By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Menerima
Info IndoInfo IndoInfo Indo
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Bacaan : Driver Online di Tarakan Minta Polri Tetap Independen di Bawah Presiden
Bagikan
Masuk
Notification Menampilkan lebih banyak
Font ResizerAa
Info IndoInfo Indo
Font ResizerAa
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
Pencarian
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Punya akun yang sudah ada ? Masuk
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
Info Indo > Hukum > Driver Online di Tarakan Minta Polri Tetap Independen di Bawah Presiden

Driver Online di Tarakan Minta Polri Tetap Independen di Bawah Presiden

Redaksi
Redaksi
Published: 1 Februari 2026
Bagikan

TARAKAN – Wacana penempatan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di bawah kementerian kembali menuai respons dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, suara penolakan datang dari kalangan pengemudi online di Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

Ketua Asosiasi Driver Online (ADO) Tarakan, Adrianninur, menegaskan bahwa Polri seharusnya tetap berada di bawah Presiden agar tetap independen, profesional, dan tidak mudah dipengaruhi kepentingan politik praktis maupun birokrasi tertentu.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Adrianninur menyebut, pengemudi online sebagai pekerja sektor transportasi berbasis layanan publik sangat bergantung pada stabilitas keamanan dan ketertiban. Menurutnya, posisi Polri yang independen menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga rasa aman masyarakat, termasuk para driver yang setiap hari bekerja di jalanan.

“Kami berharap Polri tetap independen dan berada langsung di bawah Presiden. Ini penting agar Polri bisa menjalankan tugasnya secara profesional, tidak terikat kepentingan tertentu,” ujar Adrianninur saat dimintai keterangan.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Ia menilai, jika Polri ditempatkan di bawah kementerian, dikhawatirkan akan muncul tumpang tindih kewenangan dan potensi intervensi yang dapat mengganggu efektivitas penegakan hukum.

Adrianninur juga menyoroti bahwa pengemudi online merupakan kelompok pekerja yang rentan menghadapi berbagai persoalan di lapangan. Mulai dari konflik antar pengguna jalan, ancaman kriminalitas, hingga perselisihan yang terjadi saat melayani penumpang atau pengantaran barang.

Dalam situasi seperti itu, kata dia, peran Polri menjadi sangat vital sebagai institusi yang menjaga keamanan dan menegakkan aturan secara adil.

“Driver online ini kerja di luar ruangan, ketemu banyak orang dengan berbagai karakter. Kadang ada masalah yang tidak bisa dihindari. Kalau Polri kuat dan independen, kami merasa ada perlindungan yang jelas,” jelasnya.

Lebih lanjut, Adrianninur menilai wacana perubahan struktur Polri dapat menimbulkan kegaduhan dan memunculkan persepsi negatif di tengah masyarakat. Ia menekankan, kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum harus dijaga, bukan justru dibuat semakin rentan oleh tarik-menarik kepentingan.

Menurutnya, ketika Polri berada langsung di bawah Presiden, jalur komando dan tanggung jawab dinilai lebih tegas dan jelas.

“Kami tidak ingin Polri jadi lembaga yang mudah dipengaruhi. Harus tetap profesional, netral, dan fokus melayani masyarakat,” tegasnya.

Adrianninur berharap pemerintah dan para pengambil kebijakan mempertimbangkan masukan dari berbagai kelompok masyarakat, termasuk pekerja transportasi online. Ia menilai, kebijakan terkait institusi negara harus dibuat dengan pertimbangan matang karena dampaknya akan dirasakan langsung oleh rakyat.

“Kalau ada rencana perubahan besar seperti ini, sebaiknya dibuka ruang dialog yang luas. Masyarakat harus dilibatkan, karena kami juga yang merasakan dampaknya,” katanya.

Menutup pernyataannya, Adrianninur menegaskan bahwa pengemudi online di Tarakan menginginkan situasi yang kondusif, aman, dan tertib. Ia percaya, Polri yang independen dan berada di bawah Presiden akan lebih mudah menjaga profesionalitas dan fokus pada pelayanan publik.

“Polri kuat dan independen itu bukan hanya untuk institusinya, tapi untuk rasa aman masyarakat juga. Kami berharap Polri tetap di bawah Presiden,” pungkasnya. (*)

Reporter : Arif Rusman

Anda Mungkin Juga Menyukai

Keluar Rumah Sebentar, Handphone Malah Dicuri
Jalankan Aksi Curanmor di Banyak Tempat, 4 Remaja Dibekuk Polisi
Tidak Kenal Tempat, Dua Maling Beraksi Saat Sholat Subuh
Masyarakat Adat Malinau Minta Polri Tetap Mandiri
Aset Pertamina Sering Hilang, Ternyata Pelakunya Pasutri
Bagaimana menurutmu ?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0

Berita Terbaru

Komisi II DPRD Tarakan Soroti Kebutuhan Air dan Standar Menu MBG di SMPN 1 Tarakan
Berita Prov. Kaltara Tarakan
10 Februari 2026
20 SD dan 10 SMP di Tarakan Belum Terima MBG, Komisi II DPRD Soroti Kesiapan Dapur
Berita Prov. Kaltara Tarakan
10 Februari 2026
Distribusi MBG di Beberapa Sekolah Tarakan Dinilai Terkoordinir, Masih Ada Paket Tidak Termakan
Berita Prov. Kaltara Tarakan
10 Februari 2026
Simon Patino: Jangan Biarkan Pedagang Kehilangan Mata Pencaharian
Berita Prov. Kaltara Tarakan
10 Februari 2026
Info IndoInfo Indo
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber