Info IndoInfo IndoInfo Indo
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Bacaan : Disambut Tarian Ulung Da’a, Peserta BRWC Terharu
Bagikan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Info IndoInfo Indo
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
Search
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Ikuti Kami
© 2025 Facesia.com
Info Indo > Budaya > Disambut Tarian Ulung Da’a, Peserta BRWC Terharu

Disambut Tarian Ulung Da’a, Peserta BRWC Terharu

Redaksi
Redaksi
Published: 4 November 2022
Bagikan
4 Minimal Baca
PENYAMBUTAN: Para peserta Batu Ruyud Writing Camp I disambut oleh tokoh-tokoh adat, masyarakat dan pemuda dengan tarian Ulung Da’a, Jumat (28/10).
Bagikan

BATU RUYUD – Sempat sehari tertunda kedatangan peserta Batu Ruyud Writing Camp (BRWC) I karena terlambatnya penerbangan dari Balikpapan ke Malinau, akhirnya Jumat (28/10) para pegiat literasi nasional bisa terbang dari Malinau dan tiba di Batu Ruyud, Fe’ Milau, Krayan Tengah, Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara).

Sebanyak 11 pegiat literasi yang berasal dari Jakarta, Yogyakarta, Solo, Bogor, Tangerang, Serang, dan Pontianak terharu serta merasa bangga karena disambut begitu hangat dengan tradisi adat Dayak Lengilu, yaitu tarian Ulung Da’a oleh masyarakat Krayan Tengah.

Edrida Pulungan, salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) terbaik Indonesia peraih The Feature Leader Terbaik 2022 dari tanah Batak, Sumatera Utara (Sumut) yang hadir sebagai peserta mengaku sangat terharu disambut dengan tradisi adat, dipakaikan baju dan dikalungkan kalung khas Dayak Lengilu sebagai bukti persaudaraan.

“Terima kasih banyak. Saya jadi terharu. Hari ini saya merasa senang memakai baju ini saya terharu tadi mau nangis tapi enggak bisa karena bahagia,” ungkap Edrida di hadapan para tokoh-tokoh adat, masyarakat dan pemuda-pemudi.

Edrida juga mengucapkan terima kasih sangat dalam kepada Dr. Yansen TP, M.Si yang merupakan senior, panutan dan pimpinan karena sudah memberi kesempatan para pegiat literasi hadir mengikuti BRWC yang pertama diselenggarakan dan bertempat di perbatasan Indonesia-Malaysia.

Wanita berhijab ini juga mengucapkan terima kasih mendalam kepada para penggagas BRWC yang merupakan empat serangkai, Yansen TP, Dodi Mawardi, Pepih Nugraha dan Masri Sareb Putra.

Ia mengaku bahagia mengikuti kegiatan literasi di Batu Ruyud yang dilaksanakan 27 Oktober – 3 November 2022. Ia dan peserta lainnya juga sudah meminum air dan makan makanan khas Krayan serta telah mendapat sambutan yang luar biasa dari semua masyarakat.

“Semoga suatu saat kita menuliskan peradaban di sini. Saya sangat yakin dan percaya bahwa literasi itu dibangun dari orang-orang yang percaya tentang masa depan bangsa Indonesia dan peradaban itu sudah dicatat di sini,” ujarnya pada kegiatan yang bertemakan ‘Menjelajahi Misteri Perbatasan’ ini.

Soal tradisi penyambutan tamu, Tirusel STP, SE, M.Si, Panglima Ulung Da’a menjelaskan bahwa penyambutan dengan tarian Ulung Da’a dipakai untuk menyambut tamu-tamu penting untuk zaman sekarang. Tapi zaman dahulu, tarian Ulung Da’a dalam rangka menyambut para pasukan perang di zaman ngayau saat pulang dari medan perang.

“Setelah mereka tiba di kampung, para pasukan perang Suku Dayak Lengilu di Sungai Krayan ini mereka disambut dengan tarian seperti itu. Namun di saat ini dengan bergesernya waktu tradisi ngayau tidak ada lagi,” terang Tirusel.

Jadi, lanjutnya, sekarang setiap tamu penting yang datang ke kampung Suku Dayak Lengilu, Sungai Krayan ini, pasti di sambut layaknya seorang yang pulang dari medan perang membawa kemenangan bagi manusia Dayak Lengilu yang ada di Sungai Krayan.

Kemudian, tradisi pemimpin rombongan memotong palang pintu terbuat dari rotan juga mempunyai arti yang mendalam. Sebab sebelum siapapun yang masuk ke kampung Dayak Lengilu di Sungai Krayan harus melewati aturan dan ketentuan yang berlaku di kampung itu sendiri.

“Nah jadi harus taat, patuh dan tunduk kepada aturan adat yang berlaku di seluruh wilayah masyarakat adat yang ada di Sungai Krayan selama dia berada di sini,” bebernya.

Sedangkan kalung yang dikalungkan kepada para tamu, itu sebagai tanda persahabatan dan persaudaraan dari masyarakat Dayak Lengilu. Dengan kalung itu juga bukti masyarakat melindungi para tamu.

“Seperti kalung yang dikalungkan di leher kemarin, itu sebagai pertanda ada persahabatan, perlindungan, keamanan dan kesejahteraan. Tamu-tamu yang datang di kampung masyarakat adat Dayak Lengilu ini pasti aman, nyaman, damai dan dilindungi oleh seluruh masyarakat adat yang ada di Sungai Krayan,” tegas Panglima Ulung Da’a.

Anda Mungkin Juga Menyukai

Jejak Mistis dan Irama Kuno Tari Kolosal yang Menyatu dengan Jiwa Suku Tidung
Warga Antusias Saksikan Balap Perahu dan Ketinting ‘Festival Sungai Kayan’
KTT Kembali Pecahkan Rekor Muri Rangkaian Nutu Lentungan Terpanjang
Tim Dayung Tanah Merah Sabet Juara I
Muspat FKWT Momentum Sejarah Kebangkitan Warga Tidung
TAGGED:Batu Ruyud Writing CampborneobudayaDayakFbFokusborneoFokusHeadlineTarian Ulung Da’a
Bagikan Artikel ini
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

SMSI Kaltara Ajak Pemprov Jaga Ekosistem Media Lokal
Berita Bulungan Prov. Kaltara
13 Mei 2026
JPU Duga Pelibatan Pihak Luar seperti Ibam-Jurist Tan Agar Chromebook Tetap Jadi Pilihan
Hukum
13 Mei 2026
Skakmat Rocky Gerung, Jaksa Ungkap Nadiem Sengaja ‘Tutup Telinga’ ke Dirjen demi “Gol-kan” ChromeOS
Hukum
12 Mei 2026
Kasus Korupsi Chromebook, Pengamat: Tim Khusus Nadiem di Kasus Tersebut Bukan Inovasi, tapi “Pemerintahan Bayangan”
Hukum
12 Mei 2026

Berita Terhangat

Pakuwaja Kaltara Jalin Silaturahmi ke Polda Kaltara

5 November 2022
Budaya

Reog Ponorogo Turut Meriahkan Karnaval Budaya Tana Tidung

3 November 2022
Budaya

BPBD Tana Tidung Ikut Meriahkan Pawai Karnaval Kendaraan Hias

3 November 2022
Budaya

Vamelia Harap Pesta Rakyat Memberikan Semangat Baru Tana Tidung

3 November 2022
Sebelumnya Berikutnya
Info IndoInfo Indo
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Kehilangan Password ?