Info IndoInfo IndoInfo Indo
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Bacaan : Satgas: Kluster Keluarga Punya Risiko Penularan 10 Kali Lebih Tinggi
Bagikan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Info IndoInfo Indo
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
Search
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Ikuti Kami
© 2025 Facesia.com
Info Indo > Nasional > Satgas: Kluster Keluarga Punya Risiko Penularan 10 Kali Lebih Tinggi

Satgas: Kluster Keluarga Punya Risiko Penularan 10 Kali Lebih Tinggi

Redaksi
Redaksi
Published: 6 Januari 2021
Bagikan
3 Minimal Baca
Bagikan

JAKARTA – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menyebutkan bahwa kluster keluarga memiliki risiko penularan covid-19 10 kali lipat lebih tinggi dibandingkan kluster penularan lain.

“Jadi secara teori kurang lebih kluster keluarga itu risiko penularannya 10 kali lipat lebih tinggi dibandingkan kluster yang lain,” kata Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas COVID-19 dr. Dewi Nur Aisyah dalam dialog virtual bertema “Mencegah Terjadinya Kluster Keluarga” di Jakarta, Selasa (5/1/2021).

- Advertisement -
Ad imageAd image

Ia mengatakan risiko penularan lebih tinggi pada kluster keluarga itu adalah karena di dalam keluarga, satu anggota keluarga dengan anggota lainnya cenderung sulit untuk menjaga jarak ketika di dalam rumah.

“Ketika di rumah pasti ingin lebih berdekatan. Kemudian kalau bersama anak-anak juga enggak mungkin berjauh-jauhan,” katanya.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Kemudian, kebiasaan lain yang cenderung sulit untuk dilakukan ketika berada di dalam rumah adalah kebiasaan memakai masker. Sehingga penularan di dalam keluarga itu lebih didominasi oleh karakteristik alami orang ketika berinteraksi antara satu anggota dengan anggota keluarga lainnya yang cenderung lebih dekat.

“Jadi tipikal kontaknya sangat dekat. Hal ini yang mengakibatkan kesulitan untuk terjadinya pemutusan penularan pada saat berada dalam satu keluarga,” katanya.

Untuk itu, ia berpesan agar setiap anggota keluarga lebih waspada dengan potensi sumber-sumber penularannya sehingga infeksi pada salah satu anggota keluarga tidak menularkan kepada anggota keluarga lainnya di dalam satu rumah.

Ia mengatakan bahwa kebanyakan penularan di dalam kluster keluarga itu pada umumnya berasal dari salah satu keluarga yang positif karena tertular saat beraktivitas di luar rumah, atau mungkin karena ada penderita covid-19 yang berkunjung ke rumah dan orang itu mungkin tanpa sengaja menularkan penyakit itu kepada orang yang dikunjungi.

“Jadi biasanya jalur penularannya dua, antara keluarga yang di rumah dan mendapatkan penularan dari orang di luar rumahnya. Namun, pada saat berkunjung tidak menerapkan protokol kesehatan. Akhirnya terjadi penularan meskipun secara kondisi badan sehat,” kata Dewi.

“Kedua adalah mungkin karena ada salah satu anggota keluarga yang mungkin harus keluar rumah. Entah itu untuk bekerja atau pergi ke pasar. Kemudian terjadi penularan di luar. Saat kembali ke rumah, kemudian menularkan kepada keluarga,” tambahnya.

Untuk itu, ia kembali mendorong masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan meskipun berada di dalam rumah. “Jadi salah satu hal yang harus di-highlight adalah ketika ada orang dari luar rumah yang datang ke rumah. Meskipun mungkin saudara, teman atau saudara kandung kita yang tidak tinggal satu rumah. Salah satu kuncinya adalah tetap menerapkan protokol 3M ketika kedatangan tamu seperti itu,” katanya.

Kemudian, ketika salah satu anggota keluarga terpaksa melakukan aktivitas di luar rumah, maka anggota tersebut diharapkan juga untuk tetap memakai masker, sering mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak serta menghindari kerumunan guna mencegah penularan.

“Jadi harus dipastikan agar kita menerapkan protokol 3M dengan sangat ketat di manapun kita berada,” demikian Dewi Nur Aisyah. (sha)

Anda Mungkin Juga Menyukai

Skema Sewa Kendaraan Dinas Pemkot Tangsel Langkah Cerdas, Pengamat: Jauh Lebih Efisien dan Sesuai Aturan
Akselerasi Ekonomi Digital, Tangsel Perluas 5.000 Titik Wi-Fi Gratis Berbasis Rumah Ibadah
Sukses Lampaui Target SLA, AI Helita Jadi Andalan Baru Layanan Publik Tangsel
Airin Raih Penghargaan Leader Regional Development, Wali Kota Benyamin Davnie: Beliau Adalah Arsitek Kemajuan Tangsel
Buron Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Dispar Kaltara Ditangkap di Apartemen Makassar
Bagikan Artikel ini
Facebook Copy Link Print

Berita Terbaru

Polisi Tangkap Penimbun BBM Subsidi di Kaltara
Hukum & Kriminal
27 September 2026
Program Pusling Lapas Tarakan Dukung Literasi Warga Binaan
Literasi
25 September 2026
HLM BI Kaltara Dorong Money Changer Berizin di Kalimantan Utara
Ekonomi
25 September 2026
Tarakan Juara TPID Award 2026, Inflasi Terkendali lewat Inovasi Lokal
Ekonomi
25 September 2026

Berita Terhangat

BeritaInternasionalNasionalProv. Kaltara

Indonesia–Malaysia Perkuat Komitmen: Kaltimtara Beraksi #2 Jadi Tonggak Kolaborasi Pemuda Lintas Negara

25 Maret 2026
BeritaNasional

Lebih 25 Ribu Dapur MBG Diperiksa, Ada yang Langsung Dihentikan Karena Tak Layak

8 Maret 2026
BeritaNasionalPemerintahan

Mendagri Instruksikan Kepala Daerah dan Wakilnya Libur Lebaran

8 Maret 2026
BeritaInternasionalNasionalParlemen

DPR Usul Penerbangan Haji 2026 Lewat Afrika

7 Maret 2026
Sebelumnya Berikutnya
Info IndoInfo Indo
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Kehilangan Password ?