TARAKAN – Rapat dengar pendapat (RDP) Komisi III DPRD Kota Tarakan dengan Dinas Perhubungan (Dishub) membahas progres pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) untuk program tahun anggaran 2025 dan target pemasangan untuk 2026 pada Selasa (6/1/26).
Ketua Komisi III, Randy Ramadhana, menyatakan sejumlah capaian penting sekaligus menekankan perlunya peningkatan perawatan dan pemenuhan tenaga teknis. Menurutnya, laporan dari Dishub menunjukkan pemasangan tiang PJU untuk program 2025 nyaris rampung. Ia menambahkan pihak Dishub menargetkan penyelesaian pemasangan lampu dalam 1–2 hari ke depan.
“Alhamdulillah sudah terpasang semua tiang-tiangnya. Hanya mungkin sisa tinggal berapa puluh karena keterbatasan teknisi sehingga masih belum selesai,” ujarnya.
Salah satu prestasi yang disorot Komisi III adalah pemasangan lampu di belakang runway bandara, khususnya di Jalan Aki Balak, lokasi yang selama bertahun-tahun tidak memiliki penerangan.
“Hasil koordinasi kami bersama Dishub ke otorita bandara akhirnya mereka menyetujui dan hari ini sudah kita pasang. Jadi, Aki Balak itu alhamdulillah sudah terang,” kata Randy.
Randy merinci bahwa di Aki Balak terpasang 15 titik lampu. Ia juga mengungkapkan proses persetujuan dengan otoritas bandara sempat membatasi pemasangan dari 8 titik yang diajukan, otorita hanya mengizinkan 5 titik karena 3 titik lainnya berlokasi sangat dekat dengan runway sehingga dikhawatirkan mengganggu operasional penerbangan.
Mengenai target tahun anggaran 2026, Dishub melaporkan akan ada 61 titik lampu baru yang dipasang di lokasi-lokasi yang belum terlayani. Saat ditanyakan mengenai jenis sistem yang akan digunakan untuk titik-titik baru itu, pihak Dishub menyebut menggunakan PJU Tenaga Surya (PJUTS) yakni PJU dengan sumber energi surya.
Randy menyebut dari sisi tiang pemasangan telah mencapai hampir 100 persen, sementara penyalaan lampu tinggal penyelesaian akhir dalam hitungan hari.
“Sebenarnya kalau tiangnya sudah 100 persen. Cuma 1–2 hari ini untuk lampunya mungkin bisa diselesaikan semua,” jelasnya.
Meski menyambut baik pencapaian pemasangan PJU, Komisi III mengingatkan pentingnya memperkuat mekanisme perawatan. Randy menekankan agar Dishub membuat inventarisasi lampu yang sudah mati dan mempercepat penanganan perbaikan.
“Merawat ini lebih susah daripada memasang. Nah maintenance-nya ini yang kami harapkan Dishub bisa lebih intens memperbaikinya,” tegasnya.
Lebih lanjut, salah satu kendala yang disampaikan Dishub Kota Tarakan, yakni tenaga teknis yang tersisa 3 orang, akan menjadi perhatian Komisi III. Randy menyebut pihaknya akan berkomunikasi dengan Kepala BKPSDM dan Wali Kota untuk mencari solusi agar kekurangan teknisi tidak mengganggu kinerja perbaikan dan pemeliharaan PJU.
“Harapannya nanti yang dua ini bisa disiasati bagaimana sehingga mereka bisa terakomodir dan untuk perbaikan lampu di Tarakan bisa lebih optimal. Pasti kita perjuangkan,” kata Randy.
Randy menegaskan tujuan akhir Komisi III adalah memastikan seluruh wilayah di Kota Tarakan, termasuk kampung-kampung terpencil memiliki akses penerangan yang memadai demi keselamatan, mobilitas, dan kenyamanan warga. Dengan progres pemasangan yang telah berjalan dan rencana 61 titik baru pada 2026, Komisi III akan terus memantau realisasi proyek dan memastikan aspek pemeliharaan tidak terabaikan.



