
10 Februari 2026
Distribusi MBG di Beberapa Sekolah Tarakan Dinilai Terkoordinir, Masih Ada Paket Tidak Termakan
Berita Prov. Kaltara Tarakan
10 Februari 2026
Simon Patino: Jangan Biarkan Pedagang Kehilangan Mata Pencaharian
Berita Prov. Kaltara Tarakan
10 Februari 2026
Info IndoInfo Indo
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber