By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Menerima
Info IndoInfo IndoInfo Indo
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Bacaan : Masih Sulit, Pembelian Minyak Goreng Masih Dibatasi
Bagikan
Masuk
Notification Menampilkan lebih banyak
Font ResizerAa
Info IndoInfo Indo
Font ResizerAa
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
Pencarian
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Punya akun yang sudah ada ? Masuk
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
Info Indo > Prov. Kaltara > Tarakan > Masih Sulit, Pembelian Minyak Goreng Masih Dibatasi

Masih Sulit, Pembelian Minyak Goreng Masih Dibatasi

Redaksi
Redaksi
Published: 6 Februari 2022
Bagikan

TARAKAN – Sejak terjadinya kelangkaan minyak goreng yang membuat harga melambung tinggi, kini kondisi tersebut terus berlanjut dan saat ini pemerintah masih membatasi penjualannya.

Saat dikonfirmasi, salah satu pedagang di Pasar Gusher, Abdul Wahid menerangkan ia dan pedagang sembako lainnya mengeluhkan kebijakan pemerintah yang menetapkan harga minyak goreng satu harga Rp14 ribu per liter. Pedagang yang tidak tergabung ke dalam Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) tetap menggunakan harga lama.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Harganya masih tinggi, soalnya stoknya masih stok lama. Kita jual masih satu liter 19.000 jenis Fortune,”ungkapnya, (05/02/2022).

- Advertisement -
Ad imageAd image

Diketahui, harga minyak goreng Alfamidi dan Ramayana mengikuti standar harga pemerintah. Sehingga atas perbedaan itu membuat minyak goreng yang dijual di pasar sulit terjual.

“Untung kami sekitar seribu rupiah satu kemasan. Dari distributor kan sudah tinggi, 2 liter Rp. 40 ribuan, terus kalau harga Rp 19 ribu untung cuma seribu,” tukasnya.

Saat disinggung soal rencana pemerintah akan menyelaraskan satu harga untuk pedagang minyak di pasaran, Wahid dengan tegas mengatakan dirinya mau jika tidak terjadi kerugian pada pedagang.

“Bisa saja kita ngikuti, asal kita dibayar, kalau tidak kita rugi besar. Karena selisihnya Rp 10 ribu sama yang di Alfamidi dan Ramayana,” tegasnya.

“Kalau kita sih maunya turun, soalnya hampir semua barang naik harganya. Selain itu pembeli berkurang sih, karena ada yang lebih murah tapi di Ramayana sama Alfamidi kan belinya dibatasi,” pungkasnya.

Anda Mungkin Juga Menyukai

Selalu Kekurangan Pendaftar, Sekolah Ini Diisukan Bakal Tutup
Ayo, Ikut Gerak Jalan Indah BKMT 9 Februari
Kenaikan Pertamax Dinilai Tidak Berdampak Secara Langsung Kepada Masyarakat kecil
Warga Keluhkan Pemadaman Listrik, PLN Harus Tanggungjawab Kerugian Masyarakat?
Perwakilan PD LIDMI Tarakan Wakili Kaltara Kegiatan International Islamic Asean
Bagaimana menurutmu ?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Penumpang Pelabuhan Lonjak Tajam Selama Ops Ketupat Kayan 2026
Kaltara
27 Maret 2026
Arus Balik Lebaran di Bandara Juwata Tarakan Diprediksi Meningkat pada Sabtu dan Minggu
Berita Prov. Kaltara Tarakan
27 Maret 2026
Indonesia–Malaysia Perkuat Komitmen: Kaltimtara Beraksi #2 Jadi Tonggak Kolaborasi Pemuda Lintas Negara
Berita Internasional Nasional Prov. Kaltara
25 Maret 2026
Jufri Budiman Dorong Penguatan Peternakan Ayam Petelur Lokal di Kaltara
Berita Prov. Kaltara Tarakan
25 Maret 2026
Info IndoInfo Indo
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber