TARAKAN – Prodi D3 Keperawatan Politeknik Kaltara menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk edukasi Penanganan Kegawatdaruratan: Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi karyawan Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Tarakan. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 10 Mei 2025 pukul 08.00 WIB ini bertujuan meningkatkan kemampuan pertolongan pertama pekerja di tempat kerja untuk menghadapi situasi henti jantung mendadak dan kegawatdaruratan medis lainnya.
Latar belakang kegiatan menjelaskan bahwa kejadian kegawatdaruratan medis seperti henti jantung di luar rumah sakit sering berujung pada fatalitas akibat keterlambatan penanganan, minimnya fasilitas, dan terbatasnya keterampilan tenaga kerja dalam melakukan tindakan awal. Dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan akses layanan kesehatan yang tidak selalu cepat, pelatihan BHD dinilai sebagai langkah preventif krusial untuk menurunkan risiko kematian mendadak di lingkungan kerja.
Kegiatan pengabdian ini menghadirkan dosen dan mahasiswa Prodi D3 Keperawatan Politeknik Kaltara sebagai pemateri dan pendamping praktik. Materi yang diberikan meliputi teori Bantuan Hidup Dasar serta demonstrasi dan praktik Resusitasi Jantung Paru (RJP) menggunakan phantom RJP, disertai simulasi penggunaan Automated External Defibrillator (AED). Peserta dilaporkan mampu memahami paparan materi dan menunjukkan kemampuan praktik yang memadai di bawah bimbingan tim pengajar.
Sebagai indikator keberhasilan, panitia mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta melalui simulasi praktik sebelum dan sesudah pelatihan. Praktik langsung teknik RJP dan penggunaan AED menjadi tolok ukur utama untuk menilai kesiapan karyawan dalam memberikan pertolongan pertama pada korban henti jantung. Hasil monitoring menunjukkan adanya peningkatan kemampuan praktik di antara peserta setelah mengikuti sesi pelatihan.
Manfaat dan dampak program ini antara lain:
• Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan karyawan dalam melakukan tindakan pertolongan pertama pada kasus henti jantung di tempat kerja.
• Potensi meminimalisir kejadian kematian mendadak akibat serangan jantung di lingkungan kantor melalui respons awal yang lebih cepat dan terampil.
• Menumbuhkan pemahaman tentang penggunaan alat AED sebagai komponen penting rantai kelangsungan hidup pada kasus henti jantung.
Sebagai rekomendasi, panitia menyarankan agar setiap karyawan di lingkungan perkantoran dan perusahaan memperoleh pelatihan BHD secara berkala, mengingat sifat kejadian gawat darurat yang tidak dapat diprediksi. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penyediaan alat bantu seperti AED di tempat kerja dianggap perlu untuk memperkuat kesiapsiagaan keselamatan kerja.



