MALINAU – Persatuan Masyarakat Adat Daerah Aliran Sungai Tubu (PERBUMASDASTU) Malinau menyatakan dukungannya agar Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tetap berada langsung di bawah Presiden. Sikap ini dinilai penting untuk menjaga independensi Polri dalam menjalankan tugas penegakan hukum dan menjaga keamanan masyarakat, termasuk di wilayah pedalaman Kalimantan Utara.
Ketua PERBUMASDASTU Malinau, Yohanes Padan, menegaskan bahwa masyarakat adat memerlukan kehadiran aparat yang netral dan tidak mudah dipengaruhi kepentingan politik maupun tekanan kelompok tertentu.
“Polri harus tetap independen di bawah Presiden. Kami masyarakat adat butuh kepastian bahwa polisi bekerja untuk rakyat, bukan untuk kepentingan tertentu,” ujar Yohanes saat dikonfirmasi.
Yohanes menyebut, masyarakat adat di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tubu hidup di wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan. Dalam kondisi seperti itu, keberadaan aparat keamanan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga stabilitas sosial dan mencegah konflik.
Menurutnya, Polri memiliki peran strategis dalam memastikan situasi tetap kondusif, terutama saat terjadi persoalan sosial yang berpotensi memicu gesekan di tingkat kampung.
“Kalau keamanan terganggu, aktivitas masyarakat ikut lumpuh. Ini bukan cuma soal ketertiban, tapi juga soal kelangsungan hidup,” tegasnya.
Selain menjaga keamanan, Yohanes menilai independensi Polri juga berkaitan langsung dengan perlindungan hak masyarakat adat. Ia menekankan bahwa aparat kepolisian harus tetap profesional dan berpegang pada aturan, terutama ketika menghadapi persoalan yang menyangkut kepentingan publik.
Yohanes mengatakan masyarakat adat berharap Polri bisa berdiri di tengah, tidak berpihak, dan tetap menjunjung asas keadilan.
“Kami ingin polisi benar-benar menjadi pengayom. Kalau Polri kuat dan independen, masyarakat kecil juga merasa terlindungi,” katanya.
Yohanes juga menyoroti bahwa tantangan keamanan di wilayah pedalaman tidak hanya berkaitan dengan kriminalitas, tetapi juga persoalan sosial yang membutuhkan pendekatan humanis.
Ia berharap Polri terus memperkuat pelayanan di daerah terpencil, termasuk membangun komunikasi yang baik dengan tokoh adat dan warga setempat.
“Kami tidak minta yang muluk-muluk. Yang penting polisi hadir, cepat merespons, dan bisa bekerja sama dengan masyarakat adat,” ucap Yohanes.
PERBUMASDASTU Malinau turut mendorong agar Polri terus memperkuat integritas serta meningkatkan kepercayaan publik melalui kerja-kerja profesional. Yohanes menilai kepercayaan masyarakat adalah modal utama dalam menjaga stabilitas keamanan, terutama di daerah yang memiliki karakter sosial dan budaya yang kuat seperti DAS Tubu.
“Kami mendukung Polri tetap di bawah Presiden supaya lebih jelas garis komandonya dan tetap independen. Yang terpenting, Polri harus tetap profesional,” tutupnya.
Dengan dukungan dari masyarakat adat,Yohanes berharap Polri semakin kuat sebagai institusi yang dipercaya, sekaligus mampu menjaga keamanan dan ketertiban secara adil di seluruh wilayah, termasuk kawasan pedalaman Malinau. (*)
Reporter : Arif Rusman




