TARAKAN – Muhammad Abrar Putra Siregar, Founder AYS Indonesia, menyerukan peran aktif generasi muda dalam pelestarian lingkungan saat kegiatan kolaborasi antara AYS Indonesia dan Telkom Indonesia digelar di Kota Tarakan. Kegiatan yang menghadirkan talkshow dan sosialisasi itu bertujuan meningkatkan kesadaran publik tentang konservasi pesisir dan upaya menyelamatkan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang berada dalam kondisi rentan.
Dalam keterangannya, Abrar menjelaskan bahwa AYS Indonesia telah mengembangkan platform digital bernama sobatbekantan.com yang menampilkan data konservasi secara real-time. Platform ini dirancang sebagai pusat informasi terbuka agar masyarakat dapat mengakses data terkait upaya konservasi dan ikut berpartisipasi melalui program-program interaktif yang menghubungkan pelestarian lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi lokal. Ia menambahkan bahwa salah satu inisiatif lapangan adalah pembangunan unit feeding spot di area kawasan konservasi bekerja sama dengan UPT, KPH Kota Tarakan dan didukung Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Utara.
“Tidak hanya membangun sebuah platform website, kami juga membuat program-program yang bersifat interaktif untuk masyarakat dan dimana kita menggerakkan perekonomian dan juga pelestarian lingkungan,” kata Abrar.
Abrar memaparkan rencana aksi lapangan AYS Indonesia, antara lain pelaksanaan aksi bersih pesisir, penanaman 100 pohon mangrove, serta program perawatan 5.000 pohon mangrove di beberapa titik seperti Pantai Amal dan Kelurahan Kampung 4. Kegiatan lapangan tersebut juga melibatkan organisasi masyarakat setempat, termasuk Kelurahan Lestari Kampung 4, sebagai mitra pelaksanaan.
Fokus utama program ini adalah menjaga habitat bekantan, satwa khas Kalimantan yang menurut Abrar statusnya hampir krisis.
Ia menyebutkan bahwa habitat yang terawat tidak hanya menjadi tempat hidup bekantan, tetapi juga ruang penelitian dan edukasi bagi masyarakat sehingga ekosistem pesisir ikut terjaga.
Abrar mengingatkan kepada peserta, khususnya kaum muda, akan pentingnya langkah-langkah kecil namun konsisten dalam kegiatan konservasi. Ia juga memberi semangat agar pemuda-pemudi Tarakan terus aktif merawat lingkungan demi masa depan yang lebih baik.
“Langkah-langkah kecil teman-teman untuk melakukan kegiatan konservasi adalah merupakan langkah yang mulia. Jaga spirit ini, jaga semangat ini,” ujarnya.
Kegiatan kolaboratif ini mendapat apresiasi karena menggabungkan pendekatan digital dan aksi nyata di lapangan sebuah model yang menurut Abrar dapat mempercepat sentralisasi data dan mempermudah koordinasi antara pemangku kepentingan dalam upaya pelestarian bekantan dan mangrove di Tarakan. (sdq)




